Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGARUH KOMPRES PANAS TERHADAP PENURUNAN NYERI HAID PADA MAHASISWA AKPER KESDAM I/BB MEDAN

View through CrossRef
Nyeri haid merupakan nyeri yang dialami pada saat haid yang diikuti dengan perubahan mental maupun  fisik yang terjadi pada hari pertama atau kedua masa haidnya. Pada kebanyakan wanita yaitu 80% wanita muda dibawah 25 tahun mengalami nyeri haid, namun hal tersebut hanya merupakan gejala primer yang biasa tanpa implikasi yang serius dan mudah diatasi (Declan,1997). Dan sering bertambahnya usia pada wanita mengakibatkan nyeri cenderung untuk menurun dan akhirnya hilang sama sekali setelah melahirkan (Smeltzer,2001).Desaian penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen yaitu eksperimen yang mengontrol situasi penelitian menggunakan rancangan tertentu dan atau penunjukan subyek secara nir-acak untuk mendapatkan salah satu dari berbagai tingkat faktor penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Akper Kesdam I/BB Medan Tk II dan III yang berumur 20 tahun dengan siklus yang teratur dan mengalami nyeri haid. Penelitian ini menggunakan sampel 74 mahasiswa dengan pembagian 37 kelompok untuk intervensi dan 37 untuk kelompok pembanding yang tidak dilakukan tindakan kompres panas. Waktu penelitian dilakukan selama 2 bulan mulai dari bulan September sampai dengan Okober 2010 sesuai dengan siklus haid masing-masing responden.                Hasil penelitian diperoleh rata-rata skala nyeri pada kelompok yang mendapat intervensi kompres panas adalah 0,92 dengan standar deviasi 0,547, sedangkan untuk kelompok pembanding yang tidak mendapat pelakuan kompres panas, rata-ratanya adalah 2,24 dengan standar deviasi 0,495. Hasil uji statistic t-test independen didapatkan nilai p value 0,000, berarti pada alpa 5% terlihat ada perbedaan yang sihnifikan rata-rata kelompok intervensi dengan kelompok pembanding setelah mendapat intervensi kompres panas.                Dapat disimpulkan ada perbedaan bermakna antara rata-rata intensitas nyeri haid pada kelompok intervensi dan kelompok pembanding dengan p value responden yang didapat setelah dilakukan penelitian kebanyakan beragama Islam dan bersuku Batak . Setelah dilakukan kompres panas responden mengalami perubahan fisik rasa sakit berkurang , haid lancar dan dapat beraktifitas seperti biasa. Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai data dasar bagi penelitian selanjutnya dan dapat dijadikan sebagai sumber pengetahuan dan strategi bagi perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang lebih komprehensif pada pasien yang berkaitan dengan penatalaksanaan nyeri haid.Kata kunci : Kompres panas terhadap penurunan nyeri haid
Akademi Keperawatan Kesdam I/Bukit Barisan Medan
Title: PENGARUH KOMPRES PANAS TERHADAP PENURUNAN NYERI HAID PADA MAHASISWA AKPER KESDAM I/BB MEDAN
Description:
Nyeri haid merupakan nyeri yang dialami pada saat haid yang diikuti dengan perubahan mental maupun  fisik yang terjadi pada hari pertama atau kedua masa haidnya.
Pada kebanyakan wanita yaitu 80% wanita muda dibawah 25 tahun mengalami nyeri haid, namun hal tersebut hanya merupakan gejala primer yang biasa tanpa implikasi yang serius dan mudah diatasi (Declan,1997).
Dan sering bertambahnya usia pada wanita mengakibatkan nyeri cenderung untuk menurun dan akhirnya hilang sama sekali setelah melahirkan (Smeltzer,2001).
Desaian penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen yaitu eksperimen yang mengontrol situasi penelitian menggunakan rancangan tertentu dan atau penunjukan subyek secara nir-acak untuk mendapatkan salah satu dari berbagai tingkat faktor penelitian.
Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Akper Kesdam I/BB Medan Tk II dan III yang berumur 20 tahun dengan siklus yang teratur dan mengalami nyeri haid.
Penelitian ini menggunakan sampel 74 mahasiswa dengan pembagian 37 kelompok untuk intervensi dan 37 untuk kelompok pembanding yang tidak dilakukan tindakan kompres panas.
Waktu penelitian dilakukan selama 2 bulan mulai dari bulan September sampai dengan Okober 2010 sesuai dengan siklus haid masing-masing responden.
                Hasil penelitian diperoleh rata-rata skala nyeri pada kelompok yang mendapat intervensi kompres panas adalah 0,92 dengan standar deviasi 0,547, sedangkan untuk kelompok pembanding yang tidak mendapat pelakuan kompres panas, rata-ratanya adalah 2,24 dengan standar deviasi 0,495.
Hasil uji statistic t-test independen didapatkan nilai p value 0,000, berarti pada alpa 5% terlihat ada perbedaan yang sihnifikan rata-rata kelompok intervensi dengan kelompok pembanding setelah mendapat intervensi kompres panas.
                Dapat disimpulkan ada perbedaan bermakna antara rata-rata intensitas nyeri haid pada kelompok intervensi dan kelompok pembanding dengan p value responden yang didapat setelah dilakukan penelitian kebanyakan beragama Islam dan bersuku Batak .
Setelah dilakukan kompres panas responden mengalami perubahan fisik rasa sakit berkurang , haid lancar dan dapat beraktifitas seperti biasa.
Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai data dasar bagi penelitian selanjutnya dan dapat dijadikan sebagai sumber pengetahuan dan strategi bagi perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang lebih komprehensif pada pasien yang berkaitan dengan penatalaksanaan nyeri haid.
Kata kunci : Kompres panas terhadap penurunan nyeri haid.

Related Results

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
PERBEDAAN PEMBERIAN KOMPRES AIR HANGAT DENGAN KOMPRES JAHE TERHADAP PENURUNAN NYERI REMATIK PADA LANSIA: STUDI KASUS
PERBEDAAN PEMBERIAN KOMPRES AIR HANGAT DENGAN KOMPRES JAHE TERHADAP PENURUNAN NYERI REMATIK PADA LANSIA: STUDI KASUS
Pendahuluan: Rematik merupakan salah satu penyakit tidak menular yang sering terjadi pada lansia. Rematik menyerang anggota tubuh yang bergerak, yaitu bagian tubuh yang berhubungan...
KUNYIT ASAM MENGURANGI NYERI HAID PADA REMAJA PUTRI
KUNYIT ASAM MENGURANGI NYERI HAID PADA REMAJA PUTRI
ACID TURMERIC REDUCES MENSTRUAL PAIN IN TEENAGE GIRLS Background: Dysmenorrhea or painful menstruation is a common gynecological problem for women of all ages. The incidence of dys...
PENGARUH PEMBERIAN TERAPI KOMPRES HANGAT WARM WATER ZAK (WWZ) TERHADAP PENURUNAN NYERI DISMENOREA
PENGARUH PEMBERIAN TERAPI KOMPRES HANGAT WARM WATER ZAK (WWZ) TERHADAP PENURUNAN NYERI DISMENOREA
Pendahuluan : Angka kejadian dismenore di Indonesia sebesar 64,25% yang terdiri dari 54,89% mengalami dismenore primer dan 9,36%  mengalami dismenore sekunder. Terapi non farmakol...
EFEKTIVITAS KOMPRES AIR HANGAT TERHADAP DISMENORE PADA REMAJA PUTRI DI SMA N 03 LANGGAM KECAMATAN LANGGAM KABUPATEN PELALAWAN
EFEKTIVITAS KOMPRES AIR HANGAT TERHADAP DISMENORE PADA REMAJA PUTRI DI SMA N 03 LANGGAM KECAMATAN LANGGAM KABUPATEN PELALAWAN
Dysmenorrhea is pain experienced during menstruation caused by increased prostaglandin production, which leads to excessive uterine contractions. Dysmenorrhea pain can interfere wi...
PERBEDAAN NYERI DISMINORE SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN SENAM DISMENORE
PERBEDAAN NYERI DISMINORE SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN SENAM DISMENORE
Latar Belakang: Dismenore merupakan nyeri yang muncul saat haid, biasanya muncul dengan rasa kram dan berfokus pada di abdomen. Keluhan nyeri haid sendiri dapat terjadi mulai dari ...

Back to Top