Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Cara Pemimpin Perempuan dalam Mengelola Konflik di Organisasi Kemahasiswaan

View through CrossRef
Abstrak Tujuan dari adanya organisasi kemahasiswaan adalah memperluas wawasan, ilmu dan pengetahuan, membentuk kepribadian, dan mengembangkan keterampilan (softskill) baik kepemimpinan (leadership), manajerial, dan komunikasi. Dalam dinamikanya, setiap organisasi pasti memiliki konflik, begitu pula dengan organisasi kemahasiswaan. Mengelola konflik merupakan tugas dari pemimpin. Karakteristik tipe pemimpin juga akan berpengaruh terhadap cara yang digunakan untuk mengelola konflik. Hal ini mungkin juga terjadi pada karakteristik pemimpin laki-laki dan peerempuan dalam mengelola konflik organisasi. Penelitian studi pustaka ini akan mendeskripsikan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi cara pemimpin perempuan dalam mengelola konflik dan cara-cara pemimpin perempuan dalam mengelola konflik. Faktor pendukung meliputi: 1) kepribadian perempuan yang yang perhatian, baik, supel, berperasaan, dan demokratis. 2) sifat perempuan yang kritis, teliti, dan detail, 3) kemampuan komunikasi perempuan yang efektif, 4) sensitivitas perempuan, dan 5) motivasi belajar serta bekerja perempuan yang tinggi. Faktor penghambat meliputi: 1) kuatnya budaya patriarki dan ajaran agama, 2) peran ganda yang dimiliki perempuan, 3) pendidikan perempuan yang cenderung masih lebih rendah 4) kurangnya dukungan keluarga atau kerabat dekat, 5) kurangnya pengalaman organisasi, 6) sikap perempuan yang kurang tegas. kecenderungan gaya kepemimpinan perempuan adalah transformatif, demokratis, dan partisipatif. Sehingga dengan gaya kepemimpinan tersebut perempuan cenderung menggunakan gaya kolaboratif, kerjasama, dan kompromi dalam pengelolaan konflik. Selain itu perempuan cenderung lebih reaktif dalam menyikapi peran gandanya. Kata Kunci: Pemimpin Perempuan, Pengelolaan Konflik, Organisasi Mahasiswa   Abstract The purpose of the student organization is to broaden insight, shape personality, develop soft skills, leadership, managerial, and communication. In its dynamics, every organization must have conflicts, as well as student organizations. Managing conflict is a leader’s job. Characteristics of the leader will also affect the way used to manage conflict. This may also occur in the characteristics of male and female leaders in managing organizational conflict. This study will describe the factors that influence the ways women leaders manage conflict. Supporting factors include: 1) the personality of women who are considetae, kind, sociable, emotional, and democratic. 2) women’s critical, thorough, and detailed nature, 3) women’s effective communication skills, 4) women’s sensitivity, and 5) women’s high motivation to study and work. Inhibiting factors include: 1) strong of patriarchal cultur and religious, 2) women’s dual roles, 3) women’s education which tends to be lower, 4) lack of support from family or close relatives, 5) lack of organizational experiences, 6) attitude of women’s who lack of firm. The trend of womens’s leadership style is transformative, democratic, and participatory. So with this leadership style, women tend to use a collaborative, cooperative, and compromise style in conflict management. In addition, women tend to be more reactive in responding to their dual roles. Keywords: Women Leaders, Conflict Management, Student Organizations.
Title: Cara Pemimpin Perempuan dalam Mengelola Konflik di Organisasi Kemahasiswaan
Description:
Abstrak Tujuan dari adanya organisasi kemahasiswaan adalah memperluas wawasan, ilmu dan pengetahuan, membentuk kepribadian, dan mengembangkan keterampilan (softskill) baik kepemimpinan (leadership), manajerial, dan komunikasi.
Dalam dinamikanya, setiap organisasi pasti memiliki konflik, begitu pula dengan organisasi kemahasiswaan.
Mengelola konflik merupakan tugas dari pemimpin.
Karakteristik tipe pemimpin juga akan berpengaruh terhadap cara yang digunakan untuk mengelola konflik.
Hal ini mungkin juga terjadi pada karakteristik pemimpin laki-laki dan peerempuan dalam mengelola konflik organisasi.
Penelitian studi pustaka ini akan mendeskripsikan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi cara pemimpin perempuan dalam mengelola konflik dan cara-cara pemimpin perempuan dalam mengelola konflik.
Faktor pendukung meliputi: 1) kepribadian perempuan yang yang perhatian, baik, supel, berperasaan, dan demokratis.
2) sifat perempuan yang kritis, teliti, dan detail, 3) kemampuan komunikasi perempuan yang efektif, 4) sensitivitas perempuan, dan 5) motivasi belajar serta bekerja perempuan yang tinggi.
Faktor penghambat meliputi: 1) kuatnya budaya patriarki dan ajaran agama, 2) peran ganda yang dimiliki perempuan, 3) pendidikan perempuan yang cenderung masih lebih rendah 4) kurangnya dukungan keluarga atau kerabat dekat, 5) kurangnya pengalaman organisasi, 6) sikap perempuan yang kurang tegas.
kecenderungan gaya kepemimpinan perempuan adalah transformatif, demokratis, dan partisipatif.
Sehingga dengan gaya kepemimpinan tersebut perempuan cenderung menggunakan gaya kolaboratif, kerjasama, dan kompromi dalam pengelolaan konflik.
Selain itu perempuan cenderung lebih reaktif dalam menyikapi peran gandanya.
Kata Kunci: Pemimpin Perempuan, Pengelolaan Konflik, Organisasi Mahasiswa   Abstract The purpose of the student organization is to broaden insight, shape personality, develop soft skills, leadership, managerial, and communication.
In its dynamics, every organization must have conflicts, as well as student organizations.
Managing conflict is a leader’s job.
Characteristics of the leader will also affect the way used to manage conflict.
This may also occur in the characteristics of male and female leaders in managing organizational conflict.
This study will describe the factors that influence the ways women leaders manage conflict.
Supporting factors include: 1) the personality of women who are considetae, kind, sociable, emotional, and democratic.
2) women’s critical, thorough, and detailed nature, 3) women’s effective communication skills, 4) women’s sensitivity, and 5) women’s high motivation to study and work.
Inhibiting factors include: 1) strong of patriarchal cultur and religious, 2) women’s dual roles, 3) women’s education which tends to be lower, 4) lack of support from family or close relatives, 5) lack of organizational experiences, 6) attitude of women’s who lack of firm.
The trend of womens’s leadership style is transformative, democratic, and participatory.
So with this leadership style, women tend to use a collaborative, cooperative, and compromise style in conflict management.
In addition, women tend to be more reactive in responding to their dual roles.
Keywords: Women Leaders, Conflict Management, Student Organizations.

Related Results

Manajemen Konflik dan Upaya Penanganan Konflik dalam Organisasi Pendidikan di Sekolah
Manajemen Konflik dan Upaya Penanganan Konflik dalam Organisasi Pendidikan di Sekolah
Sebuah organisasi memiliki berbagai komponen yang saling bergantung dalam mengerjakan tugasnya masing-masing. Tujuan organisasi sendiri yaitu sebagai wadah dalam mencapai suatu kei...
Edu Sociata Gender dan Kemahasiswaan
Edu Sociata Gender dan Kemahasiswaan
Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlibatan perempuan dalam organisasi kemahasiswaan yang meliputi BEM, LDK, GONG dan organisasi jurusan HMPS, dima...
STRATEGI PENYELESAIAN KONFLIK DALAM ORGANISASI
STRATEGI PENYELESAIAN KONFLIK DALAM ORGANISASI
Keberadaan konflik dalam organisasi tidak dapat dihindarkan, konflik selalu hadir pada setiap kehidupan organisasi, baik organisasi kecil maupun organisasi bersekala besar. Hal ini...
Konflik para Rasul: konflik Paulus dan Barnabas (Kisah Para Rasul 15:35-41) serta implementasinya dengan Perpecahan Gereja
Konflik para Rasul: konflik Paulus dan Barnabas (Kisah Para Rasul 15:35-41) serta implementasinya dengan Perpecahan Gereja
Abstrak: konflik adalah suatu hal yang kerap kali terjadi dalam kehidupan bermasyarakat. Konflik tidak hanya terjadi dalam kemasyarakatan tetapi juga terjadi dalam kehidupan berjem...
Peran Perempuan dalam Organisasi Aisyiyah
Peran Perempuan dalam Organisasi Aisyiyah
Peran perempuan adalah serangkaian perilaku yang diharapkan sesuai dengan posisi sosial yang diberikan kepada perempuan. Peran adalah yang harus dilakukan perempuan dalam suatu sit...
Perlukah Tata Kelola Pengelolaan Dana Kemahasiswaan Dilakukan?
Perlukah Tata Kelola Pengelolaan Dana Kemahasiswaan Dilakukan?
Fenomena terjadinya normalisasi kecurangan dana kemahasiswaan di Lembaga Kemahasiswaan Fakultas menunjukkan terjadinya indikasi praktik kecurangan di Lembaga Kemahasiswaan. Penelit...
GENDER DAN PERILAKU MEMILIH: SEBUAH KAJIAN PSIKOLOGI POLITIK
GENDER DAN PERILAKU MEMILIH: SEBUAH KAJIAN PSIKOLOGI POLITIK
There are interesting developments of political psychology, particularly in the effort of women in politics arena. Until the mid-year 2007, at least 82 women were recorded followin...
PENTINGNYA MANAJEMEN KONFLIK DALAM ORGANISASI
PENTINGNYA MANAJEMEN KONFLIK DALAM ORGANISASI
Artikel ini membahas pentingnya manajemen konflik dalam organisasi. Organisasi merupakan sebuah kelompok yang terdiri dari berbagai macam individu dengan latar belakang, watak maup...

Back to Top