Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Scabiosis pada Kucing Domestik

View through CrossRef
Skabies merupakan salah satu penyakit kulit yang mendominasi pada kucing, baik yang dipelihara maupun liar yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei yang bersifat zoonosis. Tujuan penulisan artikel ini untuk memberikan informasi mengenai dampak dari infeksi skabies pada kucing serta pengobatan dan penanganan yang tepat diberikan kepada kucing kasus skabies. Pemeriksaan dilakukan terhadap kucing domestik dengan anamnesis menunjukkan gejala gatal dengan menggaruk-garukkan telinga ke dinding atau tanah serta ditemukan lesi pada bagian telinga. Hasil pemeriksaan klinis terdapat hiperkeratosis dan alopesia pada bagian telinga. Pemeriksaan penunjang dengan kerokan kulit atau skin scraping dibawah mikroskop terlihat tungau Sarcoptes scabiei sedangkan pemeriksaan hematologi diperoleh kucing mengalami leukositosis dan anemia normositik hiperkromik. Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan klinis dan pemeriksaan penunjang kucing tersebut didiagnosis mengalami scabiosis. Terapi yang diberikan berupa terapi kausatif, simptomatis, dan supportif. Terapi kausatif yang diberikan adalah ivermectin diinjeksikan sebanyak 0,2 ml secara subkutan dengan dua kali pemberian pada interval 14 hari. Terapi simptomatis yang diberikan adalah Chlorpheniramine maleat diberikan sebanyak 2 mg, setiap 12 jam, secara per oral selama lima hari. Terapi supportif yang diberian berupa Vita-Gel 50 gr diberikan seukuran tiga kali biji jagung (1-3 cm) 2-3 kali sehari selama 10 hari, serta hewan dimandikan menggunakan sabun belerang/sulfur dua kali seminggu. Terapi yang diberikan pada kucing Pisci menunjukkan hasil yang baik dimana kucing menunjukkan perubahan dari awal sampai setelah treatment pruritus dan hiperkeratosis mulai berkurang serta rambut yang mulai tumbuh. Ketika terdapat kucing pemilik yang mengalami skabiosis segera pisahkan dengan hewan peliharaan agar tidak terjadi penularan skabiosis pada hewan lainnya.
Title: Scabiosis pada Kucing Domestik
Description:
Skabies merupakan salah satu penyakit kulit yang mendominasi pada kucing, baik yang dipelihara maupun liar yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei yang bersifat zoonosis.
Tujuan penulisan artikel ini untuk memberikan informasi mengenai dampak dari infeksi skabies pada kucing serta pengobatan dan penanganan yang tepat diberikan kepada kucing kasus skabies.
Pemeriksaan dilakukan terhadap kucing domestik dengan anamnesis menunjukkan gejala gatal dengan menggaruk-garukkan telinga ke dinding atau tanah serta ditemukan lesi pada bagian telinga.
Hasil pemeriksaan klinis terdapat hiperkeratosis dan alopesia pada bagian telinga.
Pemeriksaan penunjang dengan kerokan kulit atau skin scraping dibawah mikroskop terlihat tungau Sarcoptes scabiei sedangkan pemeriksaan hematologi diperoleh kucing mengalami leukositosis dan anemia normositik hiperkromik.
Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan klinis dan pemeriksaan penunjang kucing tersebut didiagnosis mengalami scabiosis.
Terapi yang diberikan berupa terapi kausatif, simptomatis, dan supportif.
Terapi kausatif yang diberikan adalah ivermectin diinjeksikan sebanyak 0,2 ml secara subkutan dengan dua kali pemberian pada interval 14 hari.
Terapi simptomatis yang diberikan adalah Chlorpheniramine maleat diberikan sebanyak 2 mg, setiap 12 jam, secara per oral selama lima hari.
Terapi supportif yang diberian berupa Vita-Gel 50 gr diberikan seukuran tiga kali biji jagung (1-3 cm) 2-3 kali sehari selama 10 hari, serta hewan dimandikan menggunakan sabun belerang/sulfur dua kali seminggu.
Terapi yang diberikan pada kucing Pisci menunjukkan hasil yang baik dimana kucing menunjukkan perubahan dari awal sampai setelah treatment pruritus dan hiperkeratosis mulai berkurang serta rambut yang mulai tumbuh.
Ketika terdapat kucing pemilik yang mengalami skabiosis segera pisahkan dengan hewan peliharaan agar tidak terjadi penularan skabiosis pada hewan lainnya.

Related Results

Pendeteksian Dehidrasi pada Kucing dengan Menggunakan Algoritma K-Nearest Neighbor
Pendeteksian Dehidrasi pada Kucing dengan Menggunakan Algoritma K-Nearest Neighbor
Kucing merupakan hewan karnivora yang umum di Indonesia. Populasi kucing menurut survei yang dilakukan oleh Rakuten Insight pada tahun 2018 secara online mengenai hewan yang paling...
Jaundice akibat Hepatic Lipidosis dan Feline Immunodeficiency Virus pada Kucing
Jaundice akibat Hepatic Lipidosis dan Feline Immunodeficiency Virus pada Kucing
Feline Immunodeficiency Virus (FIV) merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh virus yang menyerang system kekebalan tubuh kucing. Feline Hepatic Lipidosis (FHL) merupakan ...
Kucing Hoki dalam Pandangan Etnis Tionghoa
Kucing Hoki dalam Pandangan Etnis Tionghoa
Kucing Hoki dianggap menjadi simbol keberuntungan bagi Etnis Tionghoa dan sering sekali ditemukan pada tempat usaha atau toko-toko. Komunikasi antar budaya yang terjalin pada buday...
Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Pada Kucing Dengan Menggunakan Metode Naïve Bayes
Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Pada Kucing Dengan Menggunakan Metode Naïve Bayes
Kucing merupakan salah satu hewan terlucu dan banyak digemari oleh banyak orang. Kucing bisa dijadikan teman dan penghilang stress oleh pencinta kucing karena tingkah lakunya yang ...
SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT KUCING DENGAN NAÏVE BAYES
SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT KUCING DENGAN NAÏVE BAYES
Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem pakar guna mendiagnosa penyakit pada kucing menggunakan Metode Naïve Bayes. Adapun kendala utama yang terdapat dilapangan adalah ber...
Prevalensi Kecacingan pada Anjing dan Kucing di Klinik Smilevet Kelapa Gading Periode Januari 2020 - Januari 2021
Prevalensi Kecacingan pada Anjing dan Kucing di Klinik Smilevet Kelapa Gading Periode Januari 2020 - Januari 2021
Anjing dan kucing merupakan hewan yang hidup berdampingan dengan manusia sebagai hewan peliharaan. Infeksi parasit cacing merupakan masalah yang umum pada hewan peliharaan namun da...
Implementasi Algoritma K-Nearest Neighbor pada Aplikasi Sistem Pakar dalam Mendiagnosa Penyakit Scabies pada Kucing
Implementasi Algoritma K-Nearest Neighbor pada Aplikasi Sistem Pakar dalam Mendiagnosa Penyakit Scabies pada Kucing
Scabies pada kucing merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi dan membutuhkan penanganan yang tepat untuk mencegah penyebaran serta komplikasi. Scabies salah satu penyakit kuli...
SISTEM PEMBERIAN PAKAN KUCING OTOMATIS BERBASIS ARDUINO DENGAN METODE K-NEAREST NEIGHBOR (KNN) DAN ANTAR MUKA BERBASIS WEB
SISTEM PEMBERIAN PAKAN KUCING OTOMATIS BERBASIS ARDUINO DENGAN METODE K-NEAREST NEIGHBOR (KNN) DAN ANTAR MUKA BERBASIS WEB
Cara manual pemberian pakan kucing kurang efisien karena ketika pemilik kucing sedang berada diluar rumah, pemberian pakan kucing jadi terhambat, tidak teratur, dan dalam porsi yan...

Back to Top