Javascript must be enabled to continue!
KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS SISWA DITINJAU DARI GAYA BELAJAR DAVID KOLB
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan literasi matematis siswa SMP yang ditinjau dari gaya belajar David Kolb. Lokasi penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2 Cikupa. Subjek penelitian ini terdiri dari 12 siswa kelas 8A SMP Negeri 2 Cikupa.. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket, tes literasi matematis, dan wawancara. Siswa menjawab serangkaian soal yang diberikan oleh peneliti. Tes dilakukan untuk mengukur kemampuan literasi matematis, Sedangkan angket dilakukan untuk mengetahui gaya belajar yang dimiliki oleh siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa dengan semua gaya belajar dengan literasi sangat baik masing-masing dapat menyelesaikan 2 soal – 3 soal yang disajikan dengan benar serta mampu mencapai indikator proses. Kemudian siswa dengan semua gaya belajar dengan literasi baik masing-masing dapat menyelesaikan 1 soal – 2 soal yang disajikan dengan benar serta mampu mencapai indikator proses. Siswa dengan gaya belajar Divergen, assimilating , Converging dengan literasi kurang baik masing-masing dapat menyelesaikan 1 soal yang disajikan dengan benar serta mampu mencapai indikator proses. Sedangkan siswa dengan gaya belajar accomodating dengan literasi kurang baik tidak mampu menyelesaikan permasalahan yang disajikan, di mana indikator proses yang digunakan telah mencakup proses matematis dan kemampuan dasar matematis.
Title: KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS SISWA DITINJAU DARI GAYA BELAJAR DAVID KOLB
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan literasi matematis siswa SMP yang ditinjau dari gaya belajar David Kolb.
Lokasi penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2 Cikupa.
Subjek penelitian ini terdiri dari 12 siswa kelas 8A SMP Negeri 2 Cikupa.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif.
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket, tes literasi matematis, dan wawancara.
Siswa menjawab serangkaian soal yang diberikan oleh peneliti.
Tes dilakukan untuk mengukur kemampuan literasi matematis, Sedangkan angket dilakukan untuk mengetahui gaya belajar yang dimiliki oleh siswa.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa dengan semua gaya belajar dengan literasi sangat baik masing-masing dapat menyelesaikan 2 soal – 3 soal yang disajikan dengan benar serta mampu mencapai indikator proses.
Kemudian siswa dengan semua gaya belajar dengan literasi baik masing-masing dapat menyelesaikan 1 soal – 2 soal yang disajikan dengan benar serta mampu mencapai indikator proses.
Siswa dengan gaya belajar Divergen, assimilating , Converging dengan literasi kurang baik masing-masing dapat menyelesaikan 1 soal yang disajikan dengan benar serta mampu mencapai indikator proses.
Sedangkan siswa dengan gaya belajar accomodating dengan literasi kurang baik tidak mampu menyelesaikan permasalahan yang disajikan, di mana indikator proses yang digunakan telah mencakup proses matematis dan kemampuan dasar matematis.
Related Results
Analisis Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa SMP dengan Menggunakan Soal TIMSS Materi Aljabar
Analisis Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa SMP dengan Menggunakan Soal TIMSS Materi Aljabar
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan pemahaman matematis siswa SMP dalam menyelesaikan soal TIMSS materi aljabar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif ...
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN LKPD DIGITAL TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN ASALAH MATEMATIS SISWA PADA MATERI STATISTIKA
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN LKPD DIGITAL TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN ASALAH MATEMATIS SISWA PADA MATERI STATISTIKA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) digital terhadap kemampuan pemecahan...
MENGATASI KESULITAN BELAJAR DENGAN MEMAHAMI GAYA BELAJAR
MENGATASI KESULITAN BELAJAR DENGAN MEMAHAMI GAYA BELAJAR
Dalam proses pendidikan, setiap individu memiliki gaya belajar sendiri. Gaya belajar bisa dikatakan kecenderungan seseorang untuk mengadaptasi suatu strategi belajar tertentu denga...
Pengembangan Instrumen untuk Mengukur Kemampuan Disposisi Matematis Siswa SMA
Pengembangan Instrumen untuk Mengukur Kemampuan Disposisi Matematis Siswa SMA
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan instrumen untuk mengukur kemampuan disposisi matematis siswa SMA. Instrumen yang dikembangkan berbentuk tes uraian yang terdir...
ANALISIS KEMAMPUAN PENALARAN ANALOGI MATEMATIS DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SILVER DAN HANSON
ANALISIS KEMAMPUAN PENALARAN ANALOGI MATEMATIS DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SILVER DAN HANSON
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan penalaran analogi matematis siswa ditinjau dari gaya belajar Silver dan Hanson, yaitu mastery learning, self expressive learni...
Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Kelas VIII SMPN 1 Lingsar Ditinjau dari Karakteristik Cara Berpikir
Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Kelas VIII SMPN 1 Lingsar Ditinjau dari Karakteristik Cara Berpikir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis siswa ditinjau dari karakteristik cara berpikir siswa kelas VIII SMPN 1 Lingsar. Jenis penelitian ini ...
A comprehensive analysis of mathematical resilience in elementary school students: A gender and learning style perspective
A comprehensive analysis of mathematical resilience in elementary school students: A gender and learning style perspective
[English]: This study investigates the relationship between students' mathematical resilience and their learning styles and gender. Employing a non-experimental comparative design ...
Kemampuan Matematis pada Materi Program Linear
Kemampuan Matematis pada Materi Program Linear
Abstrak— Pendidikan memiliki peranan penting dalam perkembangan era society 5.0 yaitu memajukan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Untuk menghadapi era society 5.0, sumber daya ma...

