Javascript must be enabled to continue!
PERBANDINGAN POTENSI EKSTRAK TERPURIFIKASI, EKSTRAK ETANOL 96% DAN EKSTRAK ETANOL 70% DAUN SIRIH MERAH SEBAGAI ANTIBAKTERI Streptococcus mutans
View through CrossRef
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pengembangan agen antibakteri alami untuk mengatasi Streptococcus mutans, penyebab utama karies gigi yang memengaruhi 60-90% populasi global. Resistensi bakteri terhadap antibiotik sintetik semakin meningkat, sementara penggunaan antiseptic konvensional berisiko menimbulkan iritasi mukosa oral. Daun sirih merah (Piper crocatum) menjadi kandidat potensial karena kandungan senyawa bioaktif seperti alkaloid, flavonoid, dan tanin yang bersifat antibakteri. Namun, efektivitasnya belum optimal akibat variasi metode ekstraksi dan ketiadaan data komparatif terkait polaritas pelarut serta proses purifikasi. Proses purifikasi dengan heksan menjadi krusial untuk menghilangkan komponen non-aktif (klorofil) yang dapat mengganggu aktivitas senyawa target. Studi sebelumnya hanya fokus pada ekstrak etanol tanpa membandingkan konsentrasi pelarut 96% dan 70% atau fraksi hasil pemurnian. Variasi pelarut diduga mempengaruhi profil senyawa aktif, seperti flavonoid dan tanin yang lebih larut dalam etanol 70%. Temuan bahwa ekstrak etanol 70% menunjukkan efektivitas tertinggi (10,4 mm) dibanding etanol 96% (5,27 mm) dan fraksi tidak larut heksan (7,25 mm), antar ekstrak mengindikasikan perlunya optimasi metode ekstraksi senyawa pemurnian untuk memaksimalkan retensi senyawa bioaktif. Penelitian ini menjawab kebutuhan mendesak akan standarisasi formulasi fitofarmaka berbasis bukti ilmiah, khususnya dalam menentukan kombinasi pelarut dan teknik purifikasi yang optimal. Hasilnya dapat menjadi dasar pengembangan antibakteri alamiah yang aman, efektif, dan terukur, sekaligus mengurangi ketergantungan pada antibiotik sintetik yang berisiko resistensi berbasis bukti ilmiah, khususnya dalam menentukan kombinasi pelarut dan teknik purifikasi yang optimal. Hasilnya dapat menjadi dasar pengembangan antibakteri alamiah yang aman, efektif dan terukur, sekaligus mengurangi ketergantungan pada antibiotik sintetik yang beresiko resistensi.
Kata kunci: Antibakteri, daun sirih merah, purifikasi, streptococcus mutans.
Abstract
This study is motivated by development of natural antibacterial agents to combat Streptococcus mutans, the primary causative agent of dental caries affecting 60-90% of the global population. Resistance of bacteria to synthetic antibiotics is increasingly prevalent, while the use of conventional antiseptics carries the risk of oral mucosal irritation. Red betel leaf (Piper crocatum) is a promising candidate due to its bioactive compounds such as alkaloids, flavonoids and tannins that exhibit antibacterial properties. However, its effectiveness has not been optimized due to variations in extraction methods and the lack of comparative data regarding solvent polarity and purification processes. Purification using hexane is crucial to remove non-active components (e.g., chlorophyll) that may interfere with the activity of target compounds. Previous studies have focused only on ethanol extracts without comparing solvent concentrations of 96% and 70% or purified fractions. Variations in solvent polarity are suspected to influence the profile of active compounds, such as flavonoids and tannins, which are more soluble in 70% ethanol. Findings that the 70% ethanol extract showed the highest effectiveness (10.4 mm inhibition zone) compared to 96% ethanol (5.27 mm) and the non-hexane soluble fraction (7.25 mm) indicate the need to optimize extraction and purification methods to maximize the retention of bioactive compounds. This research addresses the urgent need for standardization of phytopharmaceutical formulations based on scientific evidence, particularly in determining the optimal combination of solvents and purification techniques. The results can form the basis for developing safe, effective, and measurable natural antibacterial agents, thereby reducing dependence on synthetic antibiotics that carry the risk of resistance.
Keyword: Antibacterial, purification, red betel leaf, streptococcus mutans.
Universitas Jenderal Achmad Yani
Title: PERBANDINGAN POTENSI EKSTRAK TERPURIFIKASI, EKSTRAK ETANOL 96% DAN EKSTRAK ETANOL 70% DAUN SIRIH MERAH SEBAGAI ANTIBAKTERI Streptococcus mutans
Description:
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pengembangan agen antibakteri alami untuk mengatasi Streptococcus mutans, penyebab utama karies gigi yang memengaruhi 60-90% populasi global.
Resistensi bakteri terhadap antibiotik sintetik semakin meningkat, sementara penggunaan antiseptic konvensional berisiko menimbulkan iritasi mukosa oral.
Daun sirih merah (Piper crocatum) menjadi kandidat potensial karena kandungan senyawa bioaktif seperti alkaloid, flavonoid, dan tanin yang bersifat antibakteri.
Namun, efektivitasnya belum optimal akibat variasi metode ekstraksi dan ketiadaan data komparatif terkait polaritas pelarut serta proses purifikasi.
Proses purifikasi dengan heksan menjadi krusial untuk menghilangkan komponen non-aktif (klorofil) yang dapat mengganggu aktivitas senyawa target.
Studi sebelumnya hanya fokus pada ekstrak etanol tanpa membandingkan konsentrasi pelarut 96% dan 70% atau fraksi hasil pemurnian.
Variasi pelarut diduga mempengaruhi profil senyawa aktif, seperti flavonoid dan tanin yang lebih larut dalam etanol 70%.
Temuan bahwa ekstrak etanol 70% menunjukkan efektivitas tertinggi (10,4 mm) dibanding etanol 96% (5,27 mm) dan fraksi tidak larut heksan (7,25 mm), antar ekstrak mengindikasikan perlunya optimasi metode ekstraksi senyawa pemurnian untuk memaksimalkan retensi senyawa bioaktif.
Penelitian ini menjawab kebutuhan mendesak akan standarisasi formulasi fitofarmaka berbasis bukti ilmiah, khususnya dalam menentukan kombinasi pelarut dan teknik purifikasi yang optimal.
Hasilnya dapat menjadi dasar pengembangan antibakteri alamiah yang aman, efektif, dan terukur, sekaligus mengurangi ketergantungan pada antibiotik sintetik yang berisiko resistensi berbasis bukti ilmiah, khususnya dalam menentukan kombinasi pelarut dan teknik purifikasi yang optimal.
Hasilnya dapat menjadi dasar pengembangan antibakteri alamiah yang aman, efektif dan terukur, sekaligus mengurangi ketergantungan pada antibiotik sintetik yang beresiko resistensi.
Kata kunci: Antibakteri, daun sirih merah, purifikasi, streptococcus mutans.
Abstract
This study is motivated by development of natural antibacterial agents to combat Streptococcus mutans, the primary causative agent of dental caries affecting 60-90% of the global population.
Resistance of bacteria to synthetic antibiotics is increasingly prevalent, while the use of conventional antiseptics carries the risk of oral mucosal irritation.
Red betel leaf (Piper crocatum) is a promising candidate due to its bioactive compounds such as alkaloids, flavonoids and tannins that exhibit antibacterial properties.
However, its effectiveness has not been optimized due to variations in extraction methods and the lack of comparative data regarding solvent polarity and purification processes.
Purification using hexane is crucial to remove non-active components (e.
g.
, chlorophyll) that may interfere with the activity of target compounds.
Previous studies have focused only on ethanol extracts without comparing solvent concentrations of 96% and 70% or purified fractions.
Variations in solvent polarity are suspected to influence the profile of active compounds, such as flavonoids and tannins, which are more soluble in 70% ethanol.
Findings that the 70% ethanol extract showed the highest effectiveness (10.
4 mm inhibition zone) compared to 96% ethanol (5.
27 mm) and the non-hexane soluble fraction (7.
25 mm) indicate the need to optimize extraction and purification methods to maximize the retention of bioactive compounds.
This research addresses the urgent need for standardization of phytopharmaceutical formulations based on scientific evidence, particularly in determining the optimal combination of solvents and purification techniques.
The results can form the basis for developing safe, effective, and measurable natural antibacterial agents, thereby reducing dependence on synthetic antibiotics that carry the risk of resistance.
Keyword: Antibacterial, purification, red betel leaf, streptococcus mutans.
.
Related Results
PENURUNAN PRODUKSI ASAM DAN PERTUMBUHAN BAKTERI STREPTOCOCCUS SOBRINUS SETELAH TERPAPAR REBUSAN DAUN SIRIH MERAH 10%
PENURUNAN PRODUKSI ASAM DAN PERTUMBUHAN BAKTERI STREPTOCOCCUS SOBRINUS SETELAH TERPAPAR REBUSAN DAUN SIRIH MERAH 10%
Karies merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri kariogenik yang terdapat di dalam rongga mulut, antara lain Streptococcus sobrinus. Bakteri tersebut mampu menghasilk...
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis DAN Escherichia coli SERTA UJI BIOAUTOGRAFINYA
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis DAN Escherichia coli SERTA UJI BIOAUTOGRAFINYA
Daun sirih hijau (Piper betle L.) dimanfaatkan dan dipercaya sebagai bahan obat alternatif dalam mengobati berbagai jenis penyakit. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui akti...
Formulasi dan Uji Karakteristik Handbody Lotion yang Mengandung Ekstrak Etanol Daun Sirih Merah (Piper crocatum)
Formulasi dan Uji Karakteristik Handbody Lotion yang Mengandung Ekstrak Etanol Daun Sirih Merah (Piper crocatum)
Daun sirih merah adalah tanaman yang memiliki aktivitas antioksidan karena adanya mengandung senyawa flavonoid sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Untuk memu...
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Bintaro (Cerbera odollam) dalam Menghambat Pertumbuhan Streptococcus mutans dan Escherichia coli
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Bintaro (Cerbera odollam) dalam Menghambat Pertumbuhan Streptococcus mutans dan Escherichia coli
Tanaman bintaro (Cerbera odollam) salah satu dari banyak tanaman antimikroba yang ditemukan di Indonesia. Tanaman bintaro efektif dalam mengendalikan serangan hama, namun dalam pen...
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Dan Dekokta Daun Jambu Kristal (Psidium guajava L. Cultivar Kristal) Terhadap Bakteri Bacillus cereus dan Staphylococcus aureus
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Dan Dekokta Daun Jambu Kristal (Psidium guajava L. Cultivar Kristal) Terhadap Bakteri Bacillus cereus dan Staphylococcus aureus
Latar Belakang: Diare sering disebabkan oleh infeksi bakteri, termasuk Bacillus cereus dan Staphylococcus aureus. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat memicu resistensi,...
Kandungan fitokimia dan uji aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak daun lemon balm (Melissa officinalis) dan daun sage (Salvia officinalis) terhadap bakteri Streptococcus pyogenes penyebab tonsilitis
Kandungan fitokimia dan uji aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak daun lemon balm (Melissa officinalis) dan daun sage (Salvia officinalis) terhadap bakteri Streptococcus pyogenes penyebab tonsilitis
Background: Chronic tonsillitis is a common infectious disease often treated with antibiotics, which can lead to resistance and other side effects. The use of medicinal plants such...
LITERATURE REVIEW: EKSTRAK BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor) SEBAGAI ANTIBAKTERI
LITERATURE REVIEW: EKSTRAK BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor) SEBAGAI ANTIBAKTERI
Berdasarkan penelitian, keluarga dari Amaranthus spp. dilaporkan memiliki aktivitas antibakteri. Begitu pula, penelitian mengenai ekstrak Amaranthus tricolor sebagai antibakteri te...
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI GRAM POSITIF KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urb.) DAN DAUN BANDOTAN (Ageratum conyzoides L.)
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI GRAM POSITIF KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urb.) DAN DAUN BANDOTAN (Ageratum conyzoides L.)
Daun pegagan (Centella asiatica (L.) Urb.) dan daun bandotan (Ageratum conyzoides L.) merupakan salah satu tanaman yang berkhasiat sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan unt...

