Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PERBANDINGAN METODE ASM, STEPPING STONE DAN METODE MODI PADA BIAYA ANGKUT TRANSPORTASI (Kasus Studi: Data Pendistribusian Raskin Perum Bulog Divre Kalimantan Barat Tahun 2018 Pada Bulan Januari-September)

View through CrossRef
Dalam mendistribusikan barang ke berbagai tujuan sebagai salah satu bagian dari operasional perusahaan, tentu membutuhkan biaya transportasi yang besar. Perencanaan yang matang diperlukan agar biaya transportasi yang dikeluarkan seminimal mungkin. Perum Bulog Divre Kalimantan Barat sebagai pelaksana program Raskin untuk beberapa wilayah di Kalimantan Barat yaitu Divre Kota Pontianak, Subdivre Singkawang, Subdivre Ketapang, Subdivre Sintang, Subdivre Sanggau, dan Subdivre Putussibau dibawah koordinasi Divre Kalimantan Barat mengeluarkan dana yang cukup besar untuk kegiatan pendistribusian. Pengeluaran biaya angkut transportasi yang dikeluarkan Perum Bulog Divre Kalimantan Barat sebesar Rp. 2.236.337.070,-. Metode transportasi yang digunakan untuk memecahkan permasalahan transportasi pada penelitian ini adalah metode ASM, metode Stepping Stone dan metode Modi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan metode ASM, metode Stepping Stone dan metode Modi dalam meminumumkan biaya angkut transportasi pendistribusian Raskin Perum Bulog Divre Kalimantan Barat. Langkah-langkah dalam pemecahan pencarian solusi optimal pada masalah transportasi ini dengan membuat tabel transportasi dari data yang sudah dikumpulkan. Mencari solusi optimal menggunakan metode ASM, metode Stepping Stone dan metode Modi. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh besarnya biaya angkut transportasi menggunakan metode ASM,  Stepping Stone dan metode Modi menghasilkan biaya transportasi yang sama sebesar Rp. 2.046.604.020,-,  sehingga menghemat biaya pendistribusian sebesar Rp. 189.733.050,- atau sama dengan 8,48% berkurangnya dari biaya distribusi yang dikeluarkan Perum Bulog. Perusahaan dapat menghemat biaya dengan cara pengalokasian yang tepat.Kata kunci: Riset Operasi,  Metode Vogel, Raskin
Title: PERBANDINGAN METODE ASM, STEPPING STONE DAN METODE MODI PADA BIAYA ANGKUT TRANSPORTASI (Kasus Studi: Data Pendistribusian Raskin Perum Bulog Divre Kalimantan Barat Tahun 2018 Pada Bulan Januari-September)
Description:
Dalam mendistribusikan barang ke berbagai tujuan sebagai salah satu bagian dari operasional perusahaan, tentu membutuhkan biaya transportasi yang besar.
Perencanaan yang matang diperlukan agar biaya transportasi yang dikeluarkan seminimal mungkin.
Perum Bulog Divre Kalimantan Barat sebagai pelaksana program Raskin untuk beberapa wilayah di Kalimantan Barat yaitu Divre Kota Pontianak, Subdivre Singkawang, Subdivre Ketapang, Subdivre Sintang, Subdivre Sanggau, dan Subdivre Putussibau dibawah koordinasi Divre Kalimantan Barat mengeluarkan dana yang cukup besar untuk kegiatan pendistribusian.
Pengeluaran biaya angkut transportasi yang dikeluarkan Perum Bulog Divre Kalimantan Barat sebesar Rp.
2.
236.
337.
070,-.
Metode transportasi yang digunakan untuk memecahkan permasalahan transportasi pada penelitian ini adalah metode ASM, metode Stepping Stone dan metode Modi.
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan metode ASM, metode Stepping Stone dan metode Modi dalam meminumumkan biaya angkut transportasi pendistribusian Raskin Perum Bulog Divre Kalimantan Barat.
Langkah-langkah dalam pemecahan pencarian solusi optimal pada masalah transportasi ini dengan membuat tabel transportasi dari data yang sudah dikumpulkan.
Mencari solusi optimal menggunakan metode ASM, metode Stepping Stone dan metode Modi.
Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh besarnya biaya angkut transportasi menggunakan metode ASM,  Stepping Stone dan metode Modi menghasilkan biaya transportasi yang sama sebesar Rp.
2.
046.
604.
020,-,  sehingga menghemat biaya pendistribusian sebesar Rp.
189.
733.
050,- atau sama dengan 8,48% berkurangnya dari biaya distribusi yang dikeluarkan Perum Bulog.
Perusahaan dapat menghemat biaya dengan cara pengalokasian yang tepat.
Kata kunci: Riset Operasi,  Metode Vogel, Raskin.

Related Results

INTERVENSI BULOG TERHADAP KELANGKAAN BERAS MENURUT PERSPEKTIF TAS’IR AL-JABARI
INTERVENSI BULOG TERHADAP KELANGKAAN BERAS MENURUT PERSPEKTIF TAS’IR AL-JABARI
Beras pada waktu tertentu dapat mengalami kelangkaan dikarenakan berbagai macam permasalahan, Perum Bulog memiliki wewenang untuk mengatasi kelangkaan beras dengan melakukan interv...
Daya Serap Pembelian Gabah Lokal Terhadap Daya Produksi Petani (Studi Perum Bulog Sub-Divre Meulaboh)
Daya Serap Pembelian Gabah Lokal Terhadap Daya Produksi Petani (Studi Perum Bulog Sub-Divre Meulaboh)
The agricultural sector is one of the strategic commodities in Aceh Province. Meulaboh is one area that has these commodities. Commodities can be seen from the majority of people u...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
PENGARUH NEPOTISME DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP TIMBULNYA PERILAKU KERJA KONTRAPRODUKTIF PADA PERUM BULOG SUB DIVRE PAREPARE
PENGARUH NEPOTISME DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP TIMBULNYA PERILAKU KERJA KONTRAPRODUKTIF PADA PERUM BULOG SUB DIVRE PAREPARE
Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Nepotisme yang ditinjau melalui pendekatan Konsep Keadilan Organisasi dan Budaya Organisasi terhadap timbulnya perilaku ...
PENGUKURAN KINERJA SUPPLY CHAIN PERUM BULOG DIVISI REGIONAL KALIMANTAN BARAT MENGGUNAKAN SUPPLY CHAIN OPERATION REFERENCE (SCOR)
PENGUKURAN KINERJA SUPPLY CHAIN PERUM BULOG DIVISI REGIONAL KALIMANTAN BARAT MENGGUNAKAN SUPPLY CHAIN OPERATION REFERENCE (SCOR)
Perkembangan bisnis di masa sekarang menuntut perusahaan untuk melakukan inovasi supaya tetap bisa memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin tinggi. Perusahaan terus berupaya mening...
Peran Badan Urusan Logistik (Bulog) dalam Meningkatkan Stabilitas Harga Pangan di Kabupaten  Aceh Barat
Peran Badan Urusan Logistik (Bulog) dalam Meningkatkan Stabilitas Harga Pangan di Kabupaten  Aceh Barat
BULOG pertama kali dibentuk berdasarkan Keputusan Presidium Kabinet Nomor 114/U/KEP/5/1967 tanggal 10 Mei 1967 dengan nama Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) Bulog dengan tuj...
LOGISTIK 4.0 Dalam Manajemen Rantai Pasok Beras Perum BULOG
LOGISTIK 4.0 Dalam Manajemen Rantai Pasok Beras Perum BULOG
Artikel ini bertujuan untuk merumuskan gagasan Logistik 4.0 yang diaplikasikan pada manajemen rantai pasok beras, khususnya pada Perum BULOG yang mendapat mandat untuk dapat mengen...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...

Back to Top