Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGARUH PEMBERIAN KOMPRES WATER TEPID SPONGE TERHADAP PENURUNAN SUHU ANAK DENGAN TYPHOID FEVER

View through CrossRef
Demam tifoid masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada anak dan umumnya disertai kondisi Hipertermia. Penatalaksanaan hipertermia tidak hanya dilakukan melalui terapi farmakologis, tetapi juga dapat menggunakan terapi nonfarmakologis, salah satunya adalah Water Tepid Sponge yang diketahui efektif dalam membantu menurunkan suhu tubuh serta meningkatkan kenyamanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompres water tepid sponge terhadap penurunan suhu tubuh pada anak dengan typhoid fever di RSU Budi Rahayu Pekalongan. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif dengan desain one group pretest-posttest pada lima anak yang didiagnosis demam tifoid disertai hipertermia. Intervensi dilakukan berupa pemberian kompres water tepid sponge selama 10–15 menit setiap hari selama tiga hari, dengan pengukuran suhu tubuh sebelum dan sesudah intervensi menggunakan termometer digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden mengalami penurunan suhu tubuh setelah diberikan intervensi. Rata-rata suhu tubuh sebelum tindakan sebesar 38,5°C menurun menjadi 37,3°C setelah intervensi, dengan rata-rata penurunan suhu sebesar 1,24°C. Sebagian besar responden (80%) mencapai suhu tubuh normal serta menunjukkan perbaikan kondisi, seperti lebih tenang, tidak rewel, dan lebih aktif. Dengan demikian, kompres water tepid sponge dinilai efektif sebagai terapi nonfarmakologis pendukung dalam penatalaksanaan hipertermia pada anak dengan demam tifoid guna meningkatkan kenyamanan dan mempercepat proses pemulihan pasien.
Title: PENGARUH PEMBERIAN KOMPRES WATER TEPID SPONGE TERHADAP PENURUNAN SUHU ANAK DENGAN TYPHOID FEVER
Description:
Demam tifoid masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada anak dan umumnya disertai kondisi Hipertermia.
Penatalaksanaan hipertermia tidak hanya dilakukan melalui terapi farmakologis, tetapi juga dapat menggunakan terapi nonfarmakologis, salah satunya adalah Water Tepid Sponge yang diketahui efektif dalam membantu menurunkan suhu tubuh serta meningkatkan kenyamanan pasien.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompres water tepid sponge terhadap penurunan suhu tubuh pada anak dengan typhoid fever di RSU Budi Rahayu Pekalongan.
Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif dengan desain one group pretest-posttest pada lima anak yang didiagnosis demam tifoid disertai hipertermia.
Intervensi dilakukan berupa pemberian kompres water tepid sponge selama 10–15 menit setiap hari selama tiga hari, dengan pengukuran suhu tubuh sebelum dan sesudah intervensi menggunakan termometer digital.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden mengalami penurunan suhu tubuh setelah diberikan intervensi.
Rata-rata suhu tubuh sebelum tindakan sebesar 38,5°C menurun menjadi 37,3°C setelah intervensi, dengan rata-rata penurunan suhu sebesar 1,24°C.
Sebagian besar responden (80%) mencapai suhu tubuh normal serta menunjukkan perbaikan kondisi, seperti lebih tenang, tidak rewel, dan lebih aktif.
Dengan demikian, kompres water tepid sponge dinilai efektif sebagai terapi nonfarmakologis pendukung dalam penatalaksanaan hipertermia pada anak dengan demam tifoid guna meningkatkan kenyamanan dan mempercepat proses pemulihan pasien.

Related Results

Modelling regime shifts of coral reefs to sponge reefs
Modelling regime shifts of coral reefs to sponge reefs
<p>Coral reef ecosystems have been degrading globally for decades due to global climate change and anthropogenic pressure, and corals are expected to continue declining in th...
Studi Kasus: Penerapan Water Tepid Sponge untuk Mengatasi Masalah Keperawatan Hipertermi pada Pasien Kejang Demam
Studi Kasus: Penerapan Water Tepid Sponge untuk Mengatasi Masalah Keperawatan Hipertermi pada Pasien Kejang Demam
Angka kasus kejang demam di Indonesia diinformasikan mencapai 14.252 penderita. Komponen pencetus kejang demam bukan pada saat setelah timbul penambahan temperatur yang lama, tetap...
Manajemen Hipertermia (Kompres Hangat) pada Anak Usia Sekolah dengan Demam Typhoid di RSUD Dr. Gunawan Mangunkusumo Ambarawa
Manajemen Hipertermia (Kompres Hangat) pada Anak Usia Sekolah dengan Demam Typhoid di RSUD Dr. Gunawan Mangunkusumo Ambarawa
School-age children are those aged over 6 years to just before 18 years. One of the social behaviors of school-age children is often eating snacks at school and in unclean places. ...
Pendampingan Pemberian Kompres Water Tepid Sponge pada Perawat dengan Kasus DHF di RS Permata Medika Semarang
Pendampingan Pemberian Kompres Water Tepid Sponge pada Perawat dengan Kasus DHF di RS Permata Medika Semarang
Hyperthermia is a condition of failure to regulate body temperature (thermoregulation) due to the body's inability to release or remove heat or excessive heat production by the bod...
Perbedaan Perubahan Intensitas Disminorea antara Kompres Hangat dan Kompres Dingin pada Siswi Kelas VII dan VIII SMP
Perbedaan Perubahan Intensitas Disminorea antara Kompres Hangat dan Kompres Dingin pada Siswi Kelas VII dan VIII SMP
Di Indonesia sebesar 107.673 jiwa (64,25%), yang terdiri dari 59.671 jiwa (54,89%) mengalami dismenorea primer dan 9.496 jiwa (9,36%) mengalami dismenorea sekunder. Dampak dari dis...

Back to Top