Javascript must be enabled to continue!
Analisis Variasi Genotipik Bawang Merah | Allium cepa L.| Di Pulau Jawa Menggunakan Penanda ISSR
View through CrossRef
Bawang merah (Allium cepa L.) merupakan salah satu komoditas unggulan pertanian di Indonesia karena produksinya yang tinggi. Nilai ekonomi bawang merah yang diekspor mencapai 6,53 juta USD per tahun dan terus mengalami peningkatan hingga satu dekade terakhir, dan menjadikan Indonesia sebagai negara eksportir peringkat keeempat di ASEAN. Bawang merah dihasilkan di 24 dari 34 provinsi di Indonesia, dengan kontribusi produksi terbesar di pulau Jawa (Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, 2023). Variasi genotipik bawang merah merupakan salah satu penentu kualitas produksi bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variasi genotipik dua belas kultivar bawang merah di Pulau Jawa. Metode PCR-ISSR dengan 5 primer acak (ISSRred20, ISSRed4,ISSRed9,UBC892, dan UBC-895) digunakan untuk mengevaluasi variasi genotipik Allium cepa L. Tingkat kemiripan genetik antar kultivar ditentukan dengan Simple Matching Coefficient, dan analisis klaster untuk menghasilkan dendrogram yang menunjukkan kekerabatan fenetik dikerjakan menggunakan metode UPGMA. Hasil amplifikasi DNA genomik menggunakan lima primer menghasilkan 40 fragmen DNA yang terdiri dari 12 fragmen DNA monomorfik dan 28 fragmen DNA polimorfik. Variasi genotipik diantara 12 kultivar bawang merah pulau jawa sebesar 44,1% dengan kategori keanekaragaman yang sedang karena diantara 40-60% similiaritasnya. Kultivar Bauji, Bima, Katumi, Kramat2, Trisula, Kramat1, Pikatan dan Tiron dengan nilai similaritas 64,6% sedangkan kultivar Sembrani, Maja Cipanas, Mentes dan Pancasona dengan nilai similaritas 66,7%. Implikasi penelitian ini mampu menjadi dasar untuk perakitan bibit unggul kultivar bawang merah di Indonesia yang dapat mendukung ketahanan pangan nasional dimasa kini dan mendatang.
Title: Analisis Variasi Genotipik Bawang Merah | Allium cepa L.| Di Pulau Jawa Menggunakan Penanda ISSR
Description:
Bawang merah (Allium cepa L.
) merupakan salah satu komoditas unggulan pertanian di Indonesia karena produksinya yang tinggi.
Nilai ekonomi bawang merah yang diekspor mencapai 6,53 juta USD per tahun dan terus mengalami peningkatan hingga satu dekade terakhir, dan menjadikan Indonesia sebagai negara eksportir peringkat keeempat di ASEAN.
Bawang merah dihasilkan di 24 dari 34 provinsi di Indonesia, dengan kontribusi produksi terbesar di pulau Jawa (Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, 2023).
Variasi genotipik bawang merah merupakan salah satu penentu kualitas produksi bawang merah.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variasi genotipik dua belas kultivar bawang merah di Pulau Jawa.
Metode PCR-ISSR dengan 5 primer acak (ISSRred20, ISSRed4,ISSRed9,UBC892, dan UBC-895) digunakan untuk mengevaluasi variasi genotipik Allium cepa L.
Tingkat kemiripan genetik antar kultivar ditentukan dengan Simple Matching Coefficient, dan analisis klaster untuk menghasilkan dendrogram yang menunjukkan kekerabatan fenetik dikerjakan menggunakan metode UPGMA.
Hasil amplifikasi DNA genomik menggunakan lima primer menghasilkan 40 fragmen DNA yang terdiri dari 12 fragmen DNA monomorfik dan 28 fragmen DNA polimorfik.
Variasi genotipik diantara 12 kultivar bawang merah pulau jawa sebesar 44,1% dengan kategori keanekaragaman yang sedang karena diantara 40-60% similiaritasnya.
Kultivar Bauji, Bima, Katumi, Kramat2, Trisula, Kramat1, Pikatan dan Tiron dengan nilai similaritas 64,6% sedangkan kultivar Sembrani, Maja Cipanas, Mentes dan Pancasona dengan nilai similaritas 66,7%.
Implikasi penelitian ini mampu menjadi dasar untuk perakitan bibit unggul kultivar bawang merah di Indonesia yang dapat mendukung ketahanan pangan nasional dimasa kini dan mendatang.
Related Results
PENGOPTIMALAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DENGAN PEMANFAATAN PUPUK KANDANG AYAM
PENGOPTIMALAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DENGAN PEMANFAATAN PUPUK KANDANG AYAM
Bawang merah (Allium Ascalonicum L.) merupakan family dari Lilyceae yang berasal dari Asia Tengah, yaitu sekitar Bangladesh, India, dan Pakistan. Bawang merah merupakan salah satu ...
POTENSI DAN PELUANG PENGEMBANGAN SENTRA PRODUKSI BAWANG MERAH PROVINSI SUMATERA UTARA
POTENSI DAN PELUANG PENGEMBANGAN SENTRA PRODUKSI BAWANG MERAH PROVINSI SUMATERA UTARA
<pre>Bawang merah memiliki peran strategis dalam perekonomian Provinsi Sumatera Utara. Bawang merah merupakan salah satu komoditas utama sebagai penyumbang inflasi. Namun dem...
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa) SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI EOSIN 2% PADA PEMERIKSAAN TELUR CACING SOIL TRANSMITTED HELMINTH
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa) SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI EOSIN 2% PADA PEMERIKSAAN TELUR CACING SOIL TRANSMITTED HELMINTH
Eosin 2 % merupakan salah satu reagen yang bersifat asam dan berwarna merah jingga yang berfungsi sebagai mewarnai latar belakang dari telur cacing menjadi berwarna merah agar telu...
PENGARUH AMELIORAN DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH GAMBUT
PENGARUH AMELIORAN DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH GAMBUT
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomis tinggi, baik ditinjau dari sisi pemenuhan untuk konsumsi nasional, sebagai sumber peng...
Optimalisasi Petani Bawang Merah Melalui Alat Pengolah Bawang Merah 3 in 1
Optimalisasi Petani Bawang Merah Melalui Alat Pengolah Bawang Merah 3 in 1
Desa Tegalrejo merupakan salah satu desa penghasil bawang merah di daerah Tulungagung, dengan adanya kelompok tani maka pertanian di desa tersebut terbilang maju dan modern. Suko T...
Strategi Pengembangan Agribisnis Komoditas Bawang Merah di Kabupaten Banyuwangi
Strategi Pengembangan Agribisnis Komoditas Bawang Merah di Kabupaten Banyuwangi
Shallots are vegetable commodities that have long been superior and have been intensively cultivated by many farmers. They belong to the group of non-substituted spices that functi...
PENINGKATAN VIABILITAS BENIH PORANG MELALUI MOISTURIZING EKSTRAK BAWANG MERAH
PENINGKATAN VIABILITAS BENIH PORANG MELALUI MOISTURIZING EKSTRAK BAWANG MERAH
Perbanyakan tanaman porang dapat dilakukan dengan cara generatif menggunakan biji. Namun, kendala yang dihadapi perbanyakan secara generatif yaitu adanya masa dormansi pada benih p...
Pengaruh Kulit Bawang Merah (Allium cepa L.) Sebagai Zpt Alami Terhadap Pembentukan Akar Stek Pucuk Tanaman Krisan (Chrysanthemum sp)
Pengaruh Kulit Bawang Merah (Allium cepa L.) Sebagai Zpt Alami Terhadap Pembentukan Akar Stek Pucuk Tanaman Krisan (Chrysanthemum sp)
Chrysanthemum (Chrysanthemum sp.) is mainstay commodities in horticulture industry that have very bright market prospects. One aspect that needs to be done is to use good quality c...

