Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Peningkatan Pemahaman Makna Bacaan Sholat Jamaah Masjid Jami’ H. Ismail di Desa Mlideg melalui Pelatihan Terjemah

View through CrossRef
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman jamaah Masjid Jami’ H. Ismail Desa Mlideg terhadap arti dan makna bacaan sholat melalui pelatihan terjemah. Program ini dilatarbelakangi oleh kondisi jamaah yang telah terbiasa melafalkan bacaan sholat, tetapi belum seluruhnya memahami kandungan makna dari bacaan yang digunakan dalam ibadah sehari-hari. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif melalui sosialisasi, penyampaian materi, diskusi interaktif, latihan memahami terjemah bacaan sholat, praktik pemaknaan bacaan, evaluasi, dan refleksi bersama jamaah. Materi pelatihan mencakup bacaan takbir, doa iftitah, surah Al-Fatihah, rukuk, iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, tasyahud, hingga salam. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa jamaah mulai memahami bahwa bacaan sholat memuat doa, pujian, permohonan ampun, pengakuan kelemahan diri, dan bentuk penghambaan kepada Allah. Jamaah juga menunjukkan keterlibatan dalam diskusi, tanya jawab, latihan, praktik pemaknaan, dan refleksi. Kegiatan ini membantu jamaah lebih menyadari hubungan antara bacaan, gerakan, dan kekhusyukan dalam sholat. Program ini disimpulkan bermanfaat dalam meningkatkan pemahaman dan penghayatan jamaah terhadap bacaan sholat serta memperkuat fungsi masjid sebagai ruang pembinaan ibadah. Keberlanjutan program direkomendasikan melalui kajian rutin, pendampingan bertahap, latihan muraja’ah, dan bahan bacaan praktis. This community service activity aimed to improve the understanding of the congregation of Jami’ H. Ismail Mosque in Mlideg Village regarding the meaning and significance of prayer recitations through translation training. The program was motivated by the condition of the congregation, who were accustomed to reciting the prayers in salat but had not fully understood the meanings contained in the recitations used in daily worship. The implementation method employed an educational-participatory approach through socialization, material delivery, interactive discussion, exercises in understanding the translation of prayer recitations, practice in interpreting the recitations, evaluation, and collective reflection with the congregation. The training materials covered the recitations of takbir, the opening supplication, Surah Al-Fatihah, bowing, standing after bowing, prostration, sitting between two prostrations, tashahhud, and salutation. The results of the activity showed that the congregation began to understand that prayer recitations contain supplications, praises, requests for forgiveness, acknowledgment of human weakness, and expressions of servitude to Allah. The congregation also demonstrated active involvement in discussions, question-and-answer sessions, exercises, interpretation practice, and reflection. This activity helped the congregation become more aware of the relationship between recitation, movement, and solemnity in prayer. The program is concluded to be beneficial in improving the congregation’s understanding and appreciation of prayer recitations, as well as strengthening the role of the mosque as a space for worship development. Program sustainability is recommended through regular religious study sessions, gradual mentoring, muraja’ah practice, and practical reading materials.
Title: Peningkatan Pemahaman Makna Bacaan Sholat Jamaah Masjid Jami’ H. Ismail di Desa Mlideg melalui Pelatihan Terjemah
Description:
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman jamaah Masjid Jami’ H.
Ismail Desa Mlideg terhadap arti dan makna bacaan sholat melalui pelatihan terjemah.
Program ini dilatarbelakangi oleh kondisi jamaah yang telah terbiasa melafalkan bacaan sholat, tetapi belum seluruhnya memahami kandungan makna dari bacaan yang digunakan dalam ibadah sehari-hari.
Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif melalui sosialisasi, penyampaian materi, diskusi interaktif, latihan memahami terjemah bacaan sholat, praktik pemaknaan bacaan, evaluasi, dan refleksi bersama jamaah.
Materi pelatihan mencakup bacaan takbir, doa iftitah, surah Al-Fatihah, rukuk, iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, tasyahud, hingga salam.
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa jamaah mulai memahami bahwa bacaan sholat memuat doa, pujian, permohonan ampun, pengakuan kelemahan diri, dan bentuk penghambaan kepada Allah.
Jamaah juga menunjukkan keterlibatan dalam diskusi, tanya jawab, latihan, praktik pemaknaan, dan refleksi.
Kegiatan ini membantu jamaah lebih menyadari hubungan antara bacaan, gerakan, dan kekhusyukan dalam sholat.
Program ini disimpulkan bermanfaat dalam meningkatkan pemahaman dan penghayatan jamaah terhadap bacaan sholat serta memperkuat fungsi masjid sebagai ruang pembinaan ibadah.
Keberlanjutan program direkomendasikan melalui kajian rutin, pendampingan bertahap, latihan muraja’ah, dan bahan bacaan praktis.
This community service activity aimed to improve the understanding of the congregation of Jami’ H.
Ismail Mosque in Mlideg Village regarding the meaning and significance of prayer recitations through translation training.
The program was motivated by the condition of the congregation, who were accustomed to reciting the prayers in salat but had not fully understood the meanings contained in the recitations used in daily worship.
The implementation method employed an educational-participatory approach through socialization, material delivery, interactive discussion, exercises in understanding the translation of prayer recitations, practice in interpreting the recitations, evaluation, and collective reflection with the congregation.
The training materials covered the recitations of takbir, the opening supplication, Surah Al-Fatihah, bowing, standing after bowing, prostration, sitting between two prostrations, tashahhud, and salutation.
The results of the activity showed that the congregation began to understand that prayer recitations contain supplications, praises, requests for forgiveness, acknowledgment of human weakness, and expressions of servitude to Allah.
The congregation also demonstrated active involvement in discussions, question-and-answer sessions, exercises, interpretation practice, and reflection.
This activity helped the congregation become more aware of the relationship between recitation, movement, and solemnity in prayer.
The program is concluded to be beneficial in improving the congregation’s understanding and appreciation of prayer recitations, as well as strengthening the role of the mosque as a space for worship development.
Program sustainability is recommended through regular religious study sessions, gradual mentoring, muraja’ah practice, and practical reading materials.

Related Results

Sholat
Sholat
Sholat merupakan salah satu rukun Islam yang paling utama dan wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim. Sholat terdiri dari beberapa macam, baik yang wajib maupun sunnah, dengan berba...
Faktor Kepuasan Jamaah Shalat Jumat Masjid Babussalam Probolinggo
Faktor Kepuasan Jamaah Shalat Jumat Masjid Babussalam Probolinggo
 Dalam penguatan kelembagaan masjid, perlu diterapkan praktik manajemen yang tepat. Itu akan berkontribusi pada peningkatan kinerja masjid. Diantaranya adalah penyiapan fasilitas ...
Evaluasi manajemen majelis taklim menuju ketakwaan sempurna
Evaluasi manajemen majelis taklim menuju ketakwaan sempurna
In the implementation of the taklim majelis in addition to the ideal criteria in the institution and organization of the taklim, a set of supporters is also needed as mandated in t...
KOMPARASI TATA MASSA DAN RUANG PADA MASJID AGUNG SANG CIPTA RASA CIREBON DAN MASJID GEDHE KAUMAN YOGYAKARTA
KOMPARASI TATA MASSA DAN RUANG PADA MASJID AGUNG SANG CIPTA RASA CIREBON DAN MASJID GEDHE KAUMAN YOGYAKARTA
Abstrak- Penyebaran Islam di Indonesia meninggalkan keberagaman budaya akibat adanya akulturasi khususnya di Pulau Jawa. Di antaranya adalah ritual-ritual atau aktivitas asli Jawa ...
Smart Mosque: Pembuatan Website dan Laporan Keuangan Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulawesi Selatan
Smart Mosque: Pembuatan Website dan Laporan Keuangan Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulawesi Selatan
Pelaporan keuangan Masjid belum ada peraturan yang mewajibkan dan ditetapkan dalam pelaporan keuangan berbeda halnya perusahan, pemerintah dan lembaga Zakat. Olehnya itu Ta’mir Mas...
Integrasi Generasi Muslim Tanpa Masjid: Kajian Fungsional Arsitektur Masjid Kampus UMS
Integrasi Generasi Muslim Tanpa Masjid: Kajian Fungsional Arsitektur Masjid Kampus UMS
Generasi Muslim Tanpa Masjid merupakan permasalahan di kalangan umat Islam yang marak terjadi di perkotaan modern di Indonesia, tidak terkecuali di UMS sebagai salah satu institusi...

Back to Top