Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Interpretasi dan Kontekstualisasi Kalimat Larangan dalam Alquran

View through CrossRef
Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengetahui pengertian, bentuk, makna, dan kaidah dari nahy. Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah metode kepustakaan. Metode analisis data yang digunakan yakni metode analisis isi dengan unsur interpretasi dan deskripsi. Dalam tulisan ini ditemukan hasil berdasarkan pada pembacaan terhadap kitab-kitab yang memuat perihal makna-makna kalimat larangan bahwa nahy adalah meninggalkan suatu perbuatan karena haram atau makruh dari pihak yang lebih tinggi. Sedangkan bentuk dari larangan atau nahy sangat beragam. Di antara ragam shigat atau bentuk nahy yakni berupa fi’il mudhari’ yang didahului oleh la nahy, berupa nafi, berupa fi’il amr yang menunjukkan sebuah larangan, berupa fi’il dari kata nahy, berupa bentuk pernyataan menggunakan kalam khabariyah. Di samping makna nahy adalah pelarangan, namun terkadang bisa berubah makna menjadi: do’a, karohah, ihtiqar/ya’s, irsyad, dawam, bayanul aqibah, tamanny, tahdid, tubikh, i’tinas, dan iltimas. Sedangkan kaidah nahy meliputi: pertama, makna awal dari nahy adalah pengharaman, seketika dan langgeng; kedua, ketika bentuk pelarangan merupakan perkara yang tidak mungkin dihindari maka memuat dilalah atas nahy yang diharuskan menjahui; ketiga, ketika ada pelarangan secara global maka berlaku untuk keseluruhannya; keempat, ada pelarangan berbentuk kalam khabar; dan kelima, nahy menunjukkan kemafsadat-an.
Title: Interpretasi dan Kontekstualisasi Kalimat Larangan dalam Alquran
Description:
Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengetahui pengertian, bentuk, makna, dan kaidah dari nahy.
Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah metode kepustakaan.
Metode analisis data yang digunakan yakni metode analisis isi dengan unsur interpretasi dan deskripsi.
Dalam tulisan ini ditemukan hasil berdasarkan pada pembacaan terhadap kitab-kitab yang memuat perihal makna-makna kalimat larangan bahwa nahy adalah meninggalkan suatu perbuatan karena haram atau makruh dari pihak yang lebih tinggi.
Sedangkan bentuk dari larangan atau nahy sangat beragam.
Di antara ragam shigat atau bentuk nahy yakni berupa fi’il mudhari’ yang didahului oleh la nahy, berupa nafi, berupa fi’il amr yang menunjukkan sebuah larangan, berupa fi’il dari kata nahy, berupa bentuk pernyataan menggunakan kalam khabariyah.
Di samping makna nahy adalah pelarangan, namun terkadang bisa berubah makna menjadi: do’a, karohah, ihtiqar/ya’s, irsyad, dawam, bayanul aqibah, tamanny, tahdid, tubikh, i’tinas, dan iltimas.
Sedangkan kaidah nahy meliputi: pertama, makna awal dari nahy adalah pengharaman, seketika dan langgeng; kedua, ketika bentuk pelarangan merupakan perkara yang tidak mungkin dihindari maka memuat dilalah atas nahy yang diharuskan menjahui; ketiga, ketika ada pelarangan secara global maka berlaku untuk keseluruhannya; keempat, ada pelarangan berbentuk kalam khabar; dan kelima, nahy menunjukkan kemafsadat-an.

Related Results

Analisis Kontrastif Struktur Kalimat Bahasa Arab dan Bahasa Bugis
Analisis Kontrastif Struktur Kalimat Bahasa Arab dan Bahasa Bugis
 هذه الأطروحة تبحث عن تحليل التقابلى فى تركيب جمل اللغة العربية و اللغة البوغيسية ، خاصة في أنماط  و أنواع جمل اللغة العربية  و اللغة البوغيسية. هذه الأطروحة تهدف إلى: 1) وصف أنماط...
KALIMAT BAHASA SUNDA DALAM TEKS PROSA SUNDA KUNO ABAD KE-16 (Analisis Struktur dan Semantis)
KALIMAT BAHASA SUNDA DALAM TEKS PROSA SUNDA KUNO ABAD KE-16 (Analisis Struktur dan Semantis)
Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis struktur kalimat dengan menggunakan pendekatan tagmémik. Sumber data diambil dari transliterasi teks Carita Parahiyangan yang mema...
KALIMAT MINOR PADA DIALOG NOVEL UTARA KARYA BAYU PERMANA: KAJIAN SASTRA
KALIMAT MINOR PADA DIALOG NOVEL UTARA KARYA BAYU PERMANA: KAJIAN SASTRA
Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan kalimat minor pada dialog novel Utara karya Bayu Permana. Aspek-aspek yang di deskripsikan adalah jenis kalimat minor d...
KALIMAT IMPERATIF BAHASA INDONESIA PADA VIDEO TUTORIAL: KASUS YOUTUBER RANIE DWI KARLINA
KALIMAT IMPERATIF BAHASA INDONESIA PADA VIDEO TUTORIAL: KASUS YOUTUBER RANIE DWI KARLINA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis kalimat imperatif dalam video “Daily Make Up” dan wujud kalimat imperatif dalam video “Daily Make Up. Jenis penelitian ini adal...
ANALISIS KEEFEKTIFAN KALIMAT DALAM MAJALAH WARTA USK
ANALISIS KEEFEKTIFAN KALIMAT DALAM MAJALAH WARTA USK
ABSTRAK Penelitian analisis keefektifan kalimat dalam majalah Warta USK ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk kalimat tidak efektif yang terdapat di dalam majalah Warta USK....
Dimensi Sintaksis dan Semantik Partikel Euy dalam Novel Budak Teuneung Karya Samseodi
Dimensi Sintaksis dan Semantik Partikel Euy dalam Novel Budak Teuneung Karya Samseodi
Partikel euy merupakan salah satu partikel fatis dalam bahasa Sunda. Partikel ini, sebagaimana partikel fatis lain, tidak memiliki fungsi sintaksis dalam kalimat, yakni sebagai uns...
ANALISIS JENIS KALIMAT IMPERATIF DALAM NOVEL MATAHARI KARYA TERE LIYE
ANALISIS JENIS KALIMAT IMPERATIF DALAM NOVEL MATAHARI KARYA TERE LIYE
Analisis Jenis Kalimat Imperatif dalam Novel Matahari karya Tere Liye menggunakan metode deskriptif kualitatif teknik pengumpulan data penelitian yaitu simak catat dan dokumentasi ...
ANALISIS KALIMAT MAJEMUK BAHASA INDONESIA DALAM TEKS ILMIAH SEBAGAI BAHAN PENGAYAAN MATA KULIAH SINTAKSIS
ANALISIS KALIMAT MAJEMUK BAHASA INDONESIA DALAM TEKS ILMIAH SEBAGAI BAHAN PENGAYAAN MATA KULIAH SINTAKSIS
Penelitian ini dilakukan untuk mewujudkan bahan pembelajaran berbasis penelitian. Yang dimaksudkan bahan pembelajaran berbasis penelitian adalah bahan pembelajaran yang dikembangka...

Back to Top