Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

BATIK JUMPUTAN BAGI GURU TAMAN KANAK-KANAK

View through CrossRef
Abstract: At the kindergarten, learning is based on 6 aspects in the form of physical, motor, emotional, social, artistic, moral, cognitive and language aspects. One way to realize this is by making batik. There are various techniques on how to make batik, according to the service team, jumputan batik is the most appropriate one to use. Jumputan batik art can improve and develop children's fine motor skills. Steps taken by hands-on practice of making jumputan batik. In general, the service team provides theories to gain insight and knowledge about the art of batik, especially the jumputan batik technique and various jumputan batik motifs that can be formed. The next step, all partisipan divided the participants into small groups, each group of 5 teachers and accompanied by 1 service team. The practice was carried out independently, then the service team asked each group to present their work and explain the jumputan technique of picking them up so that the motif was formed. The final activity is an evaluation. In general, this service activity went smoothly in accordance with the expectations of the service team.Abstrak: Pada masa taman kanak-kanak, pembelajaran didasarkan pada 6 aspek yang berupa aspek fisik motorik, emosi, sosial, seni, moral, kognitif dan bahasa. Salah satu cara untuk merealisasikan hal tersebut adalah dengan membatik. Terdapat bermacam-macam Teknik cara membatik, menurut tim pengabdi batik jumputan adalah yang paling tepat digunakan. Seni membatik jumputan dapat meningkatkan dan mengembangkan kemampuan motorik halus anak. Langkah yang dilakukan dengan praktik secara langsung membuat batik jumputan. Secara umum tim pengabdi memberikan teori guna menambah wawasan dan ilmu pengetahuan tentang seni membatik terutama teknik batik jumputan serta beragam motif batik jumputan yang dapat dibentuk. Langkah selanjutnya tim membagi peserta ke dalam kelompok-kelompok kecil, setiap kelompok 5 orang guru dan didampingi oleh 1 orang tim pengabdi. Praktik secara mandiri dilakukan, kemudian tim pengabdi meminta setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil karyanya serta menjelaskan Teknik menjumputnya sehingga terbentuk motif tersebut. Kegiatan akhir berupa evaluasi. Secara umum kegiatan pengabdian ini berjalan dengan lancar sesuai dengan harapan tim pengabdi.
Title: BATIK JUMPUTAN BAGI GURU TAMAN KANAK-KANAK
Description:
Abstract: At the kindergarten, learning is based on 6 aspects in the form of physical, motor, emotional, social, artistic, moral, cognitive and language aspects.
One way to realize this is by making batik.
There are various techniques on how to make batik, according to the service team, jumputan batik is the most appropriate one to use.
Jumputan batik art can improve and develop children's fine motor skills.
Steps taken by hands-on practice of making jumputan batik.
In general, the service team provides theories to gain insight and knowledge about the art of batik, especially the jumputan batik technique and various jumputan batik motifs that can be formed.
The next step, all partisipan divided the participants into small groups, each group of 5 teachers and accompanied by 1 service team.
The practice was carried out independently, then the service team asked each group to present their work and explain the jumputan technique of picking them up so that the motif was formed.
The final activity is an evaluation.
In general, this service activity went smoothly in accordance with the expectations of the service team.
Abstrak: Pada masa taman kanak-kanak, pembelajaran didasarkan pada 6 aspek yang berupa aspek fisik motorik, emosi, sosial, seni, moral, kognitif dan bahasa.
Salah satu cara untuk merealisasikan hal tersebut adalah dengan membatik.
Terdapat bermacam-macam Teknik cara membatik, menurut tim pengabdi batik jumputan adalah yang paling tepat digunakan.
Seni membatik jumputan dapat meningkatkan dan mengembangkan kemampuan motorik halus anak.
Langkah yang dilakukan dengan praktik secara langsung membuat batik jumputan.
Secara umum tim pengabdi memberikan teori guna menambah wawasan dan ilmu pengetahuan tentang seni membatik terutama teknik batik jumputan serta beragam motif batik jumputan yang dapat dibentuk.
Langkah selanjutnya tim membagi peserta ke dalam kelompok-kelompok kecil, setiap kelompok 5 orang guru dan didampingi oleh 1 orang tim pengabdi.
Praktik secara mandiri dilakukan, kemudian tim pengabdi meminta setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil karyanya serta menjelaskan Teknik menjumputnya sehingga terbentuk motif tersebut.
Kegiatan akhir berupa evaluasi.
Secara umum kegiatan pengabdian ini berjalan dengan lancar sesuai dengan harapan tim pengabdi.

Related Results

Iptek bagi Masyarakat Taman Kanak-Kanak di Desa Kalitirto Kecamatan Berbah
Iptek bagi Masyarakat Taman Kanak-Kanak di Desa Kalitirto Kecamatan Berbah
<p>Berbah adalah kecamatan Sleman, Yogyakarta, yang memiliki 21 sekolah taman kanak-kanak sebagai pendidikan formal untuk anak-anak. Dua taman kanak-kanak telah mendapatkan a...
Peranan Guru dalam Pelaksanaan Aktiviti Seni Halus Kanak-kanak
Peranan Guru dalam Pelaksanaan Aktiviti Seni Halus Kanak-kanak
Kebergantungan kanak-kanak pada orang dewasa adalah perkara yang normal disebabkan mereka masih dalam fasa perkembangan dan pembentukan diri. Di sekolah, orang dewasa yang bersama ...
Pergerakan Proses Lukisan Kanak-kanak dalam Lakaran Kasar Seni Visual
Pergerakan Proses Lukisan Kanak-kanak dalam Lakaran Kasar Seni Visual
Kajian membincangkan bidang seni visual semakin berkembang pada bidang penyelidikan kanak-kanak merujuk kepada hasil lukisan kanak-kanak. Hasil lukisan kanak-kanak tersebut menghas...
Garis panduan guru: Pelaksanaan amalan zikir bagi kanak-kanak bermasalah tingkah laku agresif Berpandukan kanak-kanak autisma
Garis panduan guru: Pelaksanaan amalan zikir bagi kanak-kanak bermasalah tingkah laku agresif Berpandukan kanak-kanak autisma
Jenayah dalam kalangan kanak-kanak patut dipandang serius kerana terdapat banyak laporan akhbar menunjukkan kanak-kanak di Malaysia sudah mula terjebak dalam jenayah-jenayah esktre...
KAJIAN MOTIF BATIK PRING SEDAPUR KARYA NUNUNG WIJAYANTI DI GROBOGAN MENGGUNAKAN KONSEP PENCIPTAAN KRIYA
KAJIAN MOTIF BATIK PRING SEDAPUR KARYA NUNUNG WIJAYANTI DI GROBOGAN MENGGUNAKAN KONSEP PENCIPTAAN KRIYA
ABSTRAK Batik merupakan salah satu perwujudan dari kebudayaan Indonesia yang dituangkan dalam selembar kain. Batik Grobogan merupakan salah satu ikon yang menggambarkan karakterist...
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MOTIF BATIK INCUNG
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MOTIF BATIK INCUNG
Abstrak: Motif batik Incung dalam motif batik yang hanya terdapat di wilayah Kerinci (Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh) yang menjadikan batik ini menjadi batik khas dari wil...
Penciptaan Batik Inspirasi Tradisi Boyong Grobog
Penciptaan Batik Inspirasi Tradisi Boyong Grobog
Abstract. The Boyong Grobog Carnival is one of the original traditions of Grobogan which commemorates the anniversary of Grobogan Regency and is always celebrated by the people eve...
Mengenalpasti persepsi kanak-kanak tadika terhadap landskap persekitaran tadika NCDRC, UPSI
Mengenalpasti persepsi kanak-kanak tadika terhadap landskap persekitaran tadika NCDRC, UPSI
Persekitaran pembelajaran di luar kelas merupakan salah satu faktor utama dalam mempengaruhi perkembangan psikomotor kanak-kanak tadika. Perkembangan psikomotor kanak-kanak tadika ...

Back to Top