Javascript must be enabled to continue!
METODE TAFSIR SINTESIS (TAWḤĪDI) MUḤAMMAD BAQIR AL-ṢADR
View through CrossRef
Berawal dari ketidakpuasannya terhadap bentuk dan sistematika tafsir klasik (taḫlili) yang menurutnya telah melahirkan pandangan-pandangan parsial (not complete) dan atomistik serta belum mampu menyuguhkan pandangan solutif terhadap problem-problem kehidupan, juga karena motivasinya terhadap pernyataan sayyidina Ali bin Abi Thālib “Istantiq al-Qur’an...", maka untuk menambal kekurangan-kekurangan dalam tafsir-tafsir klasik tersebut dan mengaplikasikan tesis Ali, Muhammad Bāqir al-Şadr mengajukan sebuah metode tematik yang ia sebut dengan metode tawhîdi. Istilah tawhîdi, bukan dalam arti kesatuan tema dalam al-Qur’an sebagaimana metode tafsirnya Ḫasan al-Turābi dan yang lain, akan tetapi yang dimaksud tawhîdi oleh Bāqir al-Şadr adalah penyatuan pengalaman-pengalaman manusia (realitas sosial) dengan al-Qur’an. Metode tawhîdi adalah metode tafsir dimana penafsir tidak menafsirkan al-Qur’an secara membujur ayat per ayat, tetapi mengetengahkan pandangan al-Qur’an mengenai persoalan atau tema-tema kehidupan yang menyangkut masalah akidah, sosial dan kosmologi seperti tema tentang tauhid, kenabian (nubuwwah), ekonomi, norma-norma sejarah, penciptaan langit dan bumi dan lain-lain. Sehingga ketika ada tafsir yang disusun berdasarkan tema-tema tertentu dalam al-Qur’an dan tidak tuntas menyelesaikan problem sosial, maka Muhammad Bāqir al-Şadr menyebutnya dengan Dirāsah Qur’āniyyah, bukan tafsir tematik.
Key Word: Metode tawhîdi, Dirāsah Qur’āniyyah, al-Sunan al-Tarikhiyyah
Title: METODE TAFSIR SINTESIS (TAWḤĪDI) MUḤAMMAD BAQIR AL-ṢADR
Description:
Berawal dari ketidakpuasannya terhadap bentuk dan sistematika tafsir klasik (taḫlili) yang menurutnya telah melahirkan pandangan-pandangan parsial (not complete) dan atomistik serta belum mampu menyuguhkan pandangan solutif terhadap problem-problem kehidupan, juga karena motivasinya terhadap pernyataan sayyidina Ali bin Abi Thālib “Istantiq al-Qur’an.
", maka untuk menambal kekurangan-kekurangan dalam tafsir-tafsir klasik tersebut dan mengaplikasikan tesis Ali, Muhammad Bāqir al-Şadr mengajukan sebuah metode tematik yang ia sebut dengan metode tawhîdi.
Istilah tawhîdi, bukan dalam arti kesatuan tema dalam al-Qur’an sebagaimana metode tafsirnya Ḫasan al-Turābi dan yang lain, akan tetapi yang dimaksud tawhîdi oleh Bāqir al-Şadr adalah penyatuan pengalaman-pengalaman manusia (realitas sosial) dengan al-Qur’an.
Metode tawhîdi adalah metode tafsir dimana penafsir tidak menafsirkan al-Qur’an secara membujur ayat per ayat, tetapi mengetengahkan pandangan al-Qur’an mengenai persoalan atau tema-tema kehidupan yang menyangkut masalah akidah, sosial dan kosmologi seperti tema tentang tauhid, kenabian (nubuwwah), ekonomi, norma-norma sejarah, penciptaan langit dan bumi dan lain-lain.
Sehingga ketika ada tafsir yang disusun berdasarkan tema-tema tertentu dalam al-Qur’an dan tidak tuntas menyelesaikan problem sosial, maka Muhammad Bāqir al-Şadr menyebutnya dengan Dirāsah Qur’āniyyah, bukan tafsir tematik.
Key Word: Metode tawhîdi, Dirāsah Qur’āniyyah, al-Sunan al-Tarikhiyyah.
Related Results
[Interpretation Method of Al-Ilmi Hamka and Al-Maraghiy on Al-Kawniyah Verses: A Comparison] Metode Pentafsiran Al-Ilmiy Hamka dan Al-Maraghiy Terhadap Ayat-Ayat Al-Kawniyyah : Satu Perbandingan
[Interpretation Method of Al-Ilmi Hamka and Al-Maraghiy on Al-Kawniyah Verses: A Comparison] Metode Pentafsiran Al-Ilmiy Hamka dan Al-Maraghiy Terhadap Ayat-Ayat Al-Kawniyyah : Satu Perbandingan
The Tafsir al-Azhar of HAMKA is one of the Malay world's tafsir which reveals the vastness of knowledge that encompasses and covers all disciplines of science. In this interpretati...
Pemikiran Ekonomi Syariah Menurut Muhammad Abdul Mannan dan Muhammad Baqir Al-Sadr
Pemikiran Ekonomi Syariah Menurut Muhammad Abdul Mannan dan Muhammad Baqir Al-Sadr
This article discusses Islamic economic thinking according to Muhammad Abdul Mannan and Muhammad Baqir as-Sadr. The purpose of writing this article is to find out the similarities ...
POLA PENAFSIRAN MUHAMMAD BASIUNI IMRAN DALAM TAFSĪR TŪJUH SŪRAH DAN ĀYĀT AṢ-ṢIYĀM TERHADAP TAFSIR MUHAMMAD RASYID RIDHA: (Kajian Intertekstualitas)
POLA PENAFSIRAN MUHAMMAD BASIUNI IMRAN DALAM TAFSĪR TŪJUH SŪRAH DAN ĀYĀT AṢ-ṢIYĀM TERHADAP TAFSIR MUHAMMAD RASYID RIDHA: (Kajian Intertekstualitas)
Pada abad ke-20 M, penulisan tafsir al-Qur’an yang lahir di Nusantara umumnya menampilkan ciri kemodernannya, baik dari segi bahasa dan aksara. Namun, berbeda dengan Tafsīr Tūjuh S...
DISKURSUS MUNĀSABAH: Problem Tafsīr al-Qur’ān bi ’l-Qur’ān
DISKURSUS MUNĀSABAH: Problem Tafsīr al-Qur’ān bi ’l-Qur’ān
Abstract: Munāsabah al-Qur’ān is a part of ‘Ulūm al-Qur’ān which presents pros and contrast. The pros ulama makes munāsabah as a method to reveal enigma system of Quran verses and ...
Kajian Kritis terhadap Rumusan Konsep Mufassir: Perspektif Ushul Tafsir
Kajian Kritis terhadap Rumusan Konsep Mufassir: Perspektif Ushul Tafsir
In the study of ushûl al-tafsir, among the most important things in discussing the basics of interpretation is establishing the concept of mufassir. This is because without underst...
SEJARAH PERKEMBANGAN TAFSIR
SEJARAH PERKEMBANGAN TAFSIR
AbstrakKegiatan tafsir Al-Qu’ran telah dimulai sejak masa Nabi Muhammad Saw dan terus mengalami perkembangan dari masa ke masa, yaitu periode Nabi Muhammad Saw dan sahabatnya, peri...
Tafsir Method of Tartib Nuzuli: An Analytical Study of Muhammad Darwazah's Kitab al-Tafsir al-Hadith and Muhammad al-Jabiri's Kitab Fahm al-Qur`an al-Hakim
Tafsir Method of Tartib Nuzuli: An Analytical Study of Muhammad Darwazah's Kitab al-Tafsir al-Hadith and Muhammad al-Jabiri's Kitab Fahm al-Qur`an al-Hakim
The study of tafsir tartib nuzuli is still quite rare. This study seeks to complete the study. Tafsir tartib nuzuli is still considered “strange” by the majority of Muslims. This s...
USTAZ ABU BAKAR AL-BAQIR: ULAMA DAN PEJUANG KEMERDEKAAN TANAH MELAYU
USTAZ ABU BAKAR AL-BAQIR: ULAMA DAN PEJUANG KEMERDEKAAN TANAH MELAYU
Kertas kerja ini menganalisis peranan Ustaz Abu Bakar al-Baqir iaitu lama reformis tempatan yang konsisten menentang British sehingga terpenjara pada 1948. Beliau turut menubuhkan ...

