Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Bentuk dan Makna dalam Ritual Pembuatan Kapal Pinisi di Kabupaten Bulukumba

View through CrossRef
Studi ini bertujuan menganalisis bentuk dan makna dalam ritual pembuatan kapal pinisi di Kabupaten Bulukumba. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Responden dalam penelitian ini adalah tukang kayu, pemilik kapal, dan tokoh adat yang terlibat dalam proses pembuatan kapal pinisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual pembuatan kapal pinisi di Kabupaten Bulukumba memiliki bentuk dan makna yang sangat dipengaruhi oleh budaya lokal. Bentuk ritual ini terdiri dari serangkaian tahapan, mulai dari pemilihan kayu hingga peluncuran kapal. Setiap tahapan dilakukan dengan penuh perhatian dan didasarkan pada keyakinan spiritual yang kuat. Makna dalam ritual pembuatan kapal pinisi juga sangat penting bagi masyarakat Bulukumba. Ritual ini merupakan simbol kelanjutan tradisi maritim dan cara hidup masyarakat pesisir. Kapal pinisi dianggap sebagai simbol keberanian, kekuatan, dan kesuksesan dalam mengarungi kehidupan di laut. Selain itu, ritual ini juga memiliki makna keagamaan. Masyarakat Bulukumba percaya bahwa kapal pinisi memiliki roh dan jiwa yang harus dihormati. Oleh karena itu, proses pembuatan kapal pinisi dilakukan dengan penuh rasa hormat dan keramat. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pemahaman tentang budaya dan tradisi lokal di Kabupaten Bulukumba. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah dan masyarakat setempat dalam upaya melestarikan dan mengembangkan budaya maritim di wilayah ini.
Title: Bentuk dan Makna dalam Ritual Pembuatan Kapal Pinisi di Kabupaten Bulukumba
Description:
Studi ini bertujuan menganalisis bentuk dan makna dalam ritual pembuatan kapal pinisi di Kabupaten Bulukumba.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi.
Responden dalam penelitian ini adalah tukang kayu, pemilik kapal, dan tokoh adat yang terlibat dalam proses pembuatan kapal pinisi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual pembuatan kapal pinisi di Kabupaten Bulukumba memiliki bentuk dan makna yang sangat dipengaruhi oleh budaya lokal.
Bentuk ritual ini terdiri dari serangkaian tahapan, mulai dari pemilihan kayu hingga peluncuran kapal.
Setiap tahapan dilakukan dengan penuh perhatian dan didasarkan pada keyakinan spiritual yang kuat.
Makna dalam ritual pembuatan kapal pinisi juga sangat penting bagi masyarakat Bulukumba.
Ritual ini merupakan simbol kelanjutan tradisi maritim dan cara hidup masyarakat pesisir.
Kapal pinisi dianggap sebagai simbol keberanian, kekuatan, dan kesuksesan dalam mengarungi kehidupan di laut.
Selain itu, ritual ini juga memiliki makna keagamaan.
Masyarakat Bulukumba percaya bahwa kapal pinisi memiliki roh dan jiwa yang harus dihormati.
Oleh karena itu, proses pembuatan kapal pinisi dilakukan dengan penuh rasa hormat dan keramat.
Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pemahaman tentang budaya dan tradisi lokal di Kabupaten Bulukumba.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah dan masyarakat setempat dalam upaya melestarikan dan mengembangkan budaya maritim di wilayah ini.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO
NILAI ESTETIKA VESPA MODIFIKASI KOMUNITAS VESPA BONDOWOSO  Syarief Abdurahman Arrahim1, I Wayan Sudiarta2, I Gst Ngr. Sura Ardana31,2,3Program Studi Pendidikan Seni RupaFakultas Ba...
Tingkat Pencapaian Standar Waktu Pelayanan Pemanduan Kapal (Approach Time) di Pelabuhan Parepare
Tingkat Pencapaian Standar Waktu Pelayanan Pemanduan Kapal (Approach Time) di Pelabuhan Parepare
Kinerja pelayanan pelabuhan adalah indikator untuk menilai hasil kerja suatu pelabuhan pada periode tertentu dan menggambarkan tingkat pelayanan yang diberikan kepada pengguna jasa...
STRATEGI PELAYANAN JASA KEAGENAN KAPAL DI PELAYARAN NASIONAL INDONESIA CABANG BATAM
STRATEGI PELAYANAN JASA KEAGENAN KAPAL DI PELAYARAN NASIONAL INDONESIA CABANG BATAM
Pelayanan jasa keagenan kapal telah berjalan dengan baik, namun masih ditemui permasalahan diantaranya ialah: kurangnya keamanan dalam pelayanan jasa keagenan, adanya keterlambatan...
PEMBANGUNAN KAPAL PERIKANAN DI GALANGAN KAPAL TRADISIONAL KALIMANTAN SELATAN
PEMBANGUNAN KAPAL PERIKANAN DI GALANGAN KAPAL TRADISIONAL KALIMANTAN SELATAN
Kapal perikanan merupakan salah satu unsur dalam menentukan keberhasilan operasi penangkapan ikan.  Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui ; (1) tingkat teknologi; (2) jenis ka...
Leksikon Kapal Pinisi
Leksikon Kapal Pinisi
Penelitian ini bertujuan mendokumentasikan dan menganalisis leksikon yang digunakan dalam proses pembuatan kapal Pinisi di Bulukumba, Sulawesi Selatan, sebagai bagian dari upaya pe...
Aspek Hukum Kapal Patroli Terkait Pengawasan Keselamatan Pelayaran
Aspek Hukum Kapal Patroli Terkait Pengawasan Keselamatan Pelayaran
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan Kapal Patroli dalam melakukan pengawasan keselamatan  pelayaran  di  laut  dalam  wilayah  kerja  Kantor  KSOP  Kelas...
MODIFIKASI SISTEM PERMESINAN DAN GENERAL ARRANGEMENT KAPAL NAVIGASI BIMA SAKTI MENJADI KAPAL LATIH
MODIFIKASI SISTEM PERMESINAN DAN GENERAL ARRANGEMENT KAPAL NAVIGASI BIMA SAKTI MENJADI KAPAL LATIH
<p><em>A training ship is a ship that is used as a training ship to train cadets to become sailors. It is used in order to meet today’s sailors need. There are various ...

Back to Top