Javascript must be enabled to continue!
Membangun Budaya Organisasi melalui Internalisasi Nilai Spritual dalam Lembaga Pendidikan
View through CrossRef
Abstract: Humans are said to be unique creatures with a diversity of personalities and characters that can form a pattern of life order in society. In relation to building superior education, humans in groups work together in an institution or organization led by one person, namely the principal. Each institution has a different style or way of working and usually becomes a characteristic that will later become a positive assumption, belief, or habituation for all members in each institution. The principal has full responsibility and responsibility for the creation of a conducive organizational culture. This study aims to provide an internalization of spiritual values in building organizational culture in educational institutions. Researchers use the literature review method by applying research steps such as topic identification, literature screening, source feasibility, adjusting criteria, describing results, and drawing conclusions. There are five research results: (1) Internalization of the spiritual value of dhuha prayer; (2) Internalization of the spiritual value of reading al-ma'surat and asmaul khusnah; (3) Internalization of the spiritual value of memorizing daily prayers; (4) Internalization of the spiritual value of the tahfidzul Qur'an; (5) Internalization of the spiritual value of congregational prayer during dhuhur and asr.Keywords: organizational culture, educational culture, spiritual values.Abstrak: Manusia dikatakan sebagai makhluk yang unik dengan keanekaragaman kepribadian dan karakter yang dapat membentuk suatu pola tatanan kehidupan di masyarakat. Dalam kaitannya membangun pendidikan yang unggul, manusia secara berkelompok bekerjasama dalam suatu institusi atau organisasi yang dipimpin oleh satu orang yaitu kepala sekolah. Setiap institusi memiliki corak atau cara kerja yang berbeda dan biasanya menjadi ciri khas yang nantinya akan menjadi asumsi, kepercayaan, atau pembiasaan yang bersifat positif bagi seluruh anggota dalam setiap institusi. Kepala sekolah memiliki kewajiban serta tanggungjawab penuh atas penciptaan budaya organisasi yang kondusif. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan sebuah internalisasi nilai spiritual dalam membangun budaya organisasi pada lembaga pendidikan. Peneliti menggunakan metode literature review dengan menerapkan langkah-langkah penelitian seperti identifikasi topik, penyaringan literature, kelayakan sumber, penyesuaian kriteria, pendeskripsian hasil, dan penarikan kesimpulan. Terdapat lima hasil penelitian: (1) Internalisasi nilai spiritual sholat dhuha; (2) Internalisasi nilai spiritual membaca al-ma’surat serta asmaul khusnah; (3) Internalisasi nilai spiritual hafalan do’a harian; (4) Internalisasi nilai spiritual tahfidzul Qur’an; (5) Internalisasi nilai spiritual sholat berjama’ah waktu dhuhur dan ashar.Kata kunci: budaya organisasi, budaya pendidikan, nilai spiritual.
State University of Malang (UM)
Title: Membangun Budaya Organisasi melalui Internalisasi Nilai Spritual dalam Lembaga Pendidikan
Description:
Abstract: Humans are said to be unique creatures with a diversity of personalities and characters that can form a pattern of life order in society.
In relation to building superior education, humans in groups work together in an institution or organization led by one person, namely the principal.
Each institution has a different style or way of working and usually becomes a characteristic that will later become a positive assumption, belief, or habituation for all members in each institution.
The principal has full responsibility and responsibility for the creation of a conducive organizational culture.
This study aims to provide an internalization of spiritual values in building organizational culture in educational institutions.
Researchers use the literature review method by applying research steps such as topic identification, literature screening, source feasibility, adjusting criteria, describing results, and drawing conclusions.
There are five research results: (1) Internalization of the spiritual value of dhuha prayer; (2) Internalization of the spiritual value of reading al-ma'surat and asmaul khusnah; (3) Internalization of the spiritual value of memorizing daily prayers; (4) Internalization of the spiritual value of the tahfidzul Qur'an; (5) Internalization of the spiritual value of congregational prayer during dhuhur and asr.
Keywords: organizational culture, educational culture, spiritual values.
Abstrak: Manusia dikatakan sebagai makhluk yang unik dengan keanekaragaman kepribadian dan karakter yang dapat membentuk suatu pola tatanan kehidupan di masyarakat.
Dalam kaitannya membangun pendidikan yang unggul, manusia secara berkelompok bekerjasama dalam suatu institusi atau organisasi yang dipimpin oleh satu orang yaitu kepala sekolah.
Setiap institusi memiliki corak atau cara kerja yang berbeda dan biasanya menjadi ciri khas yang nantinya akan menjadi asumsi, kepercayaan, atau pembiasaan yang bersifat positif bagi seluruh anggota dalam setiap institusi.
Kepala sekolah memiliki kewajiban serta tanggungjawab penuh atas penciptaan budaya organisasi yang kondusif.
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan sebuah internalisasi nilai spiritual dalam membangun budaya organisasi pada lembaga pendidikan.
Peneliti menggunakan metode literature review dengan menerapkan langkah-langkah penelitian seperti identifikasi topik, penyaringan literature, kelayakan sumber, penyesuaian kriteria, pendeskripsian hasil, dan penarikan kesimpulan.
Terdapat lima hasil penelitian: (1) Internalisasi nilai spiritual sholat dhuha; (2) Internalisasi nilai spiritual membaca al-ma’surat serta asmaul khusnah; (3) Internalisasi nilai spiritual hafalan do’a harian; (4) Internalisasi nilai spiritual tahfidzul Qur’an; (5) Internalisasi nilai spiritual sholat berjama’ah waktu dhuhur dan ashar.
Kata kunci: budaya organisasi, budaya pendidikan, nilai spiritual.
Related Results
ANALISIS NILAI BUDAYA DALAM HIKAYAT BANTA AMAT JILID I DAN II KARYA T. A. SAKTI
ANALISIS NILAI BUDAYA DALAM HIKAYAT BANTA AMAT JILID I DAN II KARYA T. A. SAKTI
This study aims to describe the cultural values contained in the Hikayat Banta Amat Volume I and II by T. A. Sakti. Cultural value is very important to be studied in order to pre...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
STRATEGI PENGEMBANGAN BUDAYA ORGANISASI DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM
STRATEGI PENGEMBANGAN BUDAYA ORGANISASI DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM
Budaya organisasi merupakan satu kesatuan nilai-nilai, sistem, yang dianut dan dijadikan pedoman bersama baik individu maupun kelompok pada organisasi atau suatu lembaga. Organisas...
Peran Budaya Organisasi Dalam Membangun Kualitas Pendidikan
Peran Budaya Organisasi Dalam Membangun Kualitas Pendidikan
Lembaga pendidikan selalu dituntut untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas. Pendidikan berkualitas akan dapat diraih melalui adanya lingkungan belajar yang kondusif. Budaya org...
Nilai Pendidikan Budaya Masyarakat Madura dalam Kèjhung
Nilai Pendidikan Budaya Masyarakat Madura dalam Kèjhung
Kèjhung merupakan salah satu sastra lisan Madura yang kaya akan nilai moral. Kèjhung dapat difungsikan sebagai sumber pendidikan yang mencakup adat, norma, agama, nilai sosial, nil...
Capaian Internalisasi Nilai-Nilai Religius Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
Capaian Internalisasi Nilai-Nilai Religius Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
Peran pendidikan agama bagi generasi muda menjadi sangat penting dalam menginternalisasikan nilai-nilai spiritual keagamaan (religius). Namun perlu dipertanyakan apakah para pendid...
Upaya Internalisasi Nilai Pendidikan Islam Melalui Kegiatan Banjari Ranting IPNU IPPNU Gresik
Upaya Internalisasi Nilai Pendidikan Islam Melalui Kegiatan Banjari Ranting IPNU IPPNU Gresik
Urgensi Pendidikan Agama Islam pada generasi muda (remaja) ialah untuk merealisasikan cita-cita yang mulia yakni masyarakat Islam yang selaras dengan perintah Allah SWT sebagai upa...
Internalisasi Nilai-Nilai Agama Islam dalam Pembentukan Budaya Beragama Siswa
Internalisasi Nilai-Nilai Agama Islam dalam Pembentukan Budaya Beragama Siswa
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai-nilai agama Islam, peran yang dimainkan oleh pemangku kepentingan internal dan eksternal dalam proses interna...

