Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengkajian Risiko Bencana Longsor di Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang

View through CrossRef
Abstract. The district of Cimanggung has been consistently affected by floods and landslides over the years, with 22 flood incidents and 10 landslide incidents recorded in the last five years. It is known that Cimanggung is a diverse district with various Spatial activities, including residential living, agriculture, trade, and significant industrial activities. The high frequency of floods and landslides, coupled with the concentration of various activities that exist in the district, can result in substantial losses for the local population and external communities with interests in the area. Currently, there is no mapping of the risk assessment for flood and landslide disasters in the district. Therefore, there is a need for a comprehensive risk mapping study for floods and landslides, aiming to establish a foundation for disaster risk mitigation. The research adopts a quantitative approach, relying on secondary data and existing field information. The analysis process follows the guidelines of PERKA BNPB No.2 of 2012, utilizing the Geomorphological Flood Assessment method to determine flood hazards and employing an overlay method with weighting variables based on Puslittanak, 2004, to assess landslide hazards. The results of the analysis indicate that the multi-disaster risk classes for floods and landslides in Cimanggung are in the Moderate class. The largest high-risk area is found in Cimanggung Village with an area of 637.98 hectares. Meanwhile, the highest low-risk class is in Tegalmanggung Village, covering an area of 177.3 hectares. Abstrak. Kecamatan Cimanggung merupakan kecamatan yang dari tahun ke tahun selalu dilanda bencana banjir dan longsor, dimana selama lima tahun terakhir terjadi 22 kejadian banjir dan 10 kejadian longsor. Diketahui juga bahwa Kecamatan Cimanggung merupakan kecamatan dengan aktivitas kegiatan yang beragam, mulai dari kegiatan bermukim, pertanian, perdagangan, juga aktivitas industri besar terdapat di kecamatan. Tingginya frekuensi terjadinya bencana longsor dan banjir, beserta dengan konsentrasi kegiatan masyarat yang tinggi dapat menyebabkan kerugian yang besar bagi penduduk setempat, dan masyarakat luar wilayah yang memiliki kepentingan dalam wilayah. Di wilayahnya sendiri belum adanya pemetaan kajian risiko bencana banjir dan longsor di kecamatan, Oleh karena itu perlu adanya kajian  pemetaan risiko bencana banjir dan longsor, dengan harapan dapat menjadi basis dalam mitigasi risiko bencana banjir dan longsor. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kuantitatif, mengandalkan data sekunder dan informasi lapangan yang sudah ada. Proses analisis mengacu pada PERKA BNPB No.2 Tahun 2012 dan menggunakan metode Geomorphical Flood Assesment dalam mencari tahu bahaya Banjir wilayah, dan mengunakan metode overlay dengan variabel pembobotan berdasarkan Puslittanak, 2004 dalam mencari tahu bahaya Longsor wilayah. Hasil dari analisis menunjukan bahwa kelas risiko multi bencana banjir dan longsor di Kecamatan Cimanggung berada pada kelas Sedang. dimana wilayah dengan luasan terbesar kelas tinggi terdapat pada Desa Cimanggung dengan luasan 637,98 Ha. Sedangkan kelas risiko rendah tertinggi terdapat pada Desa Tegalmanggung dengan luasan 177.3 Ha.
Title: Pengkajian Risiko Bencana Longsor di Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang
Description:
Abstract.
The district of Cimanggung has been consistently affected by floods and landslides over the years, with 22 flood incidents and 10 landslide incidents recorded in the last five years.
It is known that Cimanggung is a diverse district with various Spatial activities, including residential living, agriculture, trade, and significant industrial activities.
The high frequency of floods and landslides, coupled with the concentration of various activities that exist in the district, can result in substantial losses for the local population and external communities with interests in the area.
Currently, there is no mapping of the risk assessment for flood and landslide disasters in the district.
Therefore, there is a need for a comprehensive risk mapping study for floods and landslides, aiming to establish a foundation for disaster risk mitigation.
The research adopts a quantitative approach, relying on secondary data and existing field information.
The analysis process follows the guidelines of PERKA BNPB No.
2 of 2012, utilizing the Geomorphological Flood Assessment method to determine flood hazards and employing an overlay method with weighting variables based on Puslittanak, 2004, to assess landslide hazards.
The results of the analysis indicate that the multi-disaster risk classes for floods and landslides in Cimanggung are in the Moderate class.
The largest high-risk area is found in Cimanggung Village with an area of 637.
98 hectares.
Meanwhile, the highest low-risk class is in Tegalmanggung Village, covering an area of 177.
3 hectares.
Abstrak.
Kecamatan Cimanggung merupakan kecamatan yang dari tahun ke tahun selalu dilanda bencana banjir dan longsor, dimana selama lima tahun terakhir terjadi 22 kejadian banjir dan 10 kejadian longsor.
Diketahui juga bahwa Kecamatan Cimanggung merupakan kecamatan dengan aktivitas kegiatan yang beragam, mulai dari kegiatan bermukim, pertanian, perdagangan, juga aktivitas industri besar terdapat di kecamatan.
Tingginya frekuensi terjadinya bencana longsor dan banjir, beserta dengan konsentrasi kegiatan masyarat yang tinggi dapat menyebabkan kerugian yang besar bagi penduduk setempat, dan masyarakat luar wilayah yang memiliki kepentingan dalam wilayah.
Di wilayahnya sendiri belum adanya pemetaan kajian risiko bencana banjir dan longsor di kecamatan, Oleh karena itu perlu adanya kajian  pemetaan risiko bencana banjir dan longsor, dengan harapan dapat menjadi basis dalam mitigasi risiko bencana banjir dan longsor.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kuantitatif, mengandalkan data sekunder dan informasi lapangan yang sudah ada.
Proses analisis mengacu pada PERKA BNPB No.
2 Tahun 2012 dan menggunakan metode Geomorphical Flood Assesment dalam mencari tahu bahaya Banjir wilayah, dan mengunakan metode overlay dengan variabel pembobotan berdasarkan Puslittanak, 2004 dalam mencari tahu bahaya Longsor wilayah.
Hasil dari analisis menunjukan bahwa kelas risiko multi bencana banjir dan longsor di Kecamatan Cimanggung berada pada kelas Sedang.
dimana wilayah dengan luasan terbesar kelas tinggi terdapat pada Desa Cimanggung dengan luasan 637,98 Ha.
Sedangkan kelas risiko rendah tertinggi terdapat pada Desa Tegalmanggung dengan luasan 177.
3 Ha.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR TERHADAP PEMANFAATAN RUANG DI KECAMATAN SUKAMAKMUR KABUPATEN BOGOR
RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR TERHADAP PEMANFAATAN RUANG DI KECAMATAN SUKAMAKMUR KABUPATEN BOGOR
Rencana Tata Ruang Kabupaten Bogor tahun 2016-2036 memiliki 22 (duapuluh dua) Kecamatan yang di tetapkan sebagai kawasan rawan bencana longsor salah satunya Kecamatan Sukamakmur. T...
MITIGASI BENCANA BERDASARKAN TINGKAT RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR
MITIGASI BENCANA BERDASARKAN TINGKAT RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR
Bencana Tanah longsor merupakan jenis bencana dengan intensitas kejadian tertinggi ke tiga  di Indonesia pada tahun 2020. Longsor yang terjadi membawa dampak timbulnya korban jiwa ...
Analisis Geologi Kejadian Longsor Di Desa Wolotolo Kecamatan Detusoku Kabupaten Ende
Analisis Geologi Kejadian Longsor Di Desa Wolotolo Kecamatan Detusoku Kabupaten Ende
Bencana tanah longsor telah melanda ruas jalan Ende-Maumere Kilometer 17, Desa Wolotolo, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada hari Minggu malam, ta...
KAJIAN RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR DAN GEMPA BUMI KABUPATEN PRINGSEWU PROVINSI LAMPUNG
KAJIAN RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR DAN GEMPA BUMI KABUPATEN PRINGSEWU PROVINSI LAMPUNG
Potensi bencana pada daerah Kabupaten Pringsewu berdasarkan RTRW daerah tersebut diantaranya tanah longsor dan gempa bumi, sehingga diperlukannya Kajian Risiko Bencana terhadap dua...
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN DI ZONA RAWAN BENCANA TANAH LONGSOR PADA KAWASAN RAWAN BENCANA KABUPATEN LAMPUNG BARAT
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN DI ZONA RAWAN BENCANA TANAH LONGSOR PADA KAWASAN RAWAN BENCANA KABUPATEN LAMPUNG BARAT
Kabupaten Lampung Barat merupakan kabupaten yang terletak pada geografis ketinggian 50 sampai >1.000 km². Penggunaan lahan permukiman pada kondisi geografis Kabupaten Lampung Ba...
Analisis Tingkat Risiko Banjir dan Tanah Longsor di Jalur Kereta Api Makassar-Parepare
Analisis Tingkat Risiko Banjir dan Tanah Longsor di Jalur Kereta Api Makassar-Parepare
Transportasi umum merupakan kebutuhan utama bagi masyarakat di kota-kota dan kabupaten besar di Sulawesi Selatan, seperti Kota Makassar, Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkajene dan K...
Public awareness untuk mengurangi risiko bencana
Public awareness untuk mengurangi risiko bencana
Wilayah Indonesia yang secara geografis terletak diantara tiga lempeng benua yang selalu bergerak, memiliki 127 gunung api, dan dengan kondisi sosial politik yang dinamis, mengandu...

Back to Top