Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

TRADISI PERKAWINAN ADAT LAMPUNG SAIBATIN BUJUJOGH: STUDI KASUS DI DESA GEDUNG DALOM, KECAMATAN WAYLIMA, KABUPATEN PESAWARAN

View through CrossRef
Implementation of the Bujujogh customary marriage tradition in the Saibatin Lampung community in Gedung Dalom Village, Waylima District, Pesawaran Regency. The Bujujogh tradition is a form of honest marriage marked by the giving of 'jojokh' by the male party to the female family's family as a symbol of respect and social recognition. This research uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through interviews and literature studies. The research findings show that the Bujujogh tradition contains social, cultural, economic, and spiritual values that play a role in strengthening social structures and community identities. However, its implementation faces challenges from economic aspects and social changes due to modernization, causing some young people to be reluctant to continue this practice. Therefore, it is necessary to reformulate traditions that are adaptive and contextual so that this cultural heritage remains sustainable without burdening the community. This research is expected to serve as a reference in the preservation and development of customary law amid the dynamics of modern life.   Pelaksanaan tradisi perkawinan adat Bujujogh dalam masyarakat Lampung Saibatin di Desa Gedung Dalom, Kecamatan Waylima, Kabupaten Pesawaran. Tradisi Bujujogh merupakan bentuk perkawinan jujur yang ditandai dengan pemberian jojokh oleh pihak laki-laki kepada keluarga perempuan sebagai simbol penghormatan dan pengakuan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Bujujogh mengandung nilai sosial, budaya, ekonomi, dan spiritual yang berperan dalam memperkuat struktur sosial serta identitas komunitas. Namun, pelaksanaannya menghadapi tantangan dari aspek ekonomi dan perubahan sosial akibat modernisasi, yang menyebabkan sebagian generasi muda enggan melanjutkan praktik ini. Oleh karena itu, diperlukan reformulasi tradisi yang adaptif dan kontekstual agar warisan budaya ini tetap lestari tanpa membebani masyarakat. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pelestarian dan pengembangan hukum adat di tengah dinamika kehidupan modern.
Title: TRADISI PERKAWINAN ADAT LAMPUNG SAIBATIN BUJUJOGH: STUDI KASUS DI DESA GEDUNG DALOM, KECAMATAN WAYLIMA, KABUPATEN PESAWARAN
Description:
Implementation of the Bujujogh customary marriage tradition in the Saibatin Lampung community in Gedung Dalom Village, Waylima District, Pesawaran Regency.
The Bujujogh tradition is a form of honest marriage marked by the giving of 'jojokh' by the male party to the female family's family as a symbol of respect and social recognition.
This research uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through interviews and literature studies.
The research findings show that the Bujujogh tradition contains social, cultural, economic, and spiritual values that play a role in strengthening social structures and community identities.
However, its implementation faces challenges from economic aspects and social changes due to modernization, causing some young people to be reluctant to continue this practice.
Therefore, it is necessary to reformulate traditions that are adaptive and contextual so that this cultural heritage remains sustainable without burdening the community.
This research is expected to serve as a reference in the preservation and development of customary law amid the dynamics of modern life.
  Pelaksanaan tradisi perkawinan adat Bujujogh dalam masyarakat Lampung Saibatin di Desa Gedung Dalom, Kecamatan Waylima, Kabupaten Pesawaran.
Tradisi Bujujogh merupakan bentuk perkawinan jujur yang ditandai dengan pemberian jojokh oleh pihak laki-laki kepada keluarga perempuan sebagai simbol penghormatan dan pengakuan sosial.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan studi literatur.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Bujujogh mengandung nilai sosial, budaya, ekonomi, dan spiritual yang berperan dalam memperkuat struktur sosial serta identitas komunitas.
Namun, pelaksanaannya menghadapi tantangan dari aspek ekonomi dan perubahan sosial akibat modernisasi, yang menyebabkan sebagian generasi muda enggan melanjutkan praktik ini.
Oleh karena itu, diperlukan reformulasi tradisi yang adaptif dan kontekstual agar warisan budaya ini tetap lestari tanpa membebani masyarakat.
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pelestarian dan pengembangan hukum adat di tengah dinamika kehidupan modern.

Related Results

Hukum Adat: Pemberian Gelar Adok dalam Pernikahan Adat Saibatin Desa Bulok Kalianda
Hukum Adat: Pemberian Gelar Adok dalam Pernikahan Adat Saibatin Desa Bulok Kalianda
The function of this research is to find out how the title of adok is given to the Lampung Saibatin community. The method used in collecting material in this article is a qualitati...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
AbstractAdat Positive Legal Science was initiated to simplify Western People (officer, legal enforcer, scholar) to understand adat or adat law. There are two important process to p...
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
Pemimpin desa adat dalam hal ini kelian desa merupakan pemegang otoritas utama dalam kepemerintahan desa adat di desa adat Penglipuran, Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten ...
Marginalisasi Hukum Adat pada Masyarakat Adat The marginalization of adat law on adat communities
Marginalisasi Hukum Adat pada Masyarakat Adat The marginalization of adat law on adat communities
Tulisan ini berupaya melihat marjinalisasi adat, hukum adat serta implikasinya pada masyarakat adat. Dalam konteks Indonesia, meskipun Konstitusi dan beberapa aturan formal mengaku...
TINJAUAN FIKIH MUNAKAHAT TERHADAP TRADISI “NGANTAK SALAH” PADA PERKAWINAN ADAT LAMPUNG PEPADUN
TINJAUAN FIKIH MUNAKAHAT TERHADAP TRADISI “NGANTAK SALAH” PADA PERKAWINAN ADAT LAMPUNG PEPADUN
Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menganalisis tradisi ngantak salah pada adat Lampung, yang merupakan bagian dari budaya tradisional masyarakat Lampung. Ngantak salah ad...
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
Abstrak - Kampung Adat Cireundeu merupakan salah satu Kampung Adat yang masih eksis hingga saat ini. Kampung Adat Cireundeu terletak di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selat...

Back to Top