Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pemisahan Surfaktan Anionik dari Air Limbah Deterjen Menggunakan Biokogulan Biji Kelor ( Moringa Oliefera L.)

View through CrossRef
Air limbah deterjen umumnya mengandung senyawa aktif surfaktan anionik. Pembuangan limbah ini langsung ke lingkungan dapat mengganggu biota perairan dan menurunan kualitas tanah serta memiliki efek karsinogenik jika manusia terpapar dalam jangka waktu yang lama. Tujuan penelitian ini untuk menentukan dosis biokoagulan Moringa Oliefera L. (MO) yang efektif untuk menurunkan kadar surfaktan (LAS) pada air limbah deterjen dan mengetahui pengaruh jenis air (air koagulasi, air limbah deterjen dan air keran) terhadap perkecambahan Vigna Radiata.  Hasil analisis diperoleh dosis optimum dengan penambahan biokoagulan biji kelor 2000 mg/L dengan persentase penyisihan LAS sebesar 96%. Selain itu, uji pengaruh jenis air terhadap perkecambahan  kacang hijau diperoleh tinggi batang dan luas daun yang disiram air hasil koagulasi (25,9 cm  dan 14,1 cm2) lebih baik dibandingkan dengan air keran (24,3 cm dan 10,99 cm2) dan air deterjen (24,6 cm dan 9,6 cm2).  Namun  hasil uji Anova menunjukkan dampak konsentrasi LAS pada air tidak ada perbedaan nyata. Kata Kunci: koagulan, biji kelor, air limbah deterjen, LAS   ABSTRACT Removal of Surfactant Anionik From Detergent Wastewater By Biocoagulant Moringa Oleifera Seeds Detergent wastewater commonly have surfaktan anionic as active agent. Disposal of this wastewater directly into the environment can disrupt aquatic biota and reduce soil quality as well as have carcinogenic effects if humans are exposed to it for a long period of time. The aim of this research is determined optimum dosages Moringa oleifera L. (MO) as biocoagulant to remove LAS from laundry wastewater and evaluate the effect of coagulation water, detergent wastewater and tap water to Vigna radiata germination. The result show that optimum dosages of Moringa oleifera L. is 2000 mg/L which could remove 96% of LAS in sample. Moreover, the study of the influence water to Vigna radiata germination show the lenght of steam and leaf by coagulation water ((25,9 cm and 14,1 cm2) better than coagulation water (24,3 cm and 10,99 cm2) and tap water (24,6 cm and 9,6 cm2). However, the result anova test show that the effect of LAS concentration in water is not significant.   Keyword: coagulant, Moringa oleifera, detergent wastewater, LAS    
Title: Pemisahan Surfaktan Anionik dari Air Limbah Deterjen Menggunakan Biokogulan Biji Kelor ( Moringa Oliefera L.)
Description:
Air limbah deterjen umumnya mengandung senyawa aktif surfaktan anionik.
Pembuangan limbah ini langsung ke lingkungan dapat mengganggu biota perairan dan menurunan kualitas tanah serta memiliki efek karsinogenik jika manusia terpapar dalam jangka waktu yang lama.
Tujuan penelitian ini untuk menentukan dosis biokoagulan Moringa Oliefera L.
(MO) yang efektif untuk menurunkan kadar surfaktan (LAS) pada air limbah deterjen dan mengetahui pengaruh jenis air (air koagulasi, air limbah deterjen dan air keran) terhadap perkecambahan Vigna Radiata.
  Hasil analisis diperoleh dosis optimum dengan penambahan biokoagulan biji kelor 2000 mg/L dengan persentase penyisihan LAS sebesar 96%.
Selain itu, uji pengaruh jenis air terhadap perkecambahan  kacang hijau diperoleh tinggi batang dan luas daun yang disiram air hasil koagulasi (25,9 cm  dan 14,1 cm2) lebih baik dibandingkan dengan air keran (24,3 cm dan 10,99 cm2) dan air deterjen (24,6 cm dan 9,6 cm2).
  Namun  hasil uji Anova menunjukkan dampak konsentrasi LAS pada air tidak ada perbedaan nyata.
Kata Kunci: koagulan, biji kelor, air limbah deterjen, LAS   ABSTRACT Removal of Surfactant Anionik From Detergent Wastewater By Biocoagulant Moringa Oleifera Seeds Detergent wastewater commonly have surfaktan anionic as active agent.
Disposal of this wastewater directly into the environment can disrupt aquatic biota and reduce soil quality as well as have carcinogenic effects if humans are exposed to it for a long period of time.
The aim of this research is determined optimum dosages Moringa oleifera L.
(MO) as biocoagulant to remove LAS from laundry wastewater and evaluate the effect of coagulation water, detergent wastewater and tap water to Vigna radiata germination.
The result show that optimum dosages of Moringa oleifera L.
is 2000 mg/L which could remove 96% of LAS in sample.
Moreover, the study of the influence water to Vigna radiata germination show the lenght of steam and leaf by coagulation water ((25,9 cm and 14,1 cm2) better than coagulation water (24,3 cm and 10,99 cm2) and tap water (24,6 cm and 9,6 cm2).
However, the result anova test show that the effect of LAS concentration in water is not significant.
  Keyword: coagulant, Moringa oleifera, detergent wastewater, LAS    .

Related Results

PENGARUH INJEKSI SURFAKTAN DAN POLIMER PADA RECOVERY FACTOR MINYAK SUMUR ASL
PENGARUH INJEKSI SURFAKTAN DAN POLIMER PADA RECOVERY FACTOR MINYAK SUMUR ASL
Pengembangan teknologi proses produksi surfaktan MES (Metil Ester Sulfonat) dari minyak sawit untuk aplikasi EOR/IOR pada lapangan ASL telah dilakukan sebelumnya melalui penelitian...
Analisis Kadar Surfaktan Anionik Pada Air Sungai Martapura Dengan Metode Spektrofotometri Visible
Analisis Kadar Surfaktan Anionik Pada Air Sungai Martapura Dengan Metode Spektrofotometri Visible
Latar Belakang : Surfaktan anionik berasal dari deterjen yang digunakan untuk mencuci pakaian di industri laundry. Hasil dari cucian menimbulkan dampak negatif yang menyebabkan ada...
Studi Literatur Aktivitas Antibakteri Ekstrak Biji Kelor (Moringa oleifera (Lam.)) terhadap Bakteri Patogen pada Saluran Cerna
Studi Literatur Aktivitas Antibakteri Ekstrak Biji Kelor (Moringa oleifera (Lam.)) terhadap Bakteri Patogen pada Saluran Cerna
Abstract. The gastrointestinal tract infection is a disease that often occurs in Indonesia. This disease caused by pathogenic bacteria such as Staphylococcus aureus, Escherichia co...
Pengolahan Air Limbah Deterjen Dengan Tawas
Pengolahan Air Limbah Deterjen Dengan Tawas
Limbah deterjen menjadi salah satu penyebab pencemaran air yang terjadi saat ini karena banyaknya rumah dan usaha laundry yang membuang limbah deterjen sisa mencuci langsung ke sal...
Kajian Literatur Kelor (Moringa oleifera) sebagai Antibakteri Penyebab Infeksi Saluran Cerna
Kajian Literatur Kelor (Moringa oleifera) sebagai Antibakteri Penyebab Infeksi Saluran Cerna
Abstract. Infectious diseases remain a global health problem. In Indonesia, one of the most common infections is gastrointestinal such as diarrhea, which are caused by bacteria. In...
Uji Daya Terima Dan Analisis Protein Es Krim Dengan Penambahan Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera)
Uji Daya Terima Dan Analisis Protein Es Krim Dengan Penambahan Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera)
Moringa is a type of functional food that contains many nutrients both macro nutrients and micronutrients that have been widely used in combating malnutrition in children and effor...
Karakterisasi Nanoemulsi Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera Lamk.)
Karakterisasi Nanoemulsi Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera Lamk.)
Kelor dikenal di seluruh dunia sebagai tanaman bergizi dan WHO telah memperkenalkan kelor sebagai salah satu pangan alternatif untuk mengatasi masalah gizi (malnutrisi) (Broin, 201...
Peran Sediaan Daun Kelor (Moringa Oleifera) dalam Pengobatan Kanker Payudara: Tinjauan Pustaka
Peran Sediaan Daun Kelor (Moringa Oleifera) dalam Pengobatan Kanker Payudara: Tinjauan Pustaka
Abstract. Breast cancer is the main cause of cancer incidence in Indonesia according to the Ministry of Health of the Republic of Indonesia. Moringa leaves (Moringa oleifera) is a ...

Back to Top