Javascript must be enabled to continue!
UJI RHODAMIN B PADA SAUS TOMAT DI PASAR COMAL DENGAN METODE KLT DAN BENANG WOL
View through CrossRef
Penambahan pewarna pada makanan digunakan untuk menarik konsumen supaya lebih berminat dengan sesuatu produk yang dijual. Tidak jarang sebagian produsen menggunakan pewarna sintetik pada produknya yang biasanya digunakan untuk pewarna tekstil. Salah satu pewarna sintetik yang umumnya ditambahkan ke dalam makanan adalah Rhodamin B. Rhodamin B termasuk zat pewarna tambahan yang dilarang penggunaannya dalam produksi makanan dan minuman yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 772/MENKES/PER/IX/1998. Penyalahgunaan Rhodamin B dapat menyebabkan kanker hati bahkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya kandungan pewarna rhodamin B pada saus tomat di Pasar Comal Kabupaten Pemalang, dengan menggunakan metode deskriptif observasional, yaitu metode penelitian yang dilakukan untuk memperoleh gambaran suatu keadaan dengan melakukan observasi. Dengan demikian penelitian ini untuk menggambarkan kandungan Rhodamin B pada saus tomat dengan metode KLT dan benang wol. Dari 8 sampel saus tomat yang telah diuji melalui uji benang wol dan KLT tidak ada sampel yang identik atau negatif mengandung Rhodamin B, hal ini didasarkan pada benang wol yang dapat tercucikan oleh air dan pada saat diamati di bawah sinar UV tidak memberikan warna orange. Dari kedelapan sampel saus tomat yang telah diuji menunjukkan bahwa semua sampel yang ada tidak identik atau tidak mengandung pewarna Rhodamin B.
Title: UJI RHODAMIN B PADA SAUS TOMAT DI PASAR COMAL DENGAN METODE KLT DAN BENANG WOL
Description:
Penambahan pewarna pada makanan digunakan untuk menarik konsumen supaya lebih berminat dengan sesuatu produk yang dijual.
Tidak jarang sebagian produsen menggunakan pewarna sintetik pada produknya yang biasanya digunakan untuk pewarna tekstil.
Salah satu pewarna sintetik yang umumnya ditambahkan ke dalam makanan adalah Rhodamin B.
Rhodamin B termasuk zat pewarna tambahan yang dilarang penggunaannya dalam produksi makanan dan minuman yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.
772/MENKES/PER/IX/1998.
Penyalahgunaan Rhodamin B dapat menyebabkan kanker hati bahkan kematian.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya kandungan pewarna rhodamin B pada saus tomat di Pasar Comal Kabupaten Pemalang, dengan menggunakan metode deskriptif observasional, yaitu metode penelitian yang dilakukan untuk memperoleh gambaran suatu keadaan dengan melakukan observasi.
Dengan demikian penelitian ini untuk menggambarkan kandungan Rhodamin B pada saus tomat dengan metode KLT dan benang wol.
Dari 8 sampel saus tomat yang telah diuji melalui uji benang wol dan KLT tidak ada sampel yang identik atau negatif mengandung Rhodamin B, hal ini didasarkan pada benang wol yang dapat tercucikan oleh air dan pada saat diamati di bawah sinar UV tidak memberikan warna orange.
Dari kedelapan sampel saus tomat yang telah diuji menunjukkan bahwa semua sampel yang ada tidak identik atau tidak mengandung pewarna Rhodamin B.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Uji Kualitatif Kandungan Pewarna Sintetik pada Minuman, Saus Cabai dan Tomat
Uji Kualitatif Kandungan Pewarna Sintetik pada Minuman, Saus Cabai dan Tomat
ABSTRAK
Rhodamin B merupakan zat adiktif yang dilarang penggunaannya pada bahan makanan. Jika senyawa ini masuk ke dalam tubuh, bisa menyebabkan kerusakan hati, ginjal, dan peruba...
Jhan Saberlan Purba
Jhan Saberlan Purba
Rhodamin B merupakan pewarna sintetik yang digunakan sebagai zat warna tekstil, rhodamin B tidak diperbolehkan digunakan pada produk makanan karena sangat berbahaya bagi kesehatan ...
Karakterisasi Sifat Mekanik Benang Wol dan Benang Kasur
Karakterisasi Sifat Mekanik Benang Wol dan Benang Kasur
Kajian mengenai karakteristik sifat mekanik benang merupakan hal yang sifatnya sederhana namun penting dilakukan demi berkembangnya penelitian mengenai serat dan benang. Pada penel...
Analisis Penerapan Metode Pencatatan Terhadap Persediaan Barang Dagang Benang Pada PT. Mitra Bangun Cemerlang (MBC) Tahun 2022
Analisis Penerapan Metode Pencatatan Terhadap Persediaan Barang Dagang Benang Pada PT. Mitra Bangun Cemerlang (MBC) Tahun 2022
Persediaan merupakan bagian dari aset lancar dan juga salah satu sarana untuk melaksanakan aktivitas perusahaan yang dibutuhkan oleh berbagai jenis perusahaan seperti perusahaan da...
Analisis Zat Pewarna Rhodamin B pada Jajanan Pasar di Kabupaten Lombok Timur
Analisis Zat Pewarna Rhodamin B pada Jajanan Pasar di Kabupaten Lombok Timur
Salah satu pewarna makanan yang banyak digunakan dalam proses pembuatan jajanan pasar tradisional adalah zat pewarna sintetis rhodamin B. Pewarna ini dilarang untuk digunakan pada ...
PERANCANGAN SENSOR PUTUS BENANG PADA MESIN KELOS UNTUK MENURUNKAN LIMBAH
PERANCANGAN SENSOR PUTUS BENANG PADA MESIN KELOS UNTUK MENURUNKAN LIMBAH
Masalah terjadi pada proses perangkapan benang adalah ketika salah satu atau kedua benang yang dirangkap putus. Operator mengalami kesulitan untuk memantau posisi benang yang putus...

