Javascript must be enabled to continue!
KARAKTERISTIK FASAD PADA BANGUNAN GEREJA SANTO YUSUF CIREBON
View through CrossRef
Kota Cirebon merupakan daerah pesisir pantai utara jawa yang memiliki jalur pelabuhan sebagai tempat kegiatan perdagangan bangsa Indonesia dengan bangsa asing. Salah satunya yakni bangsa Eropa. Pada masa jajahannya, bangsa Eropa membangun rumah, kantor pemerintahan, tempat ibadah serta pemukiman sehingga terbentuk suatu tatanan kota kamp-kamp bangunan Kolonial, seperti yang tampak pada kawasan Jl. Yos Sudarso terdapat beberapa bangunan peninggalan Kolonial yang menjadi karakteristik fasad bangunan Kolonial pada kawasan tersebut. Jl Yos Sudarso memiliki karakteristik fasad sebagai bangunan bersejarah pada masa kolonial, sehingga karakteristik fasad ini dinilai sebagai penentu gaya arsitektur terhadap suatu bangunan. Menurut Rob Krier (2001:122) fasad merupakan bagian depan yang yang menghadap jalan serta pada bagian belakang sebagai ruang eksterior semipublik atau ruang eksterior pribadi. Fasad juga merupakan penyampaian budaya saat bangunan itu dibangun serta mengungkapkan kriteria tatanan, penataan dan memberikan kreativitas dalam ornamentasi serta dekorasi. Pada Penelitian ini menggunakan metode penetilian kualitatif yang bersifat deskriptif, yakni mendeskripsikan atau menjelaskan penelitian dengan fakta apa adanya. Serta teknik pengumpulan data diperoleh melalui data primer dan data sekunder. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa bangunan Gereja Santo Yusuf memiliki karakteristik terhadap bangunan kolonial dengan penggunaan gewel di atas bangunan yang berbentuk segitiga.
Prodi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon
Title: KARAKTERISTIK FASAD PADA BANGUNAN GEREJA SANTO YUSUF CIREBON
Description:
Kota Cirebon merupakan daerah pesisir pantai utara jawa yang memiliki jalur pelabuhan sebagai tempat kegiatan perdagangan bangsa Indonesia dengan bangsa asing.
Salah satunya yakni bangsa Eropa.
Pada masa jajahannya, bangsa Eropa membangun rumah, kantor pemerintahan, tempat ibadah serta pemukiman sehingga terbentuk suatu tatanan kota kamp-kamp bangunan Kolonial, seperti yang tampak pada kawasan Jl.
Yos Sudarso terdapat beberapa bangunan peninggalan Kolonial yang menjadi karakteristik fasad bangunan Kolonial pada kawasan tersebut.
Jl Yos Sudarso memiliki karakteristik fasad sebagai bangunan bersejarah pada masa kolonial, sehingga karakteristik fasad ini dinilai sebagai penentu gaya arsitektur terhadap suatu bangunan.
Menurut Rob Krier (2001:122) fasad merupakan bagian depan yang yang menghadap jalan serta pada bagian belakang sebagai ruang eksterior semipublik atau ruang eksterior pribadi.
Fasad juga merupakan penyampaian budaya saat bangunan itu dibangun serta mengungkapkan kriteria tatanan, penataan dan memberikan kreativitas dalam ornamentasi serta dekorasi.
Pada Penelitian ini menggunakan metode penetilian kualitatif yang bersifat deskriptif, yakni mendeskripsikan atau menjelaskan penelitian dengan fakta apa adanya.
Serta teknik pengumpulan data diperoleh melalui data primer dan data sekunder.
Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa bangunan Gereja Santo Yusuf memiliki karakteristik terhadap bangunan kolonial dengan penggunaan gewel di atas bangunan yang berbentuk segitiga.
Related Results
Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
MUSIK GEREJA DAN HYMNE A.Musik GerejaMusik gereja adalah penggunaan musik yang berkembang dan digunakan di gereja musik sangat penting dalam ibadah gereja, karena sebagian besar ke...
SIMBOLISASI PENGGUNAAN ORNAMEN PADA ELEMEN FASAD GEREJA SANTO YUSUF
SIMBOLISASI PENGGUNAAN ORNAMEN PADA ELEMEN FASAD GEREJA SANTO YUSUF
Cirebon memiliki banyak cagar budaya salah satunya yaitu Gereja Santo Yusuf. Gereja Santo Yusuf menjadi gereja katolik tertua se-Jawa Barat yang menjadi salah satu ikon di kota Cir...
POLA GEOMETRI PADA MASSA BANGUNAN GEREJA SANTO YUSUF CIREBON
POLA GEOMETRI PADA MASSA BANGUNAN GEREJA SANTO YUSUF CIREBON
Gereja Santo Yusuf adalah sebuah banguanan kuno yang berada di Jl. Yos Sudarso, Kota Cirebon. Didirikan pada tahun 1878 oleh Louis Theodore Gonsalves, pemilik Pabrik Gula di pulau ...
Analisis Konsumsi Daya Listrik Pada Kereta Penumpang Kelas Eksekutif Argo Cirebon (Studi Pada PT. Kereta Api Indonesia Daop 1 Jakarta)
Analisis Konsumsi Daya Listrik Pada Kereta Penumpang Kelas Eksekutif Argo Cirebon (Studi Pada PT. Kereta Api Indonesia Daop 1 Jakarta)
ABSTRACT
The purpose of this study is to conduct a study of the total electricity consumption on the Argo Cirebon executive class train, and to find out the number of passeng...
Gereja Visioner Panggilan Memuridkan “Bangsa”
Gereja Visioner Panggilan Memuridkan “Bangsa”
A visionary church is the dream of every pastor and church congregation, but in the current reality the church is not doing what it wants and expected so that the visionary church...
KARAKTER FASAD BANGUNAN TERMINAL PENUMPANG BANDAR UDARA INTERNASIONAL SOEKARNO HATTA
KARAKTER FASAD BANGUNAN TERMINAL PENUMPANG BANDAR UDARA INTERNASIONAL SOEKARNO HATTA
ABSTRAK. Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta merupakan pintu gerbang ke berbagai negara/daerah maka bentuk bangunan terminal penumpang dapat memberikan ciri khas atau iden...
ARSITEKTUR KONTEKSTUAL PADA RANCANGAN BANGUNAN GALERI NASIONAL INDONESIA
ARSITEKTUR KONTEKSTUAL PADA RANCANGAN BANGUNAN GALERI NASIONAL INDONESIA
Pada tahun 2013, Galeri Nasional Indonesia bersama dengan Ikatan Arsitek Indonesia Jakarta menggagas pengembangan bangunan Galeri Nasional Indonesia bersamaan dengan rencana utama ...
Dampak Tingkat Pendidikan Teologi Pelayanan di GKII Daerah Kayan
Dampak Tingkat Pendidikan Teologi Pelayanan di GKII Daerah Kayan
Tujuan penelitian yang terkait dengan tingkat pendidikan tergambarnya paradigma umum tentang tugas dan fungsi Pekerja Gereja dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas penatalayan ...

