Javascript must be enabled to continue!
Parameter Genetik dan Potensi Hasil Beberapa Galur Mutan Padi Sawah Beras Hitam
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi hasil dan tingkat homogenitas dalam galur pada beberapa mutan padi sawah beras hitam. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan percobaan di lapangan, berlokasi di Desa Saribaye, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat mulai bulan April sampai dengan bulan Desember 2024. Penelitian menggunakan tujuh genotipe padi, terdiri dari lima galur mutan padi beras hitam generasi kelima serta dua pembanding, yaitu galur G10 (galur asal dari galur yang dimutasi) dan varietas unggul Inpari-32. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat ulangan, sehingga terdapat 28 unit percobaan. Data hasil pengamatan setiap karakter dianalisis keragaman genetik dalam galur menggunakan analisis statistik sederhana dan analisis keragaman (ANOVA) pada taraf nyata 5%, yang dilanjutkan dengan uji lanjut menggunakan Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan tingkat keragaman genetik dalam galur yang berbeda pada karakter daya hasil. Galur G2, G3, dan G5 menunjukkan tingkat homogenitas yang lebih tinggi dibandingkan galur G1 dan G4. Seluruh galur mutan memiliki daya hasil yang sama dengan varietas Inpari-32; sedangkan galur G10 menunjukkan daya hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan mutan G10.
Title: Parameter Genetik dan Potensi Hasil Beberapa Galur Mutan Padi Sawah Beras Hitam
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi hasil dan tingkat homogenitas dalam galur pada beberapa mutan padi sawah beras hitam.
Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan percobaan di lapangan, berlokasi di Desa Saribaye, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat mulai bulan April sampai dengan bulan Desember 2024.
Penelitian menggunakan tujuh genotipe padi, terdiri dari lima galur mutan padi beras hitam generasi kelima serta dua pembanding, yaitu galur G10 (galur asal dari galur yang dimutasi) dan varietas unggul Inpari-32.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat ulangan, sehingga terdapat 28 unit percobaan.
Data hasil pengamatan setiap karakter dianalisis keragaman genetik dalam galur menggunakan analisis statistik sederhana dan analisis keragaman (ANOVA) pada taraf nyata 5%, yang dilanjutkan dengan uji lanjut menggunakan Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf nyata 5%.
Hasil penelitian menunjukkan tingkat keragaman genetik dalam galur yang berbeda pada karakter daya hasil.
Galur G2, G3, dan G5 menunjukkan tingkat homogenitas yang lebih tinggi dibandingkan galur G1 dan G4.
Seluruh galur mutan memiliki daya hasil yang sama dengan varietas Inpari-32; sedangkan galur G10 menunjukkan daya hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan mutan G10.
Related Results
Sosialisasi Manfaat Kesehatan Beras Hitam dan Sistem Tumpangsari Padi dan Kacang Hijau di Desa Taman, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali
Sosialisasi Manfaat Kesehatan Beras Hitam dan Sistem Tumpangsari Padi dan Kacang Hijau di Desa Taman, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali
Tanaman padi beras hitam menghasilkan beras yang warnanya ungu tua sampai hitam akibat kadar anthocyaninnya yang tinggi selain kandungan zat gizi lainnya, sehingga mengkonsumsi nas...
Respon Beberapa Galur Padi Beras Hitam Teknik Budidaya Konvensional terhadap Aplikasi Pupuk Hayati Mikoriza pada Pesemaian
Respon Beberapa Galur Padi Beras Hitam Teknik Budidaya Konvensional terhadap Aplikasi Pupuk Hayati Mikoriza pada Pesemaian
Di lahan sawah sistem tergenang (konvensional), populasi Fungi Mikoriza Arbuskular (FMA) pada umumnya menjadi sangat rendah pasca padi, sehingga tanaman palawija pasca padi sangat ...
PERBANDINGAN SELISIH KADAR GLUKOSA DARAH PUASA DAN DUA JAM POST-PRANDIAL TERHADAP PEMBERIAN NASI BERAS PUTIH, NASI BERAS MERAH, DAN NASI BERAS HITAM PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus L.) GALUR Swiss webster
PERBANDINGAN SELISIH KADAR GLUKOSA DARAH PUASA DAN DUA JAM POST-PRANDIAL TERHADAP PEMBERIAN NASI BERAS PUTIH, NASI BERAS MERAH, DAN NASI BERAS HITAM PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus L.) GALUR Swiss webster
Peningkatan penderita hiperglikemia memerlukan perhatian khusus dalam pendekatan diet agar kadar glukosa tubuh tidak meningkat drastis. Nasi beras merah dan nasi beras hitam memili...
Analisis Keunggulan Komparatif Beras Indonesia
Analisis Keunggulan Komparatif Beras Indonesia
Komoditas beras menjadi sumber pangan utama bagi 95 persen penduduk di Indonesia. Produksi padi tahun 2013 diperkirakan sebesar 70,87 juta ton gabah kering giling (GKG) setara deng...
Analisis Produksi Usahatani Padi Sawah di Desa Bente, Kecamatan Kabawo, Kabupaten Muna
Analisis Produksi Usahatani Padi Sawah di Desa Bente, Kecamatan Kabawo, Kabupaten Muna
Padi sawah merupakan tanaman pangan yang menempati posisi pertama kebutuhan pangan pokok di Indonesia. Kebutuhan pangan pokok beras terus meningkat seiring dengan pertumbuhan jumla...
Perbandingan Kadar Pati pada Beras Merah Dibandingkan dengan Beras Putih Menggunakan Uji Iodida
Perbandingan Kadar Pati pada Beras Merah Dibandingkan dengan Beras Putih Menggunakan Uji Iodida
Diabetes Mellitus adalah penyakit yang ditandai denganĀ peningkatan kadar glukosa di dalam darah, erat kaitannya dengan mengkonsumsi karbohidrat yang berlebihan.
Karbohidrat merup...
Analisis Neraca Beras di Kabupaten Banjar
Analisis Neraca Beras di Kabupaten Banjar
Pemenuhan kebutuhan beras di masa mendatang akan dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berhubungan dengan penawaran dan permintaan beras, baik yang diproduksi sendiri-sendiri maupun ...
Kanvas Model Bisnis Produsen Beras Premium (Studi pada Koperasi Serba Usaha Citra Kinaraya Mlatiharjo)
Kanvas Model Bisnis Produsen Beras Premium (Studi pada Koperasi Serba Usaha Citra Kinaraya Mlatiharjo)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menggambarkan model bisnis yang dijalankan oleh Koperasi Serba Usaha (KSU) Citra Kinaraya khususnya terkait produk beras premium. Meto...

