Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengembangan Instrumen Hambatan Komunikasi Antar Budaya Berbasis Teknologi Informasi bagi Peserta Didik Sekolah Menengah Pertama

View through CrossRef
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya peserta didik yang sulit untuk berkomunikasi dengan teman kelasnya karena adanya perbedaan bahasa dan budaya, dan belum adanya instrument khusus berbasis teknologi informasi yang dapat mengungkapkan permasalahan hambatan komunikasi antar budaya peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan: 1) Identifikasi hasil instrumen hambatan komunikasi pada aspek antar budaya peserta didik kelas VIII 4 di SMP Negeri 11 Sijunjung berbasis teknologi informasi, 2) Pengembangan instrument hambatan komunikasi pada aspek antar budaya peserta didik berbasis teknologi informasi. Subjek pada penelitian ini adalah peserta didik yang memiliki hambatan komunikasi pada aspek antar budaya. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian dan pengembangan (R&D). Validasi pengolahan instrumen hambatan komunikasi antar budaya dilakukan oleh 5 orang validator yaitu 3 validator secara teoritis, 1 validator secara praktis, 1 validator secara IT. Hasil dari penelitian ini adalah: 1) Aplikasi pengolahan instrumen hambatan komunikasi antar budaya peserta didik berbasis teknologi informasi yang telah divalidasi oleh pakar teoritis dengan skor rata-rata 2,73 termasuk dalam kategori “Diterima”. Pakar praktis dengan skor 3,6 termasuk dalam kategori “Sangat Diterima”. Pakar IT dengan skor 3,65 termasuk dalam kategori “Sangat Diterima”. Hal tersebut menunjukkan bahwa aplikasi yang telah dikembangkan layak digunakan, 2) Identifikasi hasil instrumen hambatan komunikasi pada aspek antar budaya peserta didik kelas VIII 4 di SMP Negeri 11 Sijunjung berada pada kategori cukup
Title: Pengembangan Instrumen Hambatan Komunikasi Antar Budaya Berbasis Teknologi Informasi bagi Peserta Didik Sekolah Menengah Pertama
Description:
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya peserta didik yang sulit untuk berkomunikasi dengan teman kelasnya karena adanya perbedaan bahasa dan budaya, dan belum adanya instrument khusus berbasis teknologi informasi yang dapat mengungkapkan permasalahan hambatan komunikasi antar budaya peserta didik.
Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan: 1) Identifikasi hasil instrumen hambatan komunikasi pada aspek antar budaya peserta didik kelas VIII 4 di SMP Negeri 11 Sijunjung berbasis teknologi informasi, 2) Pengembangan instrument hambatan komunikasi pada aspek antar budaya peserta didik berbasis teknologi informasi.
Subjek pada penelitian ini adalah peserta didik yang memiliki hambatan komunikasi pada aspek antar budaya.
Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian dan pengembangan (R&D).
Validasi pengolahan instrumen hambatan komunikasi antar budaya dilakukan oleh 5 orang validator yaitu 3 validator secara teoritis, 1 validator secara praktis, 1 validator secara IT.
Hasil dari penelitian ini adalah: 1) Aplikasi pengolahan instrumen hambatan komunikasi antar budaya peserta didik berbasis teknologi informasi yang telah divalidasi oleh pakar teoritis dengan skor rata-rata 2,73 termasuk dalam kategori “Diterima”.
Pakar praktis dengan skor 3,6 termasuk dalam kategori “Sangat Diterima”.
Pakar IT dengan skor 3,65 termasuk dalam kategori “Sangat Diterima”.
Hal tersebut menunjukkan bahwa aplikasi yang telah dikembangkan layak digunakan, 2) Identifikasi hasil instrumen hambatan komunikasi pada aspek antar budaya peserta didik kelas VIII 4 di SMP Negeri 11 Sijunjung berada pada kategori cukup.

Related Results

Survei Minat dan Motivasi dalam Mengikti Belajar Renang pada Peserta Didik Club Silimang Kabupaten Rokan Hulu
Survei Minat dan Motivasi dalam Mengikti Belajar Renang pada Peserta Didik Club Silimang Kabupaten Rokan Hulu
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran minat dan motivasi peserta didik dalam mengikuti pembelajaran renang di Club Silimang Kabupaten Rokan Hulu. Penelitian ini menggu...
KONTRIBUSI KEPALA SEKOLAH DALAM PENGEMBANGAN BUDAYA SEKOLAH DI SMK NEGERI 1 MEULABOH
KONTRIBUSI KEPALA SEKOLAH DALAM PENGEMBANGAN BUDAYA SEKOLAH DI SMK NEGERI 1 MEULABOH
The contribution of a principal in the development of school culture is very important in establishing students’ character.  The aims of this research were to find out the principa...
Sosialisasi literasi motorik bagi peserta didik sekolah menengah pertama
Sosialisasi literasi motorik bagi peserta didik sekolah menengah pertama
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada peserta didik sekolah menengah pertama di Yogyakarta tentang kurikulum baru dan juga literasi motorik anak. Literasi motorik ...
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, KOMPETENSI DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA GURU SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI MAJENE
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, KOMPETENSI DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA GURU SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI MAJENE
Penelitian ini bertujuan untuk: Menganalisis dampak budaya organisasi terhadap kinerja guru di Sekolah Menengah Pertama di Majene, Menganalisis pengaruh kompetensi terhadap kinerja...
Persepsi Peserta Didik Tentang Kompetensi Pedagogik Guru BK di Kelas XII SMA Negeri 4 Kota Solok
Persepsi Peserta Didik Tentang Kompetensi Pedagogik Guru BK di Kelas XII SMA Negeri 4 Kota Solok
Penelitian ini bertujuan: 1) Persepsi peserta didik tentang kompetensi pedagogik guru BK ditinjau dari sisi memahami peserta didik. 2) Persepsi peserta didik tentang kompetensi ped...
PROFIL KECEMASAN PESERTA DIDIK DALAM MENYELESAIKAN MASALAH GEOMETRI DITINJAU DARI LEVEL VAN HIELE DI SEKOLAH DASAR
PROFIL KECEMASAN PESERTA DIDIK DALAM MENYELESAIKAN MASALAH GEOMETRI DITINJAU DARI LEVEL VAN HIELE DI SEKOLAH DASAR
Abstrak Matematika merupakan salah satu bidang studi yang ada pada semua jenjang pendidikan. Kecemasan matematika timbul karena rasa tidak nyaman ketika berhadapan dengan mas...
Manajemen Peserta Didik Bernuansa Pendidikan Karakter
Manajemen Peserta Didik Bernuansa Pendidikan Karakter
Penulisan buku ini didorong oleh suatu permasalahan di mana banyak kalangan hanya memahami bahwa manajemen peserta didik adalah sekedar mengurusi 'pendataan peserta didik' sehingga...

Back to Top