Javascript must be enabled to continue!
SIAGA DARURAT : PELATIHAN TEKNIK DASAR MENGHENTIKAN PENDARAHAN PADA SISWA
View through CrossRef
Abstrak
Situasi gawat darurat yang terjadi di lingkungan sekolah sering kali membutuhkan respons cepat dari individu terdekat, salah satunya adalah anggota Palang Merah Remaja (PMR). Salah satu kondisi yang paling sering dijumpai adalah kasus perdarahan, yang apabila tidak ditangani dengan benar dapat menimbulkan risiko lebih besar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dasar anggota PMR dalam melakukan pertolongan pertama pada kasus perdarahan. Kebaharuan dalam pengabdian ini adalah menggunakan metode pelatihan/pembelajaran langsung “service learning”. Kegiatan dilaksanakan melalui pembelajaran dengan memberikan pelatihan langsung kepada siswa PMR yang membutuhkan untuk memenuhi kebutuhan nyata dengan mencakup materi mengenai definisi perdarahan, penyebab, tanda-tanda klinis, teknik dasar menghentikan perdarahan, serta prinsip dasar pembebatan. Peserta pelatihan dibagi menjadi enam kelompok dan mengikuti sesi teori, diskusi, demonstrasi, serta praktik langsung. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta sudah familiar dengan prinsip pembebatan pada ekstremitas, namun masih ada yang belum memahami pembebatan pada area kepala dan dada. Selain itu, ditemukan juga perbedaan pemahaman dasar antara prinsip 3T (tekan, tutup, tinggikan) yang umum digunakan dalam PMR dan prinsip RICE (rest, ice, compression, elevation). Metode yang digunakan dalam evaluasi adalah dengan cara wawancara dan observasi. Dari hasil observasi dengan membandingkan ketrampilan sebalum dilakukan dan setelah dilakukan pelatihan didapatkan kegiatan ini berhasil meningkatkan keterampilan peserta dan memperluas wawasan mereka mengenai variasi teknik penanganan perdarahan. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam memperkuat kesiapsiagaan siswa PMR sebagai tim pertolongan pertama di lingkungan sekolah, sehingga perlu dilakukan diagendakan program yang berkelanjutan.
Kata kunci : perdarahan, pertolongan pertama, PMR, pembebatan, situasi gawat darurat
Abstract
Emergency situations that occur in school environments often require a rapid response from the closest individuals, one of which is members of the Youth Red Cross (PMR). One of the most common conditions encountered is bleeding, which if not handled properly can pose a greater risk. This community service activity aims to improve the understanding and basic skills of PMR members in providing first aid in cases of bleeding. The innovation in this service is the use of a direct training/learning method "service learning". The activity is carried out through learning by providing direct training to PMR students who need it to meet real needs by covering material on the definition of bleeding, causes, clinical signs, basic techniques for stopping bleeding, and the basic principles of bandaging. Training participants were divided into six groups and participated in theory sessions, discussions, demonstrations, and direct practice. Observations showed that most participants were familiar with the principles of bandaging the extremities, but some still did not understand bandaging the head and chest area. Furthermore, there was also a difference in basic understanding between the 3T principle (press, cover, elevate) commonly used in PMR and the RICE principle (rest, ice, compression, elevation). The evaluation methods used were interviews and observations. Observations comparing pre- and post-training skills revealed that this activity successfully improved participants' skills and broadened their understanding of various bleeding management techniques. This activity positively contributed to strengthening the preparedness of PMR students as first aid teams in the school environment, thus warranting a continued program.
Keywords : bleeding, first aid, Youth Red Cross, bandaging, emergency situations
Title: SIAGA DARURAT : PELATIHAN TEKNIK DASAR MENGHENTIKAN PENDARAHAN PADA SISWA
Description:
Abstrak
Situasi gawat darurat yang terjadi di lingkungan sekolah sering kali membutuhkan respons cepat dari individu terdekat, salah satunya adalah anggota Palang Merah Remaja (PMR).
Salah satu kondisi yang paling sering dijumpai adalah kasus perdarahan, yang apabila tidak ditangani dengan benar dapat menimbulkan risiko lebih besar.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dasar anggota PMR dalam melakukan pertolongan pertama pada kasus perdarahan.
Kebaharuan dalam pengabdian ini adalah menggunakan metode pelatihan/pembelajaran langsung “service learning”.
Kegiatan dilaksanakan melalui pembelajaran dengan memberikan pelatihan langsung kepada siswa PMR yang membutuhkan untuk memenuhi kebutuhan nyata dengan mencakup materi mengenai definisi perdarahan, penyebab, tanda-tanda klinis, teknik dasar menghentikan perdarahan, serta prinsip dasar pembebatan.
Peserta pelatihan dibagi menjadi enam kelompok dan mengikuti sesi teori, diskusi, demonstrasi, serta praktik langsung.
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta sudah familiar dengan prinsip pembebatan pada ekstremitas, namun masih ada yang belum memahami pembebatan pada area kepala dan dada.
Selain itu, ditemukan juga perbedaan pemahaman dasar antara prinsip 3T (tekan, tutup, tinggikan) yang umum digunakan dalam PMR dan prinsip RICE (rest, ice, compression, elevation).
Metode yang digunakan dalam evaluasi adalah dengan cara wawancara dan observasi.
Dari hasil observasi dengan membandingkan ketrampilan sebalum dilakukan dan setelah dilakukan pelatihan didapatkan kegiatan ini berhasil meningkatkan keterampilan peserta dan memperluas wawasan mereka mengenai variasi teknik penanganan perdarahan.
Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam memperkuat kesiapsiagaan siswa PMR sebagai tim pertolongan pertama di lingkungan sekolah, sehingga perlu dilakukan diagendakan program yang berkelanjutan.
Kata kunci : perdarahan, pertolongan pertama, PMR, pembebatan, situasi gawat darurat
Abstract
Emergency situations that occur in school environments often require a rapid response from the closest individuals, one of which is members of the Youth Red Cross (PMR).
One of the most common conditions encountered is bleeding, which if not handled properly can pose a greater risk.
This community service activity aims to improve the understanding and basic skills of PMR members in providing first aid in cases of bleeding.
The innovation in this service is the use of a direct training/learning method "service learning".
The activity is carried out through learning by providing direct training to PMR students who need it to meet real needs by covering material on the definition of bleeding, causes, clinical signs, basic techniques for stopping bleeding, and the basic principles of bandaging.
Training participants were divided into six groups and participated in theory sessions, discussions, demonstrations, and direct practice.
Observations showed that most participants were familiar with the principles of bandaging the extremities, but some still did not understand bandaging the head and chest area.
Furthermore, there was also a difference in basic understanding between the 3T principle (press, cover, elevate) commonly used in PMR and the RICE principle (rest, ice, compression, elevation).
The evaluation methods used were interviews and observations.
Observations comparing pre- and post-training skills revealed that this activity successfully improved participants' skills and broadened their understanding of various bleeding management techniques.
This activity positively contributed to strengthening the preparedness of PMR students as first aid teams in the school environment, thus warranting a continued program.
Keywords : bleeding, first aid, Youth Red Cross, bandaging, emergency situations.
Related Results
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Kegiatan desa siaga digulirkan pada tahun 2006. Pada tahun 2012 capaian jumlah desa siaga aktif sebanyak 52.804 dari 81.253 desa di seluruh Indonesia atau sekitar (64,9%) dari targ...
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) BAGI PETUGAS MOBIL SIAGA DESA DI WILAYAH KABUPATEN KEDIRI
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) BAGI PETUGAS MOBIL SIAGA DESA DI WILAYAH KABUPATEN KEDIRI
Mobil siaga diharapkan mampu membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan segera di desa untuk ditransportasikan ke sarana kesehatan terdekat, sehingga perlu keahlian bagi sopi...
Perbedaan Perilaku Masyarakat dalam Pelaksanaan Nagari Siaga di Nagari Padang Laweh dan Nagari Kubang Putiah Kabupaten Agam
Perbedaan Perilaku Masyarakat dalam Pelaksanaan Nagari Siaga di Nagari Padang Laweh dan Nagari Kubang Putiah Kabupaten Agam
The number of Nagari Siaga in West Sumatera Province at the end of the year 2008 is 2.125. However this number has not been reached the target yet that are 3.317 Nagari Siaga. The ...
IMPLEMENTASI KURIKULUM DARURAT PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI DI SMA NEGERI 3 DENPASAR
IMPLEMENTASI KURIKULUM DARURAT PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI DI SMA NEGERI 3 DENPASAR
Kurikulum Darurat merupakan kurikulum yang telah diterapkan di SMA Negeri 3 Denpasar, suatu kembangan Kurikulum Nasional 2013 di tengah pandemi COVID-19 sehingga sebagai suatu kuri...
Persepsi mahasiswa Tentang Efektivitas Komunikasi Pengajaran Jarak Jauh Darurat di Masa Pandemi
Persepsi mahasiswa Tentang Efektivitas Komunikasi Pengajaran Jarak Jauh Darurat di Masa Pandemi
Pandemi covid 19 memaksa pemerintah membuat kebijakan sekolah dan kampus untuk menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh darurat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisi...
A LITERRATURE REVIEW : VARIASI UBI JALAR SEBAGAI ALTERNATIF PANGAN DARURAT
A LITERRATURE REVIEW : VARIASI UBI JALAR SEBAGAI ALTERNATIF PANGAN DARURAT
ABSTRACTBackground: Emergency food is a practical and highly nutritious alternative intake. Meanwhile, the nutritional content of emergency food must be 2,100 kcal daily. Limited f...
Kontrasepsi Darurat dan Permasalahannya
Kontrasepsi Darurat dan Permasalahannya
Abstract: Emergency contraception is a contraceptive method that can prevent pregnancy if used immediately following unprotected sex. The use of emergency contraception could reduc...

