Javascript must be enabled to continue!
Rencana Zonasi Kawasan Konservasi Perairan Daerah Kota Pariaman, Provinsi Sumatera Barat
View through CrossRef
Kawasan Konservasi Perairan Daerah Kota Pariaman adalah kawasan perairan yang dilindungi dan dikelola meliputi perairan pesisir dan perairan Pulau Angso, Pulau Tangah, Pulau Ujuang dan Pulau Kasiak. Tujuan penelitian adalah menganalisis Rencana Zonasi Kawasan Konservasi Perairan dan menganalisis kegiatan yang boleh dan tidak boleh dilakukan di Daerah Kota Pariaman. Metode penelitian yang digunakan metode deskriptif. Hasil analisis rencana zonasi kawasan konservasi seluas 11.776,63 ha terbagi atas 3 zona yaitu zona inti 249.31 Ha (2,12 %), zona perikanan berkelanjutan 11.460.32 ha (97,31%) dan zona pemanfaatan 67,0 Ha (0,57%). Kegiatan yang boleh dilakukan di zona inti adalah penelitian, rehabilitasi ekosistem dan restocking alami. Kegiatan yang boleh dilakukan di zona perikanan berkelanjutan adalah untuk wisata, penelitian, penangkapan ikan, rehabilitasi ekosistem, budidaya ikan dan restocking alami. Kegiatan yang boleh dilakukan di zona pemanfaatan adalah untuk wisata, penelitian, rehabilitasi ekosistem, dan restocking alami. Kegiatan yang tidak boleh dilakukan zona inti adalah wisata, penangkapan ikan, budidaya ikan dan aktifitas menghilangkan fungsi kawasan. Kegiatan yang tidak boleh dilakukan di zona perikanan berkelanjutan adalah aktifitas menghilangkan fungsi kawasan. Kegiatan yang tidak boleh dilakukan di zona pemanfaatan adalah untuk penangkapan ikan, budidaya ikan, dan aktifitas menghilangkan fungsi kawasan. Rencana Zonasi Kawasan Konservasi Perairan adalah dokumen penting bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sebagai dasar untuk pemberian izin usaha perairan.
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Papua
Title: Rencana Zonasi Kawasan Konservasi Perairan Daerah Kota Pariaman, Provinsi Sumatera Barat
Description:
Kawasan Konservasi Perairan Daerah Kota Pariaman adalah kawasan perairan yang dilindungi dan dikelola meliputi perairan pesisir dan perairan Pulau Angso, Pulau Tangah, Pulau Ujuang dan Pulau Kasiak.
Tujuan penelitian adalah menganalisis Rencana Zonasi Kawasan Konservasi Perairan dan menganalisis kegiatan yang boleh dan tidak boleh dilakukan di Daerah Kota Pariaman.
Metode penelitian yang digunakan metode deskriptif.
Hasil analisis rencana zonasi kawasan konservasi seluas 11.
776,63 ha terbagi atas 3 zona yaitu zona inti 249.
31 Ha (2,12 %), zona perikanan berkelanjutan 11.
460.
32 ha (97,31%) dan zona pemanfaatan 67,0 Ha (0,57%).
Kegiatan yang boleh dilakukan di zona inti adalah penelitian, rehabilitasi ekosistem dan restocking alami.
Kegiatan yang boleh dilakukan di zona perikanan berkelanjutan adalah untuk wisata, penelitian, penangkapan ikan, rehabilitasi ekosistem, budidaya ikan dan restocking alami.
Kegiatan yang boleh dilakukan di zona pemanfaatan adalah untuk wisata, penelitian, rehabilitasi ekosistem, dan restocking alami.
Kegiatan yang tidak boleh dilakukan zona inti adalah wisata, penangkapan ikan, budidaya ikan dan aktifitas menghilangkan fungsi kawasan.
Kegiatan yang tidak boleh dilakukan di zona perikanan berkelanjutan adalah aktifitas menghilangkan fungsi kawasan.
Kegiatan yang tidak boleh dilakukan di zona pemanfaatan adalah untuk penangkapan ikan, budidaya ikan, dan aktifitas menghilangkan fungsi kawasan.
Rencana Zonasi Kawasan Konservasi Perairan adalah dokumen penting bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sebagai dasar untuk pemberian izin usaha perairan.
Related Results
Analisis Percepatan Pekerjaan Proyek Menggunakan Metode Zonasi Dan Non Zonasi (Studi Kasus Proyek Pembangunan Km House Dharmahusada Indah Timur Blok M No. 8)
Analisis Percepatan Pekerjaan Proyek Menggunakan Metode Zonasi Dan Non Zonasi (Studi Kasus Proyek Pembangunan Km House Dharmahusada Indah Timur Blok M No. 8)
Dalam pelaksanaan proyek rumah mewah yang dilaksanakan terutama pada kota Surabaya pada umumnya pekerjaan proyek menggunakan sistem non-zonasi dengan RAB yang besar,waktu yang lama...
Pemetaan Zonasi Kawasan Konservasi Perairan Daerah Tana Lili Kabupaten Luwu Utara dengan Menggunakan Sofware Marxan
Pemetaan Zonasi Kawasan Konservasi Perairan Daerah Tana Lili Kabupaten Luwu Utara dengan Menggunakan Sofware Marxan
Salah satu kawasan konservasi perairan yang telah dicadangkan oleh pemerintah dalam hal ini Dinas Kelautan Provinsi Sulawesi Selatan yang telah dimuat dalam Dokumen Rencana Zonasi ...
Analisis Kekritisan Lahan Pada Fungsi Kawasan Konservasi DAS Citarum Dengan Software Arcgis
Analisis Kekritisan Lahan Pada Fungsi Kawasan Konservasi DAS Citarum Dengan Software Arcgis
Penelitian dilakukan pada Kawasan Konservasi di wilayah DAS Citarum salah satu DAS prioritas di Indonesia dan merupakan sungai terbesar dan terpanjang di Jawa Barat. Limabelas Kawa...
Sumatera Barat pasca PRRI: Mambangkik Batang Tarandam di Masa Pemerintahan Gubernur Azwar Anas tahun 1977-1988
Sumatera Barat pasca PRRI: Mambangkik Batang Tarandam di Masa Pemerintahan Gubernur Azwar Anas tahun 1977-1988
Strategi Azwar Anas (1977-1988) dalam memimpin dan membangun daerah Provinsi Sumatera Barat di Era Orde Baru. Sentral permasalahnya adalah program Azwar Anas dalam membangu...
PERENCANAAN PERATURAN ZONASI DI KAWASAN KONSERVASI (STUDI KASUS PECINAN SEMARANG)
PERENCANAAN PERATURAN ZONASI DI KAWASAN KONSERVASI (STUDI KASUS PECINAN SEMARANG)
ABSTRACTZoning regulations for spatial planning in Indonesia are an integral part of the Spatial Detail Plan. The zoning regulation serves as a technical reference for the utilizat...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Dinamika Kebijakan dan Aktor dalam Pembentukan Papua Barat Sebagai Provinsi Konservasi
Dinamika Kebijakan dan Aktor dalam Pembentukan Papua Barat Sebagai Provinsi Konservasi
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses dan dinamika pembentukan Kebijkan Provinsi Konservasi sejak tahun 2009-2020, mengidentifikasi aktor-aktor yang terlibat dalam proses...
PERKEMBANGAN KOTA-KOTA KECIL DI KABUPATEN BANYUMAS DAN POTENSI PENGUATAN PERANNYA DALAM KETERKAITAN DESA KOTA
PERKEMBANGAN KOTA-KOTA KECIL DI KABUPATEN BANYUMAS DAN POTENSI PENGUATAN PERANNYA DALAM KETERKAITAN DESA KOTA
Kabupaten Banyumas merupakan salah satu kabupaten yang mengalami urbanisasi wilayah yang ditandai oleh perkembangan kawasan perkotaan yang massif di wilayahnya. Pada tahun 2019 kab...

