Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PERUBAHAN KARAKTER ARSITEKTUR PERMUKIMAN KAMPUNG BETING KOTA PONTIANAK KALIMANTAN BARAT

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan mengetahui perubahan karakter arsitektur permukiman di  Kampung Beting Kota Pontianak dalam tiga periode masa pertumbuhan permukiman  yakni periode Kesultanan, periode Transisi dan periode Republik. Arsitektur sebagai  wujud kebudayaan merupakan bentuk yang paling rentan berubah sebagai bentuk  adaptasi  terhadap  perkembangan jaman  dan membentuk perubahan  pada  suatu  permukiman. Meskipun demikian, wujud kebudayaan yang diinginkan adalah perubahan  yang tetap memelihara karakter inti dan menyesuaikannya dengan kondisi saat ini  sehingga tetap terjaga benang merah antara masa lalu, masa kini dan masa yang akan  datang. Berdasarkan latar belakang dan permasalahan tersebut maka metode penelitian  yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian rasionalistik, yakni dengan  cara menyusun materi-materi berdasarkan teori dan dilanjutkan dengan  penelusuran  empiri tersebut dan dilanjutkan analisis karakter bentuk arsitektur di lokasi amatan, yaitu  Stylistic System,  Physical System  dan  Spatial System. Tahapan  ini  diawali dengan  dengan studi pustaka kemudian menentukan variabel-variabel dilanjutkan dengan  mengobservasi sumber data dari lokasi amatan penelitian pada kondisi saat ini (periode  republik) dilanjutkan  dengan melakukan wawancara untuk mendapatkan data baik  berupa subject self account atau interpretasi dari penulis pada periode masa kesultanan  dan periode masa transisi sehingga dapat direkonstruksi karakter arsitektur permukiman  dalam beberapa periode tersebut. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rumusan  perubahan selama tiga periode tersebut dengan menemukan perubahan baik dari  stylistic system (bentuk dan dimensi bangunan), physical system (material dan fungsi)  maupun spatial system (karakter ruang, pola ruang, hirarki posisi, maupun orientasi.  Perubahan-perubahan bentuk tersebut dapat mewakili kondisi kebudayaan pada masa  itu yang apabila dirangkaikan akan dapat bercerita tentang sejarah dan kebudayaan dari  arsitektur permukiman tersebut.  This study aims to determine the change of the architecture character of the residential in the Kampung Beting of Pontianak city. The change classified into three periods of the settlement growth, namely: the Sultanate, transition, and the Republic period. Architecture as expression of culture is the most susceptible element that change by adaptation due to the changing times, and forming changes  in settlement. However, the desirable form of cultures is a change that kept the core of characters and adapt to the current condition that maintained underlying causes between the past, present and future. Based on the background, the method that used in this study is the rationalistic research methods by arranging materials which is based on the theory and continued with the empirical exploration, then follows by analyzing character"™s form of the architecture in the site; including stylistic system, physical system and spatial system. This research was begun with the literature review, then followed by determination of variables, observation of location on the current situation (republic"™s period), and interviews to get data either as subject self account or author"™s intrepretation. The result, obtained a formula of changes over the three periods. The changes occur on stylistic system (shape and dimensions of the building), physical system (material and function) as well as the spatial system (character space, spatial patterns, hierarchical position, and orientation). The changes of form may represent the culture conditions on certain period. From the sequences of changes will inform about the historical-cultural context of the settlement architecture on the areaREFERENCESAlqadrie, Rossandra Dian Wijaya. 2010, Morfologi Kota Pontianak. Program Pascasarjana. Universitas Gadjah Mada. YogyakartaBudihardjo, Eko; Agung Budi Sardjono; Galih Widjil Pangarsa; Eddy Prianto. 2011. Arsitektur dalam Perubahan Kebudayaan. Tulisan dalam blog pribadi http://arsip-s3arskotundip.blogspot.com/2011/05/arsitektur-dalam-perubahan-kebudayaan-2.htmlChing, Francis D.K, 2000. Arsitektur Bentuk Ruang dan Tatanan. Erlangga. JakartaDoxiadis, C. A. 1968. Ekistic, an Introduction to the Science of Human Settlements.       Hutchinson of London. LondonFuad, Zubaidi. 2009. Arsitektur Kaili sebagai Proses dan Produk Vernakular. Jurnal "ruang" volume 1 Nomor 1 September 2009. Fakultas Teknik Jurusan Arsitektur Universitas   Tadulako. PaluHabraken, N.J. 1976. Variations: The Systematic Design of Supports; MIT Cambridge. MassachusettsMangunwijaya, YB. 1988. Wastu Citra,Pengantar ke Ilmu Budaya Bentuk Arsitektur Sendi-sendi Filsafatnya Beserta Contoh-contoh Praktis.   PT. Gramedia. JakartaRapoport, Amos. 1969. House Form and Culture. University of Winconsin. MilwaukeeRapoport, Amos. 1977. Human Aspects of Urban Form: Towards a Man-Environment Approach to Urban Form and Design. University ofWinconsin. MilwaukeeYunus, Hadi Sabari, 2000. Struktur dan Tata Ruang Kota. Pustaka Bel. YogyakartaVincent. 1983. Perencanaan Tapak Untuk Perumahan (terjemahan). Erlangga. JakartaZeisel, John. 1981. Inquiry by Design, Tools for Environment, Behaviour Research. Cambridge University Press. California
Title: PERUBAHAN KARAKTER ARSITEKTUR PERMUKIMAN KAMPUNG BETING KOTA PONTIANAK KALIMANTAN BARAT
Description:
Penelitian ini bertujuan mengetahui perubahan karakter arsitektur permukiman di  Kampung Beting Kota Pontianak dalam tiga periode masa pertumbuhan permukiman  yakni periode Kesultanan, periode Transisi dan periode Republik.
Arsitektur sebagai  wujud kebudayaan merupakan bentuk yang paling rentan berubah sebagai bentuk  adaptasi  terhadap  perkembangan jaman  dan membentuk perubahan  pada  suatu  permukiman.
Meskipun demikian, wujud kebudayaan yang diinginkan adalah perubahan  yang tetap memelihara karakter inti dan menyesuaikannya dengan kondisi saat ini  sehingga tetap terjaga benang merah antara masa lalu, masa kini dan masa yang akan  datang.
Berdasarkan latar belakang dan permasalahan tersebut maka metode penelitian  yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian rasionalistik, yakni dengan  cara menyusun materi-materi berdasarkan teori dan dilanjutkan dengan  penelusuran  empiri tersebut dan dilanjutkan analisis karakter bentuk arsitektur di lokasi amatan, yaitu  Stylistic System,  Physical System  dan  Spatial System.
Tahapan  ini  diawali dengan  dengan studi pustaka kemudian menentukan variabel-variabel dilanjutkan dengan  mengobservasi sumber data dari lokasi amatan penelitian pada kondisi saat ini (periode  republik) dilanjutkan  dengan melakukan wawancara untuk mendapatkan data baik  berupa subject self account atau interpretasi dari penulis pada periode masa kesultanan  dan periode masa transisi sehingga dapat direkonstruksi karakter arsitektur permukiman  dalam beberapa periode tersebut.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rumusan  perubahan selama tiga periode tersebut dengan menemukan perubahan baik dari  stylistic system (bentuk dan dimensi bangunan), physical system (material dan fungsi)  maupun spatial system (karakter ruang, pola ruang, hirarki posisi, maupun orientasi.
 Perubahan-perubahan bentuk tersebut dapat mewakili kondisi kebudayaan pada masa  itu yang apabila dirangkaikan akan dapat bercerita tentang sejarah dan kebudayaan dari  arsitektur permukiman tersebut.
 This study aims to determine the change of the architecture character of the residential in the Kampung Beting of Pontianak city.
The change classified into three periods of the settlement growth, namely: the Sultanate, transition, and the Republic period.
Architecture as expression of culture is the most susceptible element that change by adaptation due to the changing times, and forming changes  in settlement.
However, the desirable form of cultures is a change that kept the core of characters and adapt to the current condition that maintained underlying causes between the past, present and future.
Based on the background, the method that used in this study is the rationalistic research methods by arranging materials which is based on the theory and continued with the empirical exploration, then follows by analyzing character"™s form of the architecture in the site; including stylistic system, physical system and spatial system.
This research was begun with the literature review, then followed by determination of variables, observation of location on the current situation (republic"™s period), and interviews to get data either as subject self account or author"™s intrepretation.
The result, obtained a formula of changes over the three periods.
The changes occur on stylistic system (shape and dimensions of the building), physical system (material and function) as well as the spatial system (character space, spatial patterns, hierarchical position, and orientation).
The changes of form may represent the culture conditions on certain period.
From the sequences of changes will inform about the historical-cultural context of the settlement architecture on the areaREFERENCESAlqadrie, Rossandra Dian Wijaya.
2010, Morfologi Kota Pontianak.
Program Pascasarjana.
Universitas Gadjah Mada.
YogyakartaBudihardjo, Eko; Agung Budi Sardjono; Galih Widjil Pangarsa; Eddy Prianto.
2011.
Arsitektur dalam Perubahan Kebudayaan.
Tulisan dalam blog pribadi http://arsip-s3arskotundip.
blogspot.
com/2011/05/arsitektur-dalam-perubahan-kebudayaan-2.
htmlChing, Francis D.
K, 2000.
Arsitektur Bentuk Ruang dan Tatanan.
Erlangga.
JakartaDoxiadis, C.
A.
1968.
Ekistic, an Introduction to the Science of Human Settlements.
      Hutchinson of London.
LondonFuad, Zubaidi.
2009.
Arsitektur Kaili sebagai Proses dan Produk Vernakular.
Jurnal "ruang" volume 1 Nomor 1 September 2009.
Fakultas Teknik Jurusan Arsitektur Universitas   Tadulako.
PaluHabraken, N.
J.
1976.
Variations: The Systematic Design of Supports; MIT Cambridge.
MassachusettsMangunwijaya, YB.
1988.
Wastu Citra,Pengantar ke Ilmu Budaya Bentuk Arsitektur Sendi-sendi Filsafatnya Beserta Contoh-contoh Praktis.
  PT.
Gramedia.
JakartaRapoport, Amos.
1969.
House Form and Culture.
University of Winconsin.
MilwaukeeRapoport, Amos.
1977.
Human Aspects of Urban Form: Towards a Man-Environment Approach to Urban Form and Design.
University ofWinconsin.
MilwaukeeYunus, Hadi Sabari, 2000.
Struktur dan Tata Ruang Kota.
Pustaka Bel.
YogyakartaVincent.
1983.
Perencanaan Tapak Untuk Perumahan (terjemahan).
Erlangga.
JakartaZeisel, John.
1981.
Inquiry by Design, Tools for Environment, Behaviour Research.
Cambridge University Press.
California.

Related Results

POLA AKTIVITAS MASYARAKAT SEBAGAI HIRARKI KAMPUNG NAGA SEBAGAI WARISAN BUDAYA CERDAS
POLA AKTIVITAS MASYARAKAT SEBAGAI HIRARKI KAMPUNG NAGA SEBAGAI WARISAN BUDAYA CERDAS
The pattern of community activities in Tasikmalaya, Kampung Naga can be identified as a cultural transformation that exists in the neighborhood of the traditional house and can be ...
HUNIAN WARGA YANG ‘KOMPAK DAN BERKELANJUTAN’ DI KAMPUNG SAWAH, JAKARTA UTARA
HUNIAN WARGA YANG ‘KOMPAK DAN BERKELANJUTAN’ DI KAMPUNG SAWAH, JAKARTA UTARA
Urban sprawl due to limited land for living causes more residential development on the edge of the city. Land fragmentation results in the need for high mobility. With the characte...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
STRATEGI TRANSFORMASI ARSITEKTUR PADA STUDIO AKANOMA DI PADALARANG, KABUPATEN BANDUNG BARAT
STRATEGI TRANSFORMASI ARSITEKTUR PADA STUDIO AKANOMA DI PADALARANG, KABUPATEN BANDUNG BARAT
Abstrak - Arsitektur Indonesia, seperti halnya arsitektur banyak negara dan kawasan di dunia, akhir-akhir ini mengalami berbagai perubahan karena fenomena globalisasi. Modernisasi ...
Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau dan Prasarana Lingkungan Permukiman Kekalik Timur Kota Mataram
Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau dan Prasarana Lingkungan Permukiman Kekalik Timur Kota Mataram
Lingkungan permukiman Kekalik Timur mengalami pertumbuhan penduduk dan perkembangan kawasan, hal ini dapat mempengaruhi ruang terbuka hijau dan ketersediaan prasarana lingkungan ya...
ANALISIS WISATA SEJARAH DI KOTA KOLONIAL PONTIANAK
ANALISIS WISATA SEJARAH DI KOTA KOLONIAL PONTIANAK
<p align="center"><strong>Abstrak</strong></p><p>Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui Bagaimana Pelaksanaan Wisata Sejarah di Kota Kolonial P...
ARAHAN PENATAAN KAMPUNG TRADISIONAL WISATA BATIK KAUMAN SURAKARTA
ARAHAN PENATAAN KAMPUNG TRADISIONAL WISATA BATIK KAUMAN SURAKARTA
ABSTRACT Kampung Wisata Batik Kauman Surakarta is a village that grows among the villages in Java. The term Pakauman given by Keraton means the dwellings of 'kaum' or ulama. Kampun...

Back to Top