Javascript must be enabled to continue!
PENGARUH PRESEDEN ARSITEKTUR DUNIA TERHADAP KARAKTERISTIK BENTUK FASADE BANGUNAN DI KOTA MAKASSAR
View through CrossRef
Pada era modern sekarang ini, fasade dan bentuk bangunan yang berkembang dan di bangun di kota-kota besar Indonesia adalah kebanyakan fasade dan bentuk bangunan modern dan futuristik. Desainnya mempunyai karakteristik tertentu sesuai gaya Arsitektur Eropa, Amerika dan Jepang. Originalitas fasade bangunan dan bentuk bangunan modern di Indonesia juga mengalami adaptasi mengikuti preseden Arsitektur dunia. Preseden Arsitektur ini menjadi sedikit masalah ketika unsur keamanan, kenyamanan menjadi hilang dan menjadi gangguan dalam struktur perencanaan dan perancangan bangunan di Indonesia. Bagaimana adaptasi karakter fasade pada lingkungan, bentuk preseden arsitektur dan akibatnya kepada keseluruhan desain pasca huni , akan menjadi inti bahasan dalam tulisan ini di dasarkan pada tinjauan filosofi, ilmu pengetahuan, rekayasa teknik dan seni. Membaca dan mengidentifikasi karakteristik dari preseden yang menjadi tema dalam sebuah desain dilakukan dengan membandingkan langsung fasade, bentuk, pola geometri, skala, bidang vertikal dan horizontal yang mempengaruhi pola desain dari arsitek bersangkutan. Hasilnya adalah beberapa bangunan komersial di kota Makassar sangat dipengaruhi oleh preseden arsitektural dari luar, langgam kelokalan hilang, sedangkan bangunan pemerintahan walaupun sedikit dipengaruhi preseden arsitektur dari luar namun masih tetap memasukkan langgam arsitektur lokal dan kultur daerah setempat sebagai identitas kedaerahan In this modern era, futuristic buildings form and facade, nowdays, can be seen at big towns in Indonesia. The design has certain characteristic in accordance to eropean, american and japanese architecture style. The originality of it"™s facades were changed, adopting the global architectural precedents, and sometimes its turn into problems when adopting process ignoring comfortness, safety, and structure. How is the facade characeristic, the form of precedent, and its impact are the essences of this paper. Discussion constructed based on review of philosophy, science, engineering and art. To read and identify the characteristics of precedent were done by comparing directly the facade, shape, geometry pattern, scale, vertical and horizontal plane that affect the pattern of design. From the result: for some commercial buildings in the Makassar city were strongly influenced by the architectural precedent from the outside, the style of its localities was disappearing. For the government buildings, although is slightly influenced by the architectural precedents from the outside, but its still keeping the local architectural style and culture of the local area as a regional identity.REFERENCESAlan Johnson, Paul. (1994). The Theory of Architecture: Concept, Themes Practices, New York, Van Nostrand ReinholdAntoniades, A.C. (1991). Poetic Of Architecture, New York ,Van Nostrand ReinholdAtmoko, Adi Utomo (2003), Teori Arsitektur III, Buku Ajar, Yogyakarta, Universitas Gadjah MadaChing, Francis D.K. (1993). Architectural Concept,US,American Institut of Architec.Cooke, Catherine. (1984). Fantasy and Architecture, United Kingdom, Academy Group Ltd.Frazer, Jhon. (1995). An Evolusionary Architecture, London, Architectural AssociationGrand Architecture. (1997). Bernard Tscumi Document Extra vol.10, Tokyo, Japan, A.D.A EDITA Tokyo Co.LtdGrand Architecture. (1997). Morphosis Document Extra vol.9, Tokyo, Japan, A.D.A EDITA Tokyo Co.LtdGrand Architecture. (1997). Richard Meyer Document Extra vol.8, Tokyo, Japan, A.D.A EDITA Tokyo Co.LtdGrand Architecture. (1997). Tadao Ando Document Extra vol.1, Tokyo, Japan, A.D.A EDITA Tokyo Co.Ltd.H.B. Sutopo. (2002). Metodologi Penelitian Kualitatif. Surakarta : Sebelas Maret University Press.Heryanto, Bambang. (2003). Sejarah Arsitektur, Makassar, Hasanuddin University Press.I. Makainas, (2011), Eksplorasi terhadap Arsitektur Dekonstruksi, Jurnal Media Matrasain Vol.8-No.2,Manado, Fakultas Teknik Arsitektur Universitas Sam RatulangiJeramain, Philipus. (2010). Teori Arsitektur III, Buku Ajar, Kupang, Universitas Katolik Widya MandiraLync, Kevin. (1977). Site Planning, American Institute of ArchitectPoernomo, S. (1992), Paradoks Arsitektur Dekonstruksi, Jakarta, Majalah Konstruksi Edisi AprilSiregar, Fritz O.P. (2011). Penilaian Terhadap Arsitektur, Jurnal Media Matrasain Vol.8-No.1, Manado, Fakultas Teknik Arsitektur Universitas Sam Ratulangi.Steiner, Frederik. (2007). Planning and Urban design Standarts, American Planning Association.Sutanto, Agustinus. (2001). Gagasan Koneksi Ruang, Kamasutra, Seminar Nasional Arsitektur, Depok, Universitas Indonesia.Tjahyono, G. (1998). Indonesian Heritage: Architecture, Singapore Archipelago PressWhite, Edward.T. (1973). Ordering System: an introduction to architectural design, Tucson Arizona, University of Arizona.http//www.Arcspace.comhttp//www.Architecture Digest.comhttp//www.Enric Miralles.comhttp//www.Eric Owen Moss.comhttp//www.Frank Gehry.comhttp//www.Geocities.com/sta5_ar530/tugas_kelompok/kelompok6/BABV.htmlhttp//www.Morphosis.comhttp//www.Tom Mayne.comhttp//www.Thomas Meyer Archive.dehttp//www.Zaha Hadid Architec.com
Title: PENGARUH PRESEDEN ARSITEKTUR DUNIA TERHADAP KARAKTERISTIK BENTUK FASADE BANGUNAN DI KOTA MAKASSAR
Description:
Pada era modern sekarang ini, fasade dan bentuk bangunan yang berkembang dan di bangun di kota-kota besar Indonesia adalah kebanyakan fasade dan bentuk bangunan modern dan futuristik.
Desainnya mempunyai karakteristik tertentu sesuai gaya Arsitektur Eropa, Amerika dan Jepang.
Originalitas fasade bangunan dan bentuk bangunan modern di Indonesia juga mengalami adaptasi mengikuti preseden Arsitektur dunia.
Preseden Arsitektur ini menjadi sedikit masalah ketika unsur keamanan, kenyamanan menjadi hilang dan menjadi gangguan dalam struktur perencanaan dan perancangan bangunan di Indonesia.
Bagaimana adaptasi karakter fasade pada lingkungan, bentuk preseden arsitektur dan akibatnya kepada keseluruhan desain pasca huni , akan menjadi inti bahasan dalam tulisan ini di dasarkan pada tinjauan filosofi, ilmu pengetahuan, rekayasa teknik dan seni.
Membaca dan mengidentifikasi karakteristik dari preseden yang menjadi tema dalam sebuah desain dilakukan dengan membandingkan langsung fasade, bentuk, pola geometri, skala, bidang vertikal dan horizontal yang mempengaruhi pola desain dari arsitek bersangkutan.
Hasilnya adalah beberapa bangunan komersial di kota Makassar sangat dipengaruhi oleh preseden arsitektural dari luar, langgam kelokalan hilang, sedangkan bangunan pemerintahan walaupun sedikit dipengaruhi preseden arsitektur dari luar namun masih tetap memasukkan langgam arsitektur lokal dan kultur daerah setempat sebagai identitas kedaerahan In this modern era, futuristic buildings form and facade, nowdays, can be seen at big towns in Indonesia.
The design has certain characteristic in accordance to eropean, american and japanese architecture style.
The originality of it"™s facades were changed, adopting the global architectural precedents, and sometimes its turn into problems when adopting process ignoring comfortness, safety, and structure.
How is the facade characeristic, the form of precedent, and its impact are the essences of this paper.
Discussion constructed based on review of philosophy, science, engineering and art.
To read and identify the characteristics of precedent were done by comparing directly the facade, shape, geometry pattern, scale, vertical and horizontal plane that affect the pattern of design.
From the result: for some commercial buildings in the Makassar city were strongly influenced by the architectural precedent from the outside, the style of its localities was disappearing.
For the government buildings, although is slightly influenced by the architectural precedents from the outside, but its still keeping the local architectural style and culture of the local area as a regional identity.
REFERENCESAlan Johnson, Paul.
(1994).
The Theory of Architecture: Concept, Themes Practices, New York, Van Nostrand ReinholdAntoniades, A.
C.
(1991).
Poetic Of Architecture, New York ,Van Nostrand ReinholdAtmoko, Adi Utomo (2003), Teori Arsitektur III, Buku Ajar, Yogyakarta, Universitas Gadjah MadaChing, Francis D.
K.
(1993).
Architectural Concept,US,American Institut of Architec.
Cooke, Catherine.
(1984).
Fantasy and Architecture, United Kingdom, Academy Group Ltd.
Frazer, Jhon.
(1995).
An Evolusionary Architecture, London, Architectural AssociationGrand Architecture.
(1997).
Bernard Tscumi Document Extra vol.
10, Tokyo, Japan, A.
D.
A EDITA Tokyo Co.
LtdGrand Architecture.
(1997).
Morphosis Document Extra vol.
9, Tokyo, Japan, A.
D.
A EDITA Tokyo Co.
LtdGrand Architecture.
(1997).
Richard Meyer Document Extra vol.
8, Tokyo, Japan, A.
D.
A EDITA Tokyo Co.
LtdGrand Architecture.
(1997).
Tadao Ando Document Extra vol.
1, Tokyo, Japan, A.
D.
A EDITA Tokyo Co.
Ltd.
H.
B.
Sutopo.
(2002).
Metodologi Penelitian Kualitatif.
Surakarta : Sebelas Maret University Press.
Heryanto, Bambang.
(2003).
Sejarah Arsitektur, Makassar, Hasanuddin University Press.
I.
Makainas, (2011), Eksplorasi terhadap Arsitektur Dekonstruksi, Jurnal Media Matrasain Vol.
8-No.
2,Manado, Fakultas Teknik Arsitektur Universitas Sam RatulangiJeramain, Philipus.
(2010).
Teori Arsitektur III, Buku Ajar, Kupang, Universitas Katolik Widya MandiraLync, Kevin.
(1977).
Site Planning, American Institute of ArchitectPoernomo, S.
(1992), Paradoks Arsitektur Dekonstruksi, Jakarta, Majalah Konstruksi Edisi AprilSiregar, Fritz O.
P.
(2011).
Penilaian Terhadap Arsitektur, Jurnal Media Matrasain Vol.
8-No.
1, Manado, Fakultas Teknik Arsitektur Universitas Sam Ratulangi.
Steiner, Frederik.
(2007).
Planning and Urban design Standarts, American Planning Association.
Sutanto, Agustinus.
(2001).
Gagasan Koneksi Ruang, Kamasutra, Seminar Nasional Arsitektur, Depok, Universitas Indonesia.
Tjahyono, G.
(1998).
Indonesian Heritage: Architecture, Singapore Archipelago PressWhite, Edward.
T.
(1973).
Ordering System: an introduction to architectural design, Tucson Arizona, University of Arizona.
http//www.
Arcspace.
comhttp//www.
Architecture Digest.
comhttp//www.
Enric Miralles.
comhttp//www.
Eric Owen Moss.
comhttp//www.
Frank Gehry.
comhttp//www.
Geocities.
com/sta5_ar530/tugas_kelompok/kelompok6/BABV.
htmlhttp//www.
Morphosis.
comhttp//www.
Tom Mayne.
comhttp//www.
Thomas Meyer Archive.
dehttp//www.
Zaha Hadid Architec.
com.
Related Results
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
PENERAPAN ARSITEKTUR FUTURISTIK DAN FUNGSIONALIS PADA BANGUNAN MUSEUM LE GRANDE LOUVRE
PENERAPAN ARSITEKTUR FUTURISTIK DAN FUNGSIONALIS PADA BANGUNAN MUSEUM LE GRANDE LOUVRE
Arsitektur modern merupaka arsitektur yang muncul di Inggris saat revolusi industri pada abad ke-19 dan arsitektur modern muncul karena adanya kebosanan terhadap bentuk arsitektur ...
Karakteristik Arsitektur Gedung Mulo Sebagai Bangunan Heritage (Studi Kasus : Gedung Mulo, Makassar, Sulawesi Selatan)
Karakteristik Arsitektur Gedung Mulo Sebagai Bangunan Heritage (Studi Kasus : Gedung Mulo, Makassar, Sulawesi Selatan)
Abstrak_ Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan karakteristik arsitektur bangunan peninggalan sejarah di kota Makassar. Metode penelitian yang dipakai adalah metode penelitia...
Transformasi Bentuk Simbolik Arsitektur Candi Prambanan
Transformasi Bentuk Simbolik Arsitektur Candi Prambanan
Fenomena Arsitektur Candi Prambanan adalah unik karena memenuhi kriterium dimensi makna transendental sejak awal mula pembangunannya, masa kehidupan, masa kegelapan, penemuan kemba...
KAJIAN ARSITEKTUR FUTURISTIK PADA BANGUNAN MUSEUM (STUDI KASUS: MERCEDES-BENZ MUSEUM DI STUTTGART)
KAJIAN ARSITEKTUR FUTURISTIK PADA BANGUNAN MUSEUM (STUDI KASUS: MERCEDES-BENZ MUSEUM DI STUTTGART)
Penelitian ini membahas implementasi arsitektur futuristik, khususnya neo-futurisme, pada bangunan museum dengan studi kasus pada Mercedes-Benz Museum di Stuttgart, Jerman. Latar b...
STRATEGI TRANSFORMASI ARSITEKTUR PADA STUDIO AKANOMA DI PADALARANG, KABUPATEN BANDUNG BARAT
STRATEGI TRANSFORMASI ARSITEKTUR PADA STUDIO AKANOMA DI PADALARANG, KABUPATEN BANDUNG BARAT
Abstrak - Arsitektur Indonesia, seperti halnya arsitektur banyak negara dan kawasan di dunia, akhir-akhir ini mengalami berbagai perubahan karena fenomena globalisasi. Modernisasi ...
ARSITEKTUR KONTEKSTUAL PADA RANCANGAN BANGUNAN GALERI NASIONAL INDONESIA
ARSITEKTUR KONTEKSTUAL PADA RANCANGAN BANGUNAN GALERI NASIONAL INDONESIA
Pada tahun 2013, Galeri Nasional Indonesia bersama dengan Ikatan Arsitek Indonesia Jakarta menggagas pengembangan bangunan Galeri Nasional Indonesia bersamaan dengan rencana utama ...
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR KONTEMPORER PADA SURABAYA KRIYA GALERI
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR KONTEMPORER PADA SURABAYA KRIYA GALERI
Bangunan sentra Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) merupakan bangunan yang berfungsi sebagai wadah bagi pelaku UMKM yang ingin memasarkan produk-produk yang dihasilkan. Tujuan dari ...

