Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Usahatani Bawang Daun (Allium fistulosum L.) di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat

View through CrossRef
Petani dalam melakukan suatu kegiatan berusahatani haruslah bekerja secara efisien dan penuh persiapan agar hasil usahatani yang mereka usahakan dapat mendatangkan keuntungan. Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kultur teknis dan permasalahan yang dihadapi dalam usahatani bawang daun di Kota Padang Panjang dan menganalisis besarnya pendapatan dan keuntungan dari usahatani bawang daun di Kota Padang Panjang. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif melalui tingkat pendapatan, keuntungan, analisa R/C selama satu kali musim tanam. Hasil analisis usahatani bawang daun yang dilakukan oleh petani sampel didapatkan bahwa biaya yang paling banyak dikeluarkan oleh petani yaitu biaya pembelian mulsa plastik dan pupuk. Pendapatan yang didapatkan petani setiap musim tanamnya adalah sebesar Rp 12.718.622,63 per hektar usahatani sedangkan keuntungan yang didapatkan adalah sebesar Rp 9.044.931,73 per hektar usahatani dengan R/C senilai 1,55. Biaya total dari keseluruhan kegiatan usahatani per musim tanam mencakup biaya yang dibayarkan dan biaya yang diperhitungkan yaitu sebesar Rp 16.465.439 per hektar usahatani. Permasalahan pada usahatani bawang daun yang dilakukan oleh petani sampel yaitu dari berbagai faktor yaitu faktor iklim yang tidak menentu dengan curah hujan yang cukup tinggi, faktor harga yang tidak tetap, faktor budidaya yang tidak sesuai dengan buku ataupun panduan yang ada yang menyebabkan hasil produksi yang tidak maksimal, faktor kompetisi pemasaran, dan bantuan dari pemerintah setempat.
Title: Analisis Usahatani Bawang Daun (Allium fistulosum L.) di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat
Description:
Petani dalam melakukan suatu kegiatan berusahatani haruslah bekerja secara efisien dan penuh persiapan agar hasil usahatani yang mereka usahakan dapat mendatangkan keuntungan.
Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kultur teknis dan permasalahan yang dihadapi dalam usahatani bawang daun di Kota Padang Panjang dan menganalisis besarnya pendapatan dan keuntungan dari usahatani bawang daun di Kota Padang Panjang.
Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif melalui tingkat pendapatan, keuntungan, analisa R/C selama satu kali musim tanam.
Hasil analisis usahatani bawang daun yang dilakukan oleh petani sampel didapatkan bahwa biaya yang paling banyak dikeluarkan oleh petani yaitu biaya pembelian mulsa plastik dan pupuk.
Pendapatan yang didapatkan petani setiap musim tanamnya adalah sebesar Rp 12.
718.
622,63 per hektar usahatani sedangkan keuntungan yang didapatkan adalah sebesar Rp 9.
044.
931,73 per hektar usahatani dengan R/C senilai 1,55.
Biaya total dari keseluruhan kegiatan usahatani per musim tanam mencakup biaya yang dibayarkan dan biaya yang diperhitungkan yaitu sebesar Rp 16.
465.
439 per hektar usahatani.
Permasalahan pada usahatani bawang daun yang dilakukan oleh petani sampel yaitu dari berbagai faktor yaitu faktor iklim yang tidak menentu dengan curah hujan yang cukup tinggi, faktor harga yang tidak tetap, faktor budidaya yang tidak sesuai dengan buku ataupun panduan yang ada yang menyebabkan hasil produksi yang tidak maksimal, faktor kompetisi pemasaran, dan bantuan dari pemerintah setempat.

Related Results

Pendapatan Usahatani Bawang Daun
Pendapatan Usahatani Bawang Daun
Kota Batu mempunyai peluang besar dalam mengembangkan tanaman hortikultura, antara lain bawang daun.  Salah satu  kecamatan penghasil bawang daun di Kota Batu  ialah Kecamatan Junr...
PENGGUNAAN FERMENTASI URIN KUDA DAN PUPUK KANDANG KUDA UNTUK MENGOPTIMALKAN PRODUKSI TANAMAN BAWANG DAUN ( Allium fistulosum L.)
PENGGUNAAN FERMENTASI URIN KUDA DAN PUPUK KANDANG KUDA UNTUK MENGOPTIMALKAN PRODUKSI TANAMAN BAWANG DAUN ( Allium fistulosum L.)
Bawang daun merupakan istilah umum yang terdiri dari spesies yang berbeda. Tiga Jenis bawang daun yang banyak dibudidayakan adalah bawang prei atau leek (Allium porum L), kucai (Al...
Pengaruh Dosis Urea dan Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Daun (Allium fistulosum L.)
Pengaruh Dosis Urea dan Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Daun (Allium fistulosum L.)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh urea dan zat pengatur tumbuh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun (Allium fistulosum L.), untuk mengetahui pengaruh...
HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN
HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN
Proses panen nenas akan menghasilkan limbah berupa daun nenas sebesar 2 sampai 3 kg per tanaman. Karena daun nanas tidak dapat dimanfaatkan untuk makanan ternak, jadi biasanya peta...
POTENSI DAN PELUANG PENGEMBANGAN SENTRA PRODUKSI BAWANG MERAH PROVINSI SUMATERA UTARA
POTENSI DAN PELUANG PENGEMBANGAN SENTRA PRODUKSI BAWANG MERAH PROVINSI SUMATERA UTARA
<pre>Bawang merah memiliki peran strategis dalam perekonomian Provinsi Sumatera Utara. Bawang merah merupakan salah satu komoditas utama sebagai penyumbang inflasi. Namun dem...
ANALISIS USAHATANI JAGUNG MANIS (Zea mays) DI DESA DALUNG KECAMATAN KUTA UTARA KABUPATEN BADUNG
ANALISIS USAHATANI JAGUNG MANIS (Zea mays) DI DESA DALUNG KECAMATAN KUTA UTARA KABUPATEN BADUNG
Salah satu komoditas yang diusahakan oleh petani sejak lima tahun terakhir di Desa Dalung Kecamatan Kuta Utara Kabupaten Badung dalam upaya mewujudkan ketahan pangan  seperti tertu...
PENGARUH PENERAPAN SISTEM AGRIBISNIS TERHADAP PENDAPATAN USAHATANI MENTIMUN (Cucumis sativus L.) DI KECAMATAN RANTAU KABUPATEN ACEH TAMIANG
PENGARUH PENERAPAN SISTEM AGRIBISNIS TERHADAP PENDAPATAN USAHATANI MENTIMUN (Cucumis sativus L.) DI KECAMATAN RANTAU KABUPATEN ACEH TAMIANG
Lokasi penelitian dilakukan di Kecamatan Rantau Kabupaten Aceh Tamiang dengan pertimbangan bahwa daerah  tersebut merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Aceh Tamia...
PENGOPTIMALAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DENGAN PEMANFAATAN PUPUK KANDANG AYAM
PENGOPTIMALAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DENGAN PEMANFAATAN PUPUK KANDANG AYAM
Bawang merah (Allium Ascalonicum L.) merupakan family dari Lilyceae yang berasal dari Asia Tengah, yaitu sekitar Bangladesh, India, dan Pakistan. Bawang merah merupakan salah satu ...

Back to Top