Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh Psychological Capital terhadap Readiness For Change pada Karyawan PT. XYZ

View through CrossRef
Abstract. Employees at PT. XYZ are facing organizational changes that pose various challenges, such as concerns about new tasks, changing organizational culture, and loss of previously earned status. These challenges may lead to resistance to change. Psychological capital, which includes the ability to maintain positive beliefs and persevere in difficult situations, is believed to enhance employees readiness for organizational change. This study aims to examine the influence of psychological capital on readiness for change among employees at PT. XYZ. The study population consists of PT. XYZ employees (N=330). The research design is non-experimental causality with a quantitative approach, using Simple Random Sampling for sampling and simple linear regression analysis via SPSS version 25. The first measurement tool is the Psychological Capital Questionnaire (PCQ), adapted into Indonesian. The second tool is the Readiness for Change Scale, also adapted into Indonesian. The results show a significant effect with an R Square value of (0.601), meaning psychological capital influences (60.1%) readiness for change among PT. XYZ employees. These findings indicate that psychological capital is a key factor in enhancing employees' readiness for change. The study suggests the need for programs and interventions focusing on the development of psychological capital to improve readiness for change. Abstrak. Karyawan di PT. XYZ tengah menghadapi perubahan organisasi yang menimbulkan berbagai tantangan, seperti kekhawatiran akan tugas baru, budaya organisasi yang berubah, serta kehilangan status yang sebelumnya didapatkan. Ini berrpotensi menimbulkan resistensi terhadap perubahan. Psychological capital, yang mencakup kemampuan untuk mempertahankan keyakinan positif dan bertahan di situasi sulit, diyakini dapat meningkatkan kesiapan karyawan menghadapi perubahan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh psychological capital terhadap readiness for change pada karyawan di PT. XYZ. Populasi penelitian ini adalah karyawan PT. XYZ (N=330). Penelitian ini menggunakan desain kausalitas non-eksperimen dan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling dan analisis data dilakukan dengan regresi linier sederhana menggunakan SPSS versi 25. Alat ukur pertama adalah Psychological Capital Questionnaire (PCQ) yang diadaptasi ke Bahasa Indonesia. Alat ukur kedua adalah Readiness for Change Scale yang di adaptasi ke dalam bahasa indonesia. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh signifikan dengan nilai R Square sebesar (0,601), yang berarti psychological capital berpengaruh (60,1%) terhadap readiness for change karyawan PT. XYZ. Temuan ini menunjukkan bahwa psychological capital adalah faktor kunci dalam meningkatkan kesiapan karyawan menghadapi perubahan. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya program dan intervensi yang fokus pada pengembangan psychological capital untuk meningkatkan readiness for change karyawan.
Title: Pengaruh Psychological Capital terhadap Readiness For Change pada Karyawan PT. XYZ
Description:
Abstract.
Employees at PT.
XYZ are facing organizational changes that pose various challenges, such as concerns about new tasks, changing organizational culture, and loss of previously earned status.
These challenges may lead to resistance to change.
Psychological capital, which includes the ability to maintain positive beliefs and persevere in difficult situations, is believed to enhance employees readiness for organizational change.
This study aims to examine the influence of psychological capital on readiness for change among employees at PT.
XYZ.
The study population consists of PT.
XYZ employees (N=330).
The research design is non-experimental causality with a quantitative approach, using Simple Random Sampling for sampling and simple linear regression analysis via SPSS version 25.
The first measurement tool is the Psychological Capital Questionnaire (PCQ), adapted into Indonesian.
The second tool is the Readiness for Change Scale, also adapted into Indonesian.
The results show a significant effect with an R Square value of (0.
601), meaning psychological capital influences (60.
1%) readiness for change among PT.
XYZ employees.
These findings indicate that psychological capital is a key factor in enhancing employees' readiness for change.
The study suggests the need for programs and interventions focusing on the development of psychological capital to improve readiness for change.
Abstrak.
Karyawan di PT.
XYZ tengah menghadapi perubahan organisasi yang menimbulkan berbagai tantangan, seperti kekhawatiran akan tugas baru, budaya organisasi yang berubah, serta kehilangan status yang sebelumnya didapatkan.
Ini berrpotensi menimbulkan resistensi terhadap perubahan.
Psychological capital, yang mencakup kemampuan untuk mempertahankan keyakinan positif dan bertahan di situasi sulit, diyakini dapat meningkatkan kesiapan karyawan menghadapi perubahan organisasi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh psychological capital terhadap readiness for change pada karyawan di PT.
XYZ.
Populasi penelitian ini adalah karyawan PT.
XYZ (N=330).
Penelitian ini menggunakan desain kausalitas non-eksperimen dan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling dan analisis data dilakukan dengan regresi linier sederhana menggunakan SPSS versi 25.
Alat ukur pertama adalah Psychological Capital Questionnaire (PCQ) yang diadaptasi ke Bahasa Indonesia.
Alat ukur kedua adalah Readiness for Change Scale yang di adaptasi ke dalam bahasa indonesia.
Hasil penelitian menunjukkan pengaruh signifikan dengan nilai R Square sebesar (0,601), yang berarti psychological capital berpengaruh (60,1%) terhadap readiness for change karyawan PT.
XYZ.
Temuan ini menunjukkan bahwa psychological capital adalah faktor kunci dalam meningkatkan kesiapan karyawan menghadapi perubahan.
Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya program dan intervensi yang fokus pada pengembangan psychological capital untuk meningkatkan readiness for change karyawan.

Related Results

Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan
Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan
Abstract. Human Resource Management that is managed with full effort is necessary in order to improve the results of good employee performance, because employee performance is one ...
Kekuatan Kepuasan Kerja, Budaya Organisasi dan Komitmen Dalam Membangun Kinerja Karyawan
Kekuatan Kepuasan Kerja, Budaya Organisasi dan Komitmen Dalam Membangun Kinerja Karyawan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) pengaruh kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi (2) pengaruh budaya organisasi terhadap komitmen organisasi karyawan; (3) penga...
Loyalitas Karyawan LPD Desa Adat Penglatan Terhadap Produktivitas Karyawan Pada LPD Desa Adat Penglatan
Loyalitas Karyawan LPD Desa Adat Penglatan Terhadap Produktivitas Karyawan Pada LPD Desa Adat Penglatan
Loyalitas pada dasarnya merupakan kesetiaan, pengabdian dan kepercayaan yang diberikan atau ditujukan kepada seseorang atau lembaga. Karyawan LPD memiliki loyalitas terhadap lembag...
Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Dan Komunikasi Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan
Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Dan Komunikasi Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan
This explanatory research elucidates the relationships between variables and the effects of some of them to the others through hypothesis testing. The objective of this study is to...
PENGARUH KOMUNIKASI DAN PROMOSI JABATAN TERHADAP SEMANGAT KERJA KARYAWAN PADA AMIK CITRA BUANA INDONESIA
PENGARUH KOMUNIKASI DAN PROMOSI JABATAN TERHADAP SEMANGAT KERJA KARYAWAN PADA AMIK CITRA BUANA INDONESIA
Dalam suatu instansi atau organisasi diperlukan suatu sistem yang dapat menunjang kinerja organisasi tersebut. Salah satunya adalah semangat kerja yang tinggi. Semangat kerja merup...
Pengaruh Etika Kerja Islam Dan Religiusitas Terhadap Kinerja Karyawan Perbankan Syariah Dengan Pendidikan Sebagai Variabel Moderasi
Pengaruh Etika Kerja Islam Dan Religiusitas Terhadap Kinerja Karyawan Perbankan Syariah Dengan Pendidikan Sebagai Variabel Moderasi
Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan dan melihat apakah etika kerja Islam berpengaruh atau tidaknya terhadap kinerja karyawan di BSI KC Medan Gajah Mada. Sifat religius yang ...
Pengaruh Komunikasi dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Perusahaan PT IOL Indonesia
Pengaruh Komunikasi dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Perusahaan PT IOL Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh komunikasi dan Kondisi lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan secara simultan dan untuk mengetahui Pengaruh komunikasi terhad...

Back to Top