Javascript must be enabled to continue!
SIFAT MEKANIK BAJA EMS 45 DENGAN PERUBAHAN TEMPERATUR MEDIA PENDINGIN AIR GARAM
View through CrossRef
Baja karbon paduan yang dipanaskan hingga mencapai suhu austenit, kemudian didinginkan secara cepat akan membentuk struktur yang martensit dan memiliki kekerasan yang lebih tinggi dari struktur perlit maupun ferrit, proses ini dikenal dengan quenching, Proses quenching yang sederhana akan menghasilkan selubung uap yang mengelilingi spesimen, yang akan mengakibatkan ketidak seragaman proses pendinginan yang akhirnya dapat memunculkan keretakan karena pengaruh internal stress. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kekerasan dan kekuatan impak pada bahan Baja EMS 45 yang mengalami proses quenching dengan memvariasikan temperatur media pendingin air garam pada suhu 5OC sampai dengan 30OC.Metode yang digunakan adalah proses pemanasan spesimen pada temperatur 850OC dengan waktu penahanan selama 70 menit, selanjutnya spesimen diquencing pada temperatur media pendingin air garam yang berbeda. Untuk mengetahui nilai kekerasan dan kekuatan impak dilakukan pengujian kekerasan dan pengujian impak. Hasil pengujian yang diperoleh pada penilitian ini yaitu pengujian tarik adalah 77,783 KgF/mm2 atau setara dengan baja St 70, nilai Kekerasan terbesar terjadi pada suhu 0OC yaitu sebesar 61,77 HRC dan Nilai kekuatan impak pada suhu 0OC sebesar 63,5 N.m. apabila suhu media pendingin air garam naik maka nilai kekerasan akan semakin menurun sedangkan pada pengujian impak apabila suhu media pendingin air garam naik maka nilai kekuatan impak akan semakin meningkat.
Politeknik Negeri Ujung Pandang
Title: SIFAT MEKANIK BAJA EMS 45 DENGAN PERUBAHAN TEMPERATUR MEDIA PENDINGIN AIR GARAM
Description:
Baja karbon paduan yang dipanaskan hingga mencapai suhu austenit, kemudian didinginkan secara cepat akan membentuk struktur yang martensit dan memiliki kekerasan yang lebih tinggi dari struktur perlit maupun ferrit, proses ini dikenal dengan quenching, Proses quenching yang sederhana akan menghasilkan selubung uap yang mengelilingi spesimen, yang akan mengakibatkan ketidak seragaman proses pendinginan yang akhirnya dapat memunculkan keretakan karena pengaruh internal stress.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kekerasan dan kekuatan impak pada bahan Baja EMS 45 yang mengalami proses quenching dengan memvariasikan temperatur media pendingin air garam pada suhu 5OC sampai dengan 30OC.
Metode yang digunakan adalah proses pemanasan spesimen pada temperatur 850OC dengan waktu penahanan selama 70 menit, selanjutnya spesimen diquencing pada temperatur media pendingin air garam yang berbeda.
Untuk mengetahui nilai kekerasan dan kekuatan impak dilakukan pengujian kekerasan dan pengujian impak.
Hasil pengujian yang diperoleh pada penilitian ini yaitu pengujian tarik adalah 77,783 KgF/mm2 atau setara dengan baja St 70, nilai Kekerasan terbesar terjadi pada suhu 0OC yaitu sebesar 61,77 HRC dan Nilai kekuatan impak pada suhu 0OC sebesar 63,5 N.
m.
apabila suhu media pendingin air garam naik maka nilai kekerasan akan semakin menurun sedangkan pada pengujian impak apabila suhu media pendingin air garam naik maka nilai kekuatan impak akan semakin meningkat.
Related Results
ANALISA VARIASI VISCOSITAS PELUMAS PADA PROSES QUENCHING TERHADAP SIFAT MEKANIK BAJA AISI 1045
ANALISA VARIASI VISCOSITAS PELUMAS PADA PROSES QUENCHING TERHADAP SIFAT MEKANIK BAJA AISI 1045
Baja AISI 1045 memiliki kadar komposisi kandungan karbon sekitar 0,43 sampai dengan 0,50. Aplikasi baja AISI 1045[1], [2]. banyak digunakan dalam bidang otomotif. seperti pembuatan...
Evaluasi Kemampuan Sistem Pendingin Reaktor Setelah Revitalisasi Menara Pendingin
Evaluasi Kemampuan Sistem Pendingin Reaktor Setelah Revitalisasi Menara Pendingin
Evaluasi Kemampuan Sistem Pendingin Reaktor Setelah Revitalisasi Menara Pendingin. Sistem pendingin RSG-GAS terdiri dari sistem pendingin primer dan sekunder. Sistem pendingin prim...
ANALISIS DESAIN PROSES SISTEM PENDINGIN PADA REAKTOR RISET INOVATIF 50 MW
ANALISIS DESAIN PROSES SISTEM PENDINGIN PADA REAKTOR RISET INOVATIF 50 MW
Reaktor Riset Inovatif (RRI) merupakan jenis MTR (Material Testing Reactor) yang dipersiapkan ke depan sebagai desain reaktor baru. Daya RRI telah ditetapkan dari perhitungan neutr...
Save Lives: The Application of Geographical Location-awareness Service in Iranian Pre-hospital EMS Information Management System (Preprint)
Save Lives: The Application of Geographical Location-awareness Service in Iranian Pre-hospital EMS Information Management System (Preprint)
BACKGROUND
For emergency and relief service providers such as pre-hospital emergencies, getting to the scene of an accident or any EMS mission quickly is on...
Strategi Kebijakan Impor Garam Dalam Melindungi Produksi Garam Nasional
Strategi Kebijakan Impor Garam Dalam Melindungi Produksi Garam Nasional
AbstractThis study aims to analyze the salt import policy strategy in protecting national salt production. The method used in this research is research synthesis, in the form of a ...
DAMPAK VIBRASI MEKANIK TERHADAP KONSUMSI LISTRIK MOTOR INDUKSI POMPA AIR PENDINGIN
DAMPAK VIBRASI MEKANIK TERHADAP KONSUMSI LISTRIK MOTOR INDUKSI POMPA AIR PENDINGIN
Pompa air pendingin merupakan komponen pendukung vital pada pembangkit listrik tenaga air (PLTA), sehingga pompa air pendingin harus bekerja optimal set...
Analisis Struktur Mikro pada Baja St 60 Hasil Perlakuan Hardening dengan Menggunakan Variasi Media Pendingin
Analisis Struktur Mikro pada Baja St 60 Hasil Perlakuan Hardening dengan Menggunakan Variasi Media Pendingin
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur mikro baja ST 60 setelah perlakuan pengerasan (hardening) dengan menggunakan variasi media pendingin. Baja ST 60 dipilih karena...
Rancang Bangun Mesin Pencucian Garam Dua Tingkat Skala Kecil
Rancang Bangun Mesin Pencucian Garam Dua Tingkat Skala Kecil
Kondisi perekonomian petani garam dan kualitas garam rakyat kerap kali membuat petani garam berada di posisi tawar yang lemah, sehingga harga jual garam di tingkat petani rendah. M...

