Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

KESEHATAN BANK SYARIAH INDONESIA (BSI) SEBELUM DAN SETELAH MERGER MENGGUNAKAN RISK BASED BANK RATING

View through CrossRef
Abstract : The government is also making efforts to advance Islamic banking in Indonesia through the decision to merge three state-owned subsidiaries into one entity, namely Bank Syariah Indonesia. The success of this merger can be seen from the health of the Bank after the merger. However, referring to previous research, not all companies that merge entities show better results than before merging. In this study, BSI's health was assessed using the Risk Based Bank Rating -RBBR risk approach using NPL and LDR ratios, Good Corporate Governance, ROA, NIM and CAR. The research uses secondary data in the form of financial reports and annual reports of Bank Mandiri Syariah, BNI Syariah and BRI Syariah before the merger (2019-2020) and BSI after the merger (2021-2022). Based on calculations and analysis carried out using RBBR, it shows that there has been an increase in the health of BSM, BNIS and BRIS after the merger into BSI in 2021 which can be seen from an increase in the values ​​of NPF, ROA,CGC, NIM and CAR, but with the exception of FDR. Abstrak : Pemerintah turut berupaya dalam kemajuan Bank syariah di Indonesia melalui keputusan penggabungan tiga anak usaha BUMN menjadi satu entitas yaitu Bank Syariah Indonesia. Keberhasilan merger ini dapat dilihat dari kesehatan Bank setelah merger. Namun, merujuk dari penelitian terdahulu, tidak semua perusahaan yang melakukan penggabungan entitas menunjukkan hasil yang lebih baik dari sebelum bergabung. Pada penelitian ini kesehatan BSI dinilai menggunakan pendekatan resiko Risk Based Bank Rating -RBBR dengan  menggunakan Rasio NPL dan LDR, Good Corporate Governance, ROA, NIM dan CAR. Penelitian menggunakan  data sekunder berupa laporan keuangan dan laporan tahunan Bank Mandiri Syariah, BNI Syariah dan BRI Syariah sebelum merger (tahun 2019-2020) dan BSI setelah merger (tahun 2021-2022). Berdasarkan perhitungan dan analisa yang dilakukan menggunakan RBBR, menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kesehatan pada BSM, BNIS dan BRIS setelah merger menjadi BSI di tahun 2021 yang terlihat dari adanya peningkatan nilai rasio NPF, ROA,CGC, NIM dan CAR, namun terkecuali FDR.
Title: KESEHATAN BANK SYARIAH INDONESIA (BSI) SEBELUM DAN SETELAH MERGER MENGGUNAKAN RISK BASED BANK RATING
Description:
Abstract : The government is also making efforts to advance Islamic banking in Indonesia through the decision to merge three state-owned subsidiaries into one entity, namely Bank Syariah Indonesia.
The success of this merger can be seen from the health of the Bank after the merger.
However, referring to previous research, not all companies that merge entities show better results than before merging.
In this study, BSI's health was assessed using the Risk Based Bank Rating -RBBR risk approach using NPL and LDR ratios, Good Corporate Governance, ROA, NIM and CAR.
The research uses secondary data in the form of financial reports and annual reports of Bank Mandiri Syariah, BNI Syariah and BRI Syariah before the merger (2019-2020) and BSI after the merger (2021-2022).
Based on calculations and analysis carried out using RBBR, it shows that there has been an increase in the health of BSM, BNIS and BRIS after the merger into BSI in 2021 which can be seen from an increase in the values ​​of NPF, ROA,CGC, NIM and CAR, but with the exception of FDR.
Abstrak : Pemerintah turut berupaya dalam kemajuan Bank syariah di Indonesia melalui keputusan penggabungan tiga anak usaha BUMN menjadi satu entitas yaitu Bank Syariah Indonesia.
Keberhasilan merger ini dapat dilihat dari kesehatan Bank setelah merger.
Namun, merujuk dari penelitian terdahulu, tidak semua perusahaan yang melakukan penggabungan entitas menunjukkan hasil yang lebih baik dari sebelum bergabung.
Pada penelitian ini kesehatan BSI dinilai menggunakan pendekatan resiko Risk Based Bank Rating -RBBR dengan  menggunakan Rasio NPL dan LDR, Good Corporate Governance, ROA, NIM dan CAR.
Penelitian menggunakan  data sekunder berupa laporan keuangan dan laporan tahunan Bank Mandiri Syariah, BNI Syariah dan BRI Syariah sebelum merger (tahun 2019-2020) dan BSI setelah merger (tahun 2021-2022).
Berdasarkan perhitungan dan analisa yang dilakukan menggunakan RBBR, menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kesehatan pada BSM, BNIS dan BRIS setelah merger menjadi BSI di tahun 2021 yang terlihat dari adanya peningkatan nilai rasio NPF, ROA,CGC, NIM dan CAR, namun terkecuali FDR.

Related Results

STATUS HUKUM NASABAH BNI SYARIAH SETELAH MERGER MENJADI BANK SYARIAH INDONESIA
STATUS HUKUM NASABAH BNI SYARIAH SETELAH MERGER MENJADI BANK SYARIAH INDONESIA
Abstrak Penelitian ini membahas tentang bagaimana status hukum nasabah BNI Syariah Makassar setelah merger menjadi Bank Syariah Indonesia. Kelahiran Bank Syariah Indonesia, pengga...
Nilai Piutang dan Pembiayaan Tiga Bank Syariah di Indonesia Sebelum dan Sesudah Merger
Nilai Piutang dan Pembiayaan Tiga Bank Syariah di Indonesia Sebelum dan Sesudah Merger
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak merger pada nilai piutang murabahah, piutang istishna’, pembiayaan mudharabah, serta pembiayaan musyarakah pada masing-masing bank ...
Hubungan Kualitas Audit, Komite Audit, dan Dewan Pengawas Syariah terhadap Kinerja Bank Umum Syariah di Indonesia
Hubungan Kualitas Audit, Komite Audit, dan Dewan Pengawas Syariah terhadap Kinerja Bank Umum Syariah di Indonesia
ABSTRAK Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui hubungan kualitas audit, komite audit, dan Dewan Pengawas Syariah (DPS) terhadap kinerja Bank Umum Syariah di Indonesia pada tahun...
Determinants of Islamic Banking Profitability: A Comparative Analysis of Indonesia and Malaysia
Determinants of Islamic Banking Profitability: A Comparative Analysis of Indonesia and Malaysia
ABSTRACT Islamic banking in Indonesia and Malaysia experienced differences in asset growth and market share, potentially causing dissimilarity in profitability performance. This st...
Incidence, Risk Factors, and Outcomes of Candida Bloodstream Infections in Hematological and Oncological Patients
Incidence, Risk Factors, and Outcomes of Candida Bloodstream Infections in Hematological and Oncological Patients
Candida blood stream infections (BSI) in cancer patients are an important source of morbidity and mortality. While antifungal prophylaxis has reduced the overall incidence, it rema...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
DAMPAK DOWNSIZING BANK SYARIAH TERHADAP KINERJA KARYAWAN PERSPEKTIF MAQASHID SYARIAH
DAMPAK DOWNSIZING BANK SYARIAH TERHADAP KINERJA KARYAWAN PERSPEKTIF MAQASHID SYARIAH
Downsizing atau perampingan terus dilakukan oleh Bank Syariah Indonesia (BSI) baik sebelum merger maupun setelah merger. Downsizing dilakukan dengan tujuan untuk mengoptimalkan kin...
The Impact of the Covid-19 Pandemic and Macroeconomics on the Sharia Stock Indexes in Indonesia
The Impact of the Covid-19 Pandemic and Macroeconomics on the Sharia Stock Indexes in Indonesia
ABSTRACT The Covid-19 pandemic has changed economic conditions in various countries, including Indonesia. One of the sectors affected is the capital market sector which can also de...

Back to Top