Javascript must be enabled to continue!
Ruminasi terhadap Ideasi Bunuh Diri pada Pelajar SMA Negeri di Kabupaten Gunungkidul: Studi Korelasional
View through CrossRef
Tingginya ideasi bunuh diri di kalangan pelajar menuntut pemahaman faktor psikologis yang berkontribusi, khususnya ruminasi sebagai prediktor utama. Penelitian ini mengkaji pengaruh ruminasi terhadap ideasi bunuh diri pada pelajar SMA Negeri di Kabupaten Gunungkidul. Penelitian korelasional ini melibatkan 325 pelajar berusia 15-18 tahun dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner Ruminative Response Scale (RRS) dan Suicidal Ideation Questionnaire (SIQ-15). Analisis data menggunakan regresi linier sederhana menunjukkan pengaruh signifikan ruminasi terhadap ideasi bunuh diri (p < 0.05) dengan koefisien korelasi r = 0,496 dan kontribusi R² sebesar 24,6%. Persamaan regresi Y = −14.167 + 0.671X dengan demikian, persamaan regresi ini dapat digunakan untuk memprediksi tingkat ideasi bunuh diri apabila variabel ruminasi diketahui. Nilai konstanta sebesar –14.167 menunjukkan nilai dasar ideasi bunuh diri ketika skor ruminasi adalah nol. Temuan ini menekankan pentingnya peran guru bimbingan dan konseling dalam deteksi dini ruminasi untuk pencegahan ideasi bunuh diri. Guru Bimbingan dan Konseling (BK) berperan dalam memberikan dukungan kesehatan mental pelajar. Layanan BK perlu diperkuat dalam pencegahan ideasi bunuh diri melalui deteksi dan intervensi untuk mengatasi ruminasi, guna menciptakan sekolah yang lebih responsif terhadap kesehatan mental pelajar.
Kata Kunci: bimbingan konseling, ideasi bunuh diri, kesehatan mental, remaja, ruminasi
Universitas PGRI Yogyakarta
Title: Ruminasi terhadap Ideasi Bunuh Diri pada Pelajar SMA Negeri di Kabupaten Gunungkidul: Studi Korelasional
Description:
Tingginya ideasi bunuh diri di kalangan pelajar menuntut pemahaman faktor psikologis yang berkontribusi, khususnya ruminasi sebagai prediktor utama.
Penelitian ini mengkaji pengaruh ruminasi terhadap ideasi bunuh diri pada pelajar SMA Negeri di Kabupaten Gunungkidul.
Penelitian korelasional ini melibatkan 325 pelajar berusia 15-18 tahun dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner Ruminative Response Scale (RRS) dan Suicidal Ideation Questionnaire (SIQ-15).
Analisis data menggunakan regresi linier sederhana menunjukkan pengaruh signifikan ruminasi terhadap ideasi bunuh diri (p < 0.
05) dengan koefisien korelasi r = 0,496 dan kontribusi R² sebesar 24,6%.
Persamaan regresi Y = −14.
167 + 0.
671X dengan demikian, persamaan regresi ini dapat digunakan untuk memprediksi tingkat ideasi bunuh diri apabila variabel ruminasi diketahui.
Nilai konstanta sebesar –14.
167 menunjukkan nilai dasar ideasi bunuh diri ketika skor ruminasi adalah nol.
Temuan ini menekankan pentingnya peran guru bimbingan dan konseling dalam deteksi dini ruminasi untuk pencegahan ideasi bunuh diri.
Guru Bimbingan dan Konseling (BK) berperan dalam memberikan dukungan kesehatan mental pelajar.
Layanan BK perlu diperkuat dalam pencegahan ideasi bunuh diri melalui deteksi dan intervensi untuk mengatasi ruminasi, guna menciptakan sekolah yang lebih responsif terhadap kesehatan mental pelajar.
Kata Kunci: bimbingan konseling, ideasi bunuh diri, kesehatan mental, remaja, ruminasi.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Hubungan Gangguan Psikosomatis dengan Ideasi Bunuh Diri Pada Pelajar SMA di Kabupaten Bantul: Studi Korelasional
Hubungan Gangguan Psikosomatis dengan Ideasi Bunuh Diri Pada Pelajar SMA di Kabupaten Bantul: Studi Korelasional
Bunuh diri merupakan penyebab kematian kedua pada remaja usia 10–19 tahun di dunia, dengan kasus yang terus meningkat di Indonesia (WHO, 2018). Hampir 47% kasus bunuh diri dalam 10...
Gambaran Ide Bunuh Diri pada Mahasiswa di Kota Bandung
Gambaran Ide Bunuh Diri pada Mahasiswa di Kota Bandung
Abstract. College students are one of the populations that have a risk of suicide. As a first step towards suicide attempts and actual suicide, suicidal ideation is considered a si...
Fenomena Kasus Bunuh Diri akibat Ijime pada Anak SMP di Jepang
Fenomena Kasus Bunuh Diri akibat Ijime pada Anak SMP di Jepang
Ijime adalah sebuah fenomena yang terbentuk akibat ditemukannya fenomena seseorang yang mem-bully dan seseorang yang menjadi korban dari ijime tersebut. Di Jepang, ijime menjadi sa...
Pappaseng Tellu Riala Sappo: Resiliensi Remaja Penyintas Bunuh Diri Di Kota Daeng Dalam Perspektif Teori Grotberg
Pappaseng Tellu Riala Sappo: Resiliensi Remaja Penyintas Bunuh Diri Di Kota Daeng Dalam Perspektif Teori Grotberg
Abstrak: Remaja penyintas bunuh diri merupakan remaja yang pernah berniat dan mencoba bunuh diri namun berhasil selamat dan bisa bertahan sampai sekarang. Resiliensi merupakan kema...
Gambaran Ideasi Bunuh Diri
Gambaran Ideasi Bunuh Diri
Bunuh diri menjadi isu yang semakin sering disorot dalam beberapa tahun terakhir, namun perhatian terhadap fenomena ini pada lansia masih minim, khususnya di media. Laporan menunju...
Faktor Protektif Ide Bunuh Diri Remaja
Faktor Protektif Ide Bunuh Diri Remaja
Bunuh diri menjadi salah satu isu kesehatan mental pada remaja. Faktor pendorong bunuh diri berasal dari adanya ide bunuh diri. Faktor protektif dapat menjadi hal yang dapat menceg...
Peran Spiritualitas dalam Mempengaruhi Resiko Perilaku Bunuh Diri: A Literature Review
Peran Spiritualitas dalam Mempengaruhi Resiko Perilaku Bunuh Diri: A Literature Review
Bunuh diri merupakan salah satu penyebab kematian yang kerap terjadi pada individu yang memiliki masalah gangguan mental. Bunuh diri dapat berawal dari depresi yang terjadi dalam d...

