Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Inkarnasi Sebagai Dasar Pengembangan Kepemimpinan Gembala Sidang Berdasarkan Yohanes 1:14 Dan Filipi 2:5-11

View through CrossRef
Incarnation in writing this journal refers to the figure of the existence of Jesus Christ either personally the Lord Jesus or the work of the Lord Jesus. The essence of incarnation in the Lord Jesus Christ is understood according to John 1:14, the Lord Jesus as God the Son descended into the world to become human and then became the human savior, serving, training and forming human beings who have lost the image and likeness of God, to become similar and likeness to God again. Using a descriptive qualitative method with a literature study approach, it is found that the incarnation as the basis for the development of pastoral leadership based on John 1:14 and Philippians 2:5-11 has the highest motive, commitment, behavior and actions of Jesus, who was incarnated into a human context. Jesus did not become an authoritarian leader, but led with love, humility, integrity and a servant's heart. Jesus' leadership is ministry-based, so nothing is personal gain.AbstrakInkarnasi dalam penulisan jurnal ini menunjuk kepada sosok kepada keberadaan Yesus Kristus baik secara pribadi Tuhan Yesus atau karya Tuhan Yesus. Hakekat inkarnasi dalam diri Tuhan Yesus Kristus dipahami menurut Yohanes 1:14, Tuhan Yesus sebagai Allah Anak turun kedunia menjadi manusia kemudian menjadi juru selamat manusia, melayani, melatih dan membentuk manusia yang kehilangan gambar dan rupa Allah, menjadi kembali serupa dan segambar dengan Allah. Mengunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi literature  didapatka bahwa  inkarnasi sebagai dasar pengembangan kepemimpinan gembala sidang berdasarkan Yohanes 1:14 dan Filipi 2:5-11 memiliki Motif tertinggi, komitmen, perilaku dan tindakan Yesus, yang berinkarnasi ke dalam konteks manusia. Yesus tidak menjadi seseorang pemimpin yang otoriter, melainkan memimpin dengan kasih, kerendahan hati, integritas serta berhati hamba. Kepemimpinan Yesus berbasis pelayanan, sehingga tidak ada hal yang bersifat menguntungkan pribadi.
Title: Inkarnasi Sebagai Dasar Pengembangan Kepemimpinan Gembala Sidang Berdasarkan Yohanes 1:14 Dan Filipi 2:5-11
Description:
Incarnation in writing this journal refers to the figure of the existence of Jesus Christ either personally the Lord Jesus or the work of the Lord Jesus.
The essence of incarnation in the Lord Jesus Christ is understood according to John 1:14, the Lord Jesus as God the Son descended into the world to become human and then became the human savior, serving, training and forming human beings who have lost the image and likeness of God, to become similar and likeness to God again.
Using a descriptive qualitative method with a literature study approach, it is found that the incarnation as the basis for the development of pastoral leadership based on John 1:14 and Philippians 2:5-11 has the highest motive, commitment, behavior and actions of Jesus, who was incarnated into a human context.
Jesus did not become an authoritarian leader, but led with love, humility, integrity and a servant's heart.
Jesus' leadership is ministry-based, so nothing is personal gain.
AbstrakInkarnasi dalam penulisan jurnal ini menunjuk kepada sosok kepada keberadaan Yesus Kristus baik secara pribadi Tuhan Yesus atau karya Tuhan Yesus.
Hakekat inkarnasi dalam diri Tuhan Yesus Kristus dipahami menurut Yohanes 1:14, Tuhan Yesus sebagai Allah Anak turun kedunia menjadi manusia kemudian menjadi juru selamat manusia, melayani, melatih dan membentuk manusia yang kehilangan gambar dan rupa Allah, menjadi kembali serupa dan segambar dengan Allah.
Mengunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi literature  didapatka bahwa  inkarnasi sebagai dasar pengembangan kepemimpinan gembala sidang berdasarkan Yohanes 1:14 dan Filipi 2:5-11 memiliki Motif tertinggi, komitmen, perilaku dan tindakan Yesus, yang berinkarnasi ke dalam konteks manusia.
Yesus tidak menjadi seseorang pemimpin yang otoriter, melainkan memimpin dengan kasih, kerendahan hati, integritas serta berhati hamba.
Kepemimpinan Yesus berbasis pelayanan, sehingga tidak ada hal yang bersifat menguntungkan pribadi.

Related Results

Peran Gembala Mencerminkan Sifat Allah Bagi Kehidupan Jemaat
Peran Gembala Mencerminkan Sifat Allah Bagi Kehidupan Jemaat
Pandangan dan Perdebatan tentang Allah selalu menjadi topik yang sering dibahas, terutama konsep-konsep tentang Allah yang bertentangan dengan Alkitab, yang dimana ada konsep tenta...
VIDEO INFORMASI PERSIAPAN SIDANG TASKRIPSI PADA UNIVERSITAS RAHARJA TANGERANG
VIDEO INFORMASI PERSIAPAN SIDANG TASKRIPSI PADA UNIVERSITAS RAHARJA TANGERANG
Pada era globalisasi sekarang ini, media video informasi sangatlah penting, agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat, fakta dan dapat memberikan wawasan. Perkembangan tekn...
KEPEMIMPINAN DEMOKRASI PADA MADRASAH
KEPEMIMPINAN DEMOKRASI PADA MADRASAH
Tujuan artikel ini untuk menjelaskan tentang kepemimpinan demokratis yang tepat untuk diterapkan di Madrasah. Masalah yang urgen di madrasah saat ini kepemimpinan belum menunjukkan...
Karakteristik Kepemimpinan Hamba Yesus Kristus menurut Filipi 2:5-8
Karakteristik Kepemimpinan Hamba Yesus Kristus menurut Filipi 2:5-8
In His time on earth, Jesus Christ introduced, taught, and practiced a model of leadership that had excellence. For Jesus, a leader is a servant, so leadership is the same as a min...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Hospitalitas Dan Kepemimpinan Yang Handal Dalam Melayani
Hospitalitas Dan Kepemimpinan Yang Handal Dalam Melayani
Seorang pemimpin yang baik melihat pekerjaan sebagai sarana untuk mencapai suatu sasaran yang istimewa. Untuk menjadi pemimpin, kita harus menghargai keterampilan serta keahlian da...
TIPE DAN GAYA KEPEMIMPINAN: SUATU TINJAUAN TEORITIS
TIPE DAN GAYA KEPEMIMPINAN: SUATU TINJAUAN TEORITIS
Tipe dan gaya kepemimpinan sangat berkaitan dengan norma perilaku pada diri seseorang saat mempengaruhi mempengaruhi perilaku orang lain. Tipe dan gaya kepemimpinan  memiliki berb...

Back to Top