Javascript must be enabled to continue!
Konsep Syukur dalam Al-Qur’an (Studi QS. Ibrahim [14]:7 dengan Pendekatan Ma’na Cum Maghza)
View through CrossRef
Syukur dalam al-Qur’an sangat menarik untuk dibahas, yang membuat ini menjadi menarik adalah karena syukur sering dikonotasikan dengan makna yang positif. Akan tetapi, syukur juga ada yang dikonotasikan negatif. Selain itu syukur juga memiliki dampak bagi kualitas hidup dan psikologis. Keberagaman makna tersebut memunculkan permasalahan tersendiri, yakni bagaimana makna syukur dan pesan yang di sampaikannya. Oleh karena itu, tulisan ini akan mencoba menggali makna kata syukur yang disandingkan dengan kata kufur pada surat Ibrahim ayat 7 dengan pendekatan Ma’na Cum Maghza yang digagas oleh Shahiron Syamsuddin.Penelitian ini menggunakan metode maudhu’i / tematik dengan cara deskriptif analisis dan menggunakan pendekatan Ma’na Cum Maghza. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, yang berbentuk library reseach (penelitian kepustakaan) yang merujuk pada dua sumber, yaitu sumber primer dan sumber sekunder. Adapun sumber primernya berupa al-Qur’an dan sumber sekunder di dapat dari data-data atau referensi yang berhubungan dengan penelitian ini.Hasil penelitian makna syukur dalam QS. Ibrahim [14] : 7 dengan pendekatan Ma’na Cum Maghza menunjukkan bahwa dalam memahami konsep syukur secara lebih praktis dan bermakna memiliki sumbangan yang besar terhadap sukses dan bahagianya seseorang. Maghza al-ayah atau pesan utama ayat ini turun adalah bahwa bersyukur yang lebih kontekstual memiliki dimensi kemanfaatan dan kemaslahatan sosial yang luas. Kunci-kunci pemahaman dan penafsiran yang lebih humanis berdimensi insaniah sekaligus lebih transendental berdimensi ilahiah selalu menguatkan mata batin syukur pelakunya. Kontekstualisasi syukur di sini membuat kita berusaha konsisten dalam mengamalkan syukur dalam dunia nyata sekaligus dunia maya. Dalam kondisi ini, disadari bahwa syukur merupakan proses dinamis yang tidak pernah ada ujung usainya (never ending process). Semakin banyak bersyukur, semakin berlipat ganda kebahagiaan yang dirasakan. Di sinilah, pemahaman yang sesuai dengan kepentingan, kebutuhan dan tantangan yang dihadapi, diharapkan pengalaman dan pengamalan syukur kepada Allah benar-benar bermula dari ketulusan hati dan keikhlasan beramal yang hakiki sehingga bermanfaat dalam kehidupan manusia di dunia dan akhiratnya.
Title: Konsep Syukur dalam Al-Qur’an (Studi QS. Ibrahim [14]:7 dengan Pendekatan Ma’na Cum Maghza)
Description:
Syukur dalam al-Qur’an sangat menarik untuk dibahas, yang membuat ini menjadi menarik adalah karena syukur sering dikonotasikan dengan makna yang positif.
Akan tetapi, syukur juga ada yang dikonotasikan negatif.
Selain itu syukur juga memiliki dampak bagi kualitas hidup dan psikologis.
Keberagaman makna tersebut memunculkan permasalahan tersendiri, yakni bagaimana makna syukur dan pesan yang di sampaikannya.
Oleh karena itu, tulisan ini akan mencoba menggali makna kata syukur yang disandingkan dengan kata kufur pada surat Ibrahim ayat 7 dengan pendekatan Ma’na Cum Maghza yang digagas oleh Shahiron Syamsuddin.
Penelitian ini menggunakan metode maudhu’i / tematik dengan cara deskriptif analisis dan menggunakan pendekatan Ma’na Cum Maghza.
Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, yang berbentuk library reseach (penelitian kepustakaan) yang merujuk pada dua sumber, yaitu sumber primer dan sumber sekunder.
Adapun sumber primernya berupa al-Qur’an dan sumber sekunder di dapat dari data-data atau referensi yang berhubungan dengan penelitian ini.
Hasil penelitian makna syukur dalam QS.
Ibrahim [14] : 7 dengan pendekatan Ma’na Cum Maghza menunjukkan bahwa dalam memahami konsep syukur secara lebih praktis dan bermakna memiliki sumbangan yang besar terhadap sukses dan bahagianya seseorang.
Maghza al-ayah atau pesan utama ayat ini turun adalah bahwa bersyukur yang lebih kontekstual memiliki dimensi kemanfaatan dan kemaslahatan sosial yang luas.
Kunci-kunci pemahaman dan penafsiran yang lebih humanis berdimensi insaniah sekaligus lebih transendental berdimensi ilahiah selalu menguatkan mata batin syukur pelakunya.
Kontekstualisasi syukur di sini membuat kita berusaha konsisten dalam mengamalkan syukur dalam dunia nyata sekaligus dunia maya.
Dalam kondisi ini, disadari bahwa syukur merupakan proses dinamis yang tidak pernah ada ujung usainya (never ending process).
Semakin banyak bersyukur, semakin berlipat ganda kebahagiaan yang dirasakan.
Di sinilah, pemahaman yang sesuai dengan kepentingan, kebutuhan dan tantangan yang dihadapi, diharapkan pengalaman dan pengamalan syukur kepada Allah benar-benar bermula dari ketulusan hati dan keikhlasan beramal yang hakiki sehingga bermanfaat dalam kehidupan manusia di dunia dan akhiratnya.
Related Results
DISKURSUS MUNĀSABAH: Problem Tafsīr al-Qur’ān bi ’l-Qur’ān
DISKURSUS MUNĀSABAH: Problem Tafsīr al-Qur’ān bi ’l-Qur’ān
Abstract: Munāsabah al-Qur’ān is a part of ‘Ulūm al-Qur’ān which presents pros and contrast. The pros ulama makes munāsabah as a method to reveal enigma system of Quran verses and ...
Idealisasi Metode Living Qur’an
Idealisasi Metode Living Qur’an
<p align="center"><strong>Abstract</strong></p><p> </p><p>Living Qur’an is one of the contemporary method which needs some supports to be ...
AL-QUR’AN: THE ONLY DIVINE GUIDANCE IN PRISTINE FORM
AL-QUR’AN: THE ONLY DIVINE GUIDANCE IN PRISTINE FORM
Al-Qur’an is the Final divine revelation sent down to the Final Messenger of God, the Prophet Muhammad (PBUH). Allah SWT is the creator of all humankind, Jinns, and all creatures...
Kearifan Lokal Sukur Laut Dalam Pengelolaan Sumber Daya Laut di Pesisir Pantai Pamayang Kecamatan Cipatujah
Kearifan Lokal Sukur Laut Dalam Pengelolaan Sumber Daya Laut di Pesisir Pantai Pamayang Kecamatan Cipatujah
Kearifan lokal tradisi Syukur Laut merupakan kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat sekitar pesisir pantai Pamayangsari. Kegiatan ini memiliki nilai nilai tradisi yang bisa dikaji...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Hukum Sujud Syukur Tanpa Berwudu menurut Mazhab Maliki dan Mazhab Syafi’i
Hukum Sujud Syukur Tanpa Berwudu menurut Mazhab Maliki dan Mazhab Syafi’i
Abstract
As we know, prostration is a part that cannot be left behind in worshiping Allah Swt. With that, every prostration that we make in prayer contains something of the power ...
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO
NILAI ESTETIKA VESPA MODIFIKASI KOMUNITAS VESPA BONDOWOSO Syarief Abdurahman Arrahim1, I Wayan Sudiarta2, I Gst Ngr. Sura Ardana31,2,3Program Studi Pendidikan Seni RupaFakultas Ba...
RELATIONSHIPS OF HUMAN, RELIGION AND NATURE IN YUSUF QARDAWI'S PERSPECTIVE
RELATIONSHIPS OF HUMAN, RELIGION AND NATURE IN YUSUF QARDAWI'S PERSPECTIVE
ABSTRAK
Kajian tentang alam dan lingkungan dari sudut pandang agama khususnya kajian tafsir penting dilakukan guna menjawab dan melihat sejauh mana peran dan solusi yang dita...

