Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

KEBIJAKAN LUAR NEGERI TAHTA SUCI VATIKAN

View through CrossRef
Konflik Suriah merupakan salah satu imbas dari Arab Spring yang kemudian berkembang menjadi proxy war. Eskalasi ini tidak jarang mendorong aktor-aktor yang memiliki kepentingan politis untuk terlibat dan menyebabkan konflik Suriah tak kunjung menemukan titik akhir. Di tengah ramainya aktor-aktor yang aktif dalam panggung politik internasional, Tahta Suci Vatikan hadir untuk memperjuangkan perdamaian di Suriah. Hal ini tentu menjadi sebuah pertanyaan mengingat Tahta Suci Vatikan tidak memiliki agenda politis namun turut terjun dalam konflik Suriah. Adapun penelitian ini bertujuan untuk meneliti hal tersebut, yakni untuk meneliti mengapa Tahta Suci Vatikan melibatkan diri dalam memperjuangkan perdamaian di Suriah. Dengan menggunakan teori konstruktivisme berbasis norma dan konsep kebijakan luar negeri, penelitian ini disusun dalam riset kualitatif tipe eksplanatif dengan teknik analisis kongruen. Konstruktivisme menyediakan penjelasan mengenai mengapa suatu negara mengeluarkan sebuah kebijakan luar negeri yang bukan didasari oleh hal-hal material seperti halnya realis. Konstruktivisme berbasis norma mengamini bahwa norma, salah satunya norma domestik yang dianut oleh suatu negara dapat mempengaruhi kepentingan suatu negara yang kemudian mempengaruhi kebijakan luar negeri. Adapun pengaruh dari norma tersebut dilihat sebagai fungsi regulatif dan konstitutif suatu norma dan norma tersebutlah yang menjadi standar bagaimana suatu negara bertindak pantas dan seharusnya (logic of appropriateness). Adapun dalam hal ini Pacem In Terris sebagai salah satu ensiklik dalam ajaran sosial Katolik menjadi salah satu norma domestik yang dimiliki oleh Tahta Suci Vatikan. Oleh karena itu, hasil dari penelitian ini menemukan bahwa Pacem In Terris sebagai norma domestik Tahta Suci Vatikan merupakan standar bagaimana seharusnya bertindak dalam memperjuangkan misi perdamaian di bumi. Norma ini kemudian mempengaruhi kepentingan Tahta Suci Vatikan untuk memperjuangkan perdamaian dengan cara-cara yang damai dan kemudian sebagai ‘peta’ yang mempengaruhi kebijakan Tahta Suci Vatikan untuk turut serta mengeluarkan beberapa kebijakan luar negeri yang dilandasi oleh misi perdamaian. Adapun saran untuk penelitian selanjutnya alangkah lebih baiknya menganalisis mengenai bagaimana implikasi dari kebijakan Tahta Suci Vatikan di Suriah dan pengaruh norma domestik Pacem In Terris dalam konflik lainnya.
Center for Open Science
Title: KEBIJAKAN LUAR NEGERI TAHTA SUCI VATIKAN
Description:
Konflik Suriah merupakan salah satu imbas dari Arab Spring yang kemudian berkembang menjadi proxy war.
Eskalasi ini tidak jarang mendorong aktor-aktor yang memiliki kepentingan politis untuk terlibat dan menyebabkan konflik Suriah tak kunjung menemukan titik akhir.
Di tengah ramainya aktor-aktor yang aktif dalam panggung politik internasional, Tahta Suci Vatikan hadir untuk memperjuangkan perdamaian di Suriah.
Hal ini tentu menjadi sebuah pertanyaan mengingat Tahta Suci Vatikan tidak memiliki agenda politis namun turut terjun dalam konflik Suriah.
Adapun penelitian ini bertujuan untuk meneliti hal tersebut, yakni untuk meneliti mengapa Tahta Suci Vatikan melibatkan diri dalam memperjuangkan perdamaian di Suriah.
Dengan menggunakan teori konstruktivisme berbasis norma dan konsep kebijakan luar negeri, penelitian ini disusun dalam riset kualitatif tipe eksplanatif dengan teknik analisis kongruen.
Konstruktivisme menyediakan penjelasan mengenai mengapa suatu negara mengeluarkan sebuah kebijakan luar negeri yang bukan didasari oleh hal-hal material seperti halnya realis.
Konstruktivisme berbasis norma mengamini bahwa norma, salah satunya norma domestik yang dianut oleh suatu negara dapat mempengaruhi kepentingan suatu negara yang kemudian mempengaruhi kebijakan luar negeri.
Adapun pengaruh dari norma tersebut dilihat sebagai fungsi regulatif dan konstitutif suatu norma dan norma tersebutlah yang menjadi standar bagaimana suatu negara bertindak pantas dan seharusnya (logic of appropriateness).
Adapun dalam hal ini Pacem In Terris sebagai salah satu ensiklik dalam ajaran sosial Katolik menjadi salah satu norma domestik yang dimiliki oleh Tahta Suci Vatikan.
Oleh karena itu, hasil dari penelitian ini menemukan bahwa Pacem In Terris sebagai norma domestik Tahta Suci Vatikan merupakan standar bagaimana seharusnya bertindak dalam memperjuangkan misi perdamaian di bumi.
Norma ini kemudian mempengaruhi kepentingan Tahta Suci Vatikan untuk memperjuangkan perdamaian dengan cara-cara yang damai dan kemudian sebagai ‘peta’ yang mempengaruhi kebijakan Tahta Suci Vatikan untuk turut serta mengeluarkan beberapa kebijakan luar negeri yang dilandasi oleh misi perdamaian.
Adapun saran untuk penelitian selanjutnya alangkah lebih baiknya menganalisis mengenai bagaimana implikasi dari kebijakan Tahta Suci Vatikan di Suriah dan pengaruh norma domestik Pacem In Terris dalam konflik lainnya.

Related Results

SOSIALISASI DAN PELATIHAN MEMBACA KITAB SUCI KATOLIK BAGI UMAT KAPELA OEMOLO, TIMOR LESTE DENGAN FOKUS PADA SPIRIT NEKAF MESE ANSAOF MESE
SOSIALISASI DAN PELATIHAN MEMBACA KITAB SUCI KATOLIK BAGI UMAT KAPELA OEMOLO, TIMOR LESTE DENGAN FOKUS PADA SPIRIT NEKAF MESE ANSAOF MESE
Konsili Vatikan II melalui dokumen Dei Verbum Artikel 25 mendesak umat beriman Katolik untuk selalu membaca kitab suci. Umat Kapela Oemolo Paroki Oecusse, Timor Leste sebagai umat ...
TASAVVUFTA TAHTA KILIÇ SEMBOLİZMİ
TASAVVUFTA TAHTA KILIÇ SEMBOLİZMİ
Tasavvuf erbâbı tabîatleri gereği mâddî unsurlardan ziyâde mânevî değerleri muhafaza etmeye ve geliştirmeye çalışırlar. Fakat tasavvufî çevrelerin sosyal bir yapıya bürünmeleriyle ...
Implikasi Gerakan Politik Islam dalam Kebijakan Luar Negeri Indonesia Era Presidensi Joko Widodo
Implikasi Gerakan Politik Islam dalam Kebijakan Luar Negeri Indonesia Era Presidensi Joko Widodo
Tulisan ini akan membahas pertanyaan "Apakah gerakan politik Islam berpengaruh dalam kebijakan luar negeri Indonesia?". Tulisan ini juga akan secara spesifik membahas dinamika poli...
KEBIJAKAN POLITIK LUAR NEGERI KONFRONTATIF INDONESIA MASA DEMOKRASI TERPIMPIN
KEBIJAKAN POLITIK LUAR NEGERI KONFRONTATIF INDONESIA MASA DEMOKRASI TERPIMPIN
Penelitian ini mengkaji kebijakan politik luar negeri Indonesia masa Demokrasi Terpimpin. Kebijakan politik luar negeri Indonesia saat itu bersifat konfrontatif. Artikel ini bertuj...
KEBIJAKAN POLITIK LUAR NEGERI KONFRONTATIF INDONESIA MASA DEMOKRASI TERPIMPIN
KEBIJAKAN POLITIK LUAR NEGERI KONFRONTATIF INDONESIA MASA DEMOKRASI TERPIMPIN
Penelitian ini mengkaji kebijakan politik luar negeri Indonesia masa Demokrasi Terpimpin. Kebijakan politik luar negeri Indonesia saat itu bersifat konfrontatif. Artikel ini bertuj...
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP WARGA NEGARA INDONESIA DI LUAR NEGERI MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 37 TAHUN 1999 TENTANG HUBUNGAN LUAR NEGERI
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP WARGA NEGARA INDONESIA DI LUAR NEGERI MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 37 TAHUN 1999 TENTANG HUBUNGAN LUAR NEGERI
Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perlindungan hukum terhadap warga negara Indonesia menurut Undang-Undang Nomor 37 Tahun 1999 Tentang Hubungan L...
Analisis Bentuk dan Makna Syair Lagu Rohani “Suci, Suci, Suci” di GKI Darmo Permai
Analisis Bentuk dan Makna Syair Lagu Rohani “Suci, Suci, Suci” di GKI Darmo Permai
Musik memiliki berbagai fungsi, salah satunya untuk ibadah gereja seperti di gereja GKI Darmo Permai. Gereja ini menggunakan buku Kidung Jemaat sebagai salah satu buku pujian merek...
Analisis Politik Luar Negeri Indonesia Di Era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Analisis Politik Luar Negeri Indonesia Di Era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Politik Luar Negeri merupakan sebuah hasil kebijakan yang di dasari oleh kebutuhan nasional sebuah negara. Dalam melaksanakan Politik Luar Negeri Presiden SBY mengedepankan motto ”...

Back to Top