Javascript must be enabled to continue!
Daya Dukung Lahan Pertanian, Permukiman, dan Kawasan Lindung di DAS Sembung, Kabupaten Sleman, DIY
View through CrossRef
Pembangunan wilayah di DAS Sembung yang semakin meningkat menjadikan analisis daya dukung terhadap lahan permukiman, pertanian, dan kawasan lindung perlu dilakukan. Analisis ketiga daya dukung tersebut dilakukan secara spasial berdasarkan bentuklahan yang terdiri dari lereng kaki, dataran kaki, dan teras sungai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya dukung terhadap permukiman menunjukkan bahwa pada lereng kaki dan dataran kaki memiliki daya dukung yang tinggi sedangkan pada bentuklahan teras sungai memiliki daya dukung permukiman yang rendah. Hal ini dipengaruhi oleh faktor luas lahan layak permukiman dan jumlah penduduk pada masing-masing bentuklahan. Hasil perhitungan daya dukung pertanian menunjukkan bahwa lereng kaki memiliki daya dukung yang tergolong tinggi sedangkan pada dataran kaki dan teras sungai memiliki daya dukung yang rendah, hal ini disebabkan karenatekstur tanah di lereng kaki adalah geluh berpasir yang cocok untuk pertanian sedangkan tektur tanah pada dataran kaki dan teras sungai dominan pasir. Hasil perhitungan daya dukung lindung menunjukkan bahwa pada bentuklahan lereng kaki dan dataran kaki memiliki daya dukung yang tergolong rusak sedangkan pada teras sungai tergolong sedang. Hal ini sangat dipengaruhi olehkondisi alami yang ada pada lereng kaki dan dataran kaki telah banyak berubah akibat aktivitas manusia
Title: Daya Dukung Lahan Pertanian, Permukiman, dan Kawasan Lindung di DAS Sembung, Kabupaten Sleman, DIY
Description:
Pembangunan wilayah di DAS Sembung yang semakin meningkat menjadikan analisis daya dukung terhadap lahan permukiman, pertanian, dan kawasan lindung perlu dilakukan.
Analisis ketiga daya dukung tersebut dilakukan secara spasial berdasarkan bentuklahan yang terdiri dari lereng kaki, dataran kaki, dan teras sungai.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya dukung terhadap permukiman menunjukkan bahwa pada lereng kaki dan dataran kaki memiliki daya dukung yang tinggi sedangkan pada bentuklahan teras sungai memiliki daya dukung permukiman yang rendah.
Hal ini dipengaruhi oleh faktor luas lahan layak permukiman dan jumlah penduduk pada masing-masing bentuklahan.
Hasil perhitungan daya dukung pertanian menunjukkan bahwa lereng kaki memiliki daya dukung yang tergolong tinggi sedangkan pada dataran kaki dan teras sungai memiliki daya dukung yang rendah, hal ini disebabkan karenatekstur tanah di lereng kaki adalah geluh berpasir yang cocok untuk pertanian sedangkan tektur tanah pada dataran kaki dan teras sungai dominan pasir.
Hasil perhitungan daya dukung lindung menunjukkan bahwa pada bentuklahan lereng kaki dan dataran kaki memiliki daya dukung yang tergolong rusak sedangkan pada teras sungai tergolong sedang.
Hal ini sangat dipengaruhi olehkondisi alami yang ada pada lereng kaki dan dataran kaki telah banyak berubah akibat aktivitas manusia.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Analisis Potensi Pengembangan Kawasan Perumahan dan Permukiman di Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor
Analisis Potensi Pengembangan Kawasan Perumahan dan Permukiman di Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor
ABSTRAK
Pertumbuhan penduduk di perkotaan meningkatkan kebutuhan akan lahan. Kabupaten Bogor melalui RTRW 2016-2036 mengembangkan pusat-pusat kegiatan. Kecamatan Cigudeg mempunyai...
ANALISIS DAYA DUKUNG LINGKUNGAN BERBASIS LAHAN DI KECAMATAN SUKADANA KABUPATEN KAYONG UTARA
ANALISIS DAYA DUKUNG LINGKUNGAN BERBASIS LAHAN DI KECAMATAN SUKADANA KABUPATEN KAYONG UTARA
Daya dukung lahan merupakan kapasitas atau kemampuan lahan yang berupa lingkungan untuk mendukung kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Kemampuan lahan adalah mutu lahan yan...
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERADAAN KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH DI SURAKARTA
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERADAAN KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH DI SURAKARTA
<p class="Style1">Kawasan permukiman kumuh merupakan kawasan yang terabaikan dari pembangunan kota dengan kondisi lingkungan permukiman yang mengalami penurunan kualitas fisi...
STUDI GEOLOGIKARST SEBAGAI KAWASAN LINDUNG GEOLOGI DI KABUPATEN MUNA DAN KABUPATEN MUNA BARAT
STUDI GEOLOGIKARST SEBAGAI KAWASAN LINDUNG GEOLOGI DI KABUPATEN MUNA DAN KABUPATEN MUNA BARAT
ABSTRAKStudi Geologi Karst Sebagai Kawasan Lindung Geologi Di Kabupaten Muna Dan Kabupaten Muna Barat (Dibimbing oleh Muh Tufaila Hemon, sebagai Pembimbing I dan La Ode Ngkoimani, ...
Evaluasi Kesesuaian Lahan Permukiman di Pesisir Kota Pekalongan
Evaluasi Kesesuaian Lahan Permukiman di Pesisir Kota Pekalongan
Kebutuhan lahan permukiman semakin tinggi, namun lahan yang tersedia di perkotaan semakin sempit. Hal ini menjadikan wilayah pinggiran kota sebagai salah satu alternatif lokasi lah...
Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau dan Prasarana Lingkungan Permukiman Kekalik Timur Kota Mataram
Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau dan Prasarana Lingkungan Permukiman Kekalik Timur Kota Mataram
Lingkungan permukiman Kekalik Timur mengalami pertumbuhan penduduk dan perkembangan kawasan, hal ini dapat mempengaruhi ruang terbuka hijau dan ketersediaan prasarana lingkungan ya...
ANALISIS KEMAMPUAN DAN KESESUAIAN LAHAN DI DAS SEMBUNG, KABUPATEN SLEMAN, DIY
ANALISIS KEMAMPUAN DAN KESESUAIAN LAHAN DI DAS SEMBUNG, KABUPATEN SLEMAN, DIY
Analisis Citra Google Earth tahun 2016 menunjukkan wilayah DAS Sembung sebagian besar merupakan area pertanian sistem lahan kering dan basah serta non pertanian. Kemiringan lereng ...

