Javascript must be enabled to continue!
STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI KOMODITAS KAKAO DI KABUPATEN KOLAKA – SULAWESI TENGGARA
View through CrossRef
Xx12 I Herdhiansyah D dan Asriani. Strategi pengembangan agroindustri komoditas kakao Peningkatan luas areal dan produksi tanaman perkebunan di Kabupaten Kolaka dinilai masih kurang dalam menciptakan kesempatan kerja yang lebih banyak disebabkan produksi tanaman perkebunan masih sedikit yang diolah pada tingkat lebih lanjut. Hasil tanaman perkebunan diperdagangkan para petani rata-rata masih terbatas pada tingkat on farm agribusiness dengan nilai tambah bagi petani yang masih terlalu kecil sehingga pendapatan petani belum memadai. Sampai saat ini belum ada acuan yang akurat bagi pemerintah Kabupaten Kolaka. Diversifikasi produksi komoditas kakao belum berkembang dan hasil ikutannya belum dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan agroindustri komoditas kakao. Objek penelitian adalah komoditas kakao yang terdapat di Kabupaten Kolaka dengan metode SWOT. Hasil penelitian menunjukkan strategi pengembangan agroindustri komoditas kakao berada pada kuadran I atau strategi yang dibuat dengan menggunakan seluruh kekuatan untuk memanfaatkan peluang yaitu strategi agresif. Strategi agresif berdasarkan faktor kekuatan yang merupakan internal dan faktor peluang yang merupakan faktor eksternal dengan alternatif strategi: peningkatan kemandirian petani melalui pembinaan dan penyuluhan, pengembangan kemitraan pada kegiatan agroindustri dalam upaya menambah nilai tambah produksi komoditas kakao.
Title: STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI KOMODITAS KAKAO DI KABUPATEN KOLAKA – SULAWESI TENGGARA
Description:
Xx12 I Herdhiansyah D dan Asriani.
Strategi pengembangan agroindustri komoditas kakao Peningkatan luas areal dan produksi tanaman perkebunan di Kabupaten Kolaka dinilai masih kurang dalam menciptakan kesempatan kerja yang lebih banyak disebabkan produksi tanaman perkebunan masih sedikit yang diolah pada tingkat lebih lanjut.
Hasil tanaman perkebunan diperdagangkan para petani rata-rata masih terbatas pada tingkat on farm agribusiness dengan nilai tambah bagi petani yang masih terlalu kecil sehingga pendapatan petani belum memadai.
Sampai saat ini belum ada acuan yang akurat bagi pemerintah Kabupaten Kolaka.
Diversifikasi produksi komoditas kakao belum berkembang dan hasil ikutannya belum dimanfaatkan.
Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan agroindustri komoditas kakao.
Objek penelitian adalah komoditas kakao yang terdapat di Kabupaten Kolaka dengan metode SWOT.
Hasil penelitian menunjukkan strategi pengembangan agroindustri komoditas kakao berada pada kuadran I atau strategi yang dibuat dengan menggunakan seluruh kekuatan untuk memanfaatkan peluang yaitu strategi agresif.
Strategi agresif berdasarkan faktor kekuatan yang merupakan internal dan faktor peluang yang merupakan faktor eksternal dengan alternatif strategi: peningkatan kemandirian petani melalui pembinaan dan penyuluhan, pengembangan kemitraan pada kegiatan agroindustri dalam upaya menambah nilai tambah produksi komoditas kakao.
Related Results
DAYA SAING EKSPOR KAKAO OLAHAN INDONESIA
DAYA SAING EKSPOR KAKAO OLAHAN INDONESIA
Indonesia merupakan penghasil kakao terbesar ketiga di dunia. Sebagian besar kakao diekspor keluar negeri. Maka pemerintah menerapkan peraturan yang membatasi ekspor kakao. Menurun...
PENINGKATAN NILAI TAMBAH PRODUK KAKAO DI DESA SUNGAI LANGKA KABUPATEN PESAWARAN
PENINGKATAN NILAI TAMBAH PRODUK KAKAO DI DESA SUNGAI LANGKA KABUPATEN PESAWARAN
Agribisnis kakao di Kabupaten Pesawaran masih menghadapi berbagai masalah kompleks antara lain rendahnya produktivitas kakao, mutu produk masih rendah, dan belum adanya nilai tamba...
DISERTASI (FERMENTASI BIJI KAKAO KERING TERKENDALI MENGGUNAKAN INOKULUM MIKROBIA)
DISERTASI (FERMENTASI BIJI KAKAO KERING TERKENDALI MENGGUNAKAN INOKULUM MIKROBIA)
Biji kakao kering ditingkat petani sebagian besar dihasilkan tanpa fermentasiyang mempunyai beberapa kelemahan diantaranya tidak menghasilkan prekursorflavour khas kakao. Upaya unt...
Analisis Daya Saing Ekspor Kakao Indonesia di Pasar Internasional
Analisis Daya Saing Ekspor Kakao Indonesia di Pasar Internasional
Kakao memegang peranan penting sebagai komoditas perkebunan subsektor pertanian dalam kegiatan perekonomian Indonesia. Selain minyak dan gas, kakao juga menjadi salah satu komodita...
Pengujian Lapangan Efikasi Fungisida Alami Phymar C SL Untuk Pengendalian Penyakit Busuk Buah dan Kanker Batang Pada Kakao di Kabupaten Luwu Utara
Pengujian Lapangan Efikasi Fungisida Alami Phymar C SL Untuk Pengendalian Penyakit Busuk Buah dan Kanker Batang Pada Kakao di Kabupaten Luwu Utara
Saat ini produktivitas kakao nasional masih cukup rendah hanya berkisar 600-800 kg/ha sementara potensi produksi dapat mencapai lebih dari 1 ton/ha. Salah satu penyebab turunnya pr...
PENGARUH PEMBERIAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR DAN KOMPOS KULIT BUAH KAKAO PADA PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.)
PENGARUH PEMBERIAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR DAN KOMPOS KULIT BUAH KAKAO PADA PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.)
Usaha pembibitan kakao yang dilakukan secara besar-besaran seringkali menghadapi masalah ketersediaan air penyiraman. Untuk mengatasi hal tersebut, pemberian Fungi Mikoriza Arbusku...
DAMPAK PENERAPAN KEBIJAKAN BEA KELUAR TERHADAP EKSPOR KAKAO INDONESIA TAHUN 2001-2017 DAMPAK PENERAPAN KEBIJAKAN BEA KELUAR TERHADAP EKSPOR KAKAO INDONESIA
DAMPAK PENERAPAN KEBIJAKAN BEA KELUAR TERHADAP EKSPOR KAKAO INDONESIA TAHUN 2001-2017 DAMPAK PENERAPAN KEBIJAKAN BEA KELUAR TERHADAP EKSPOR KAKAO INDONESIA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kebijakan bea keluar terhadap ekspor kakao Indonesia dengan beberapa faktor yang mempengaruhi ekspor kakao, yakni jumlah produksi...
STRATEGI PENGEMBANGAN KAKAO RAKYAT DI SUMATERA UTARA
STRATEGI PENGEMBANGAN KAKAO RAKYAT DI SUMATERA UTARA
Kajian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pengembangan kakao rakyat di Sumatera Utara. Data yang digunakan adalah data sekunder. Data sekunder diperoleh dari instansi terka...

