Javascript must be enabled to continue!
Pola Pemberian Makan dengan Kejadian Stunting pada Balita
View through CrossRef
Latar Belakang: Stunting merupakan gagal tumbuh kembang pada anak akibat asupan gizi yang tidak cukup dalam waktu lama, infeksi berulag dan stimulasi psikososial yang tidak adekuat. Pola pemberian makan yang buruk dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan ibu yang kurang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan pola pemberian makan dan pengetahuan ibu dengan kejadian stunting. Metode: Penelitian ini menggunakan studi traditional literature review. Sumber data berasal dari database Google Scholar dan Portal Garuda dengan rentang tahun 2017-2020. Hasil: Tinjauan literatur ditemukan 12 artikel yang sesuai dengan kriteria bahan analisis. Rata-rata pola pemberian makan yang terbesar yaitu pola pemberian makan buruk dengan balita stunting sebesar 60,5% dan pola pemberian makan bentuk pengabaiakn sebesar 39,3%. Tingkat pengetahuan ibu rendah namun balita tidak stunting sebesar 55,3%. Keterkaitan pola pemberian makan dan pengetahuan ibu dengan kejadian stunting pada balita dilihat dari rata-rata nilai Odds Ratio (OR) tertinggi adalah pola pemberian makan sebesar 5 dan 15,3%. Kesimpulan: Pola pemberian makan merupakan faktor penyebab terjadinya kejadian stunting pada balita.
Title: Pola Pemberian Makan dengan Kejadian Stunting pada Balita
Description:
Latar Belakang: Stunting merupakan gagal tumbuh kembang pada anak akibat asupan gizi yang tidak cukup dalam waktu lama, infeksi berulag dan stimulasi psikososial yang tidak adekuat.
Pola pemberian makan yang buruk dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan ibu yang kurang.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan pola pemberian makan dan pengetahuan ibu dengan kejadian stunting.
Metode: Penelitian ini menggunakan studi traditional literature review.
Sumber data berasal dari database Google Scholar dan Portal Garuda dengan rentang tahun 2017-2020.
Hasil: Tinjauan literatur ditemukan 12 artikel yang sesuai dengan kriteria bahan analisis.
Rata-rata pola pemberian makan yang terbesar yaitu pola pemberian makan buruk dengan balita stunting sebesar 60,5% dan pola pemberian makan bentuk pengabaiakn sebesar 39,3%.
Tingkat pengetahuan ibu rendah namun balita tidak stunting sebesar 55,3%.
Keterkaitan pola pemberian makan dan pengetahuan ibu dengan kejadian stunting pada balita dilihat dari rata-rata nilai Odds Ratio (OR) tertinggi adalah pola pemberian makan sebesar 5 dan 15,3%.
Kesimpulan: Pola pemberian makan merupakan faktor penyebab terjadinya kejadian stunting pada balita.
.
Related Results
Stunting, Perjalanan sejak Bayi Lahir Rendah dengan Pola Pemberian Makan
Stunting, Perjalanan sejak Bayi Lahir Rendah dengan Pola Pemberian Makan
Abstract. Low Birth Weight (LBW) has a stunting risk factor of 4.24 times compared to normal birth weight. Inadequate nutritional factors such as improper feeding patterns, can aff...
Gambaran Kejadian Stunting Pada Balita di Puskesmas Paliyan Gunung Kidul Yogyakarta
Gambaran Kejadian Stunting Pada Balita di Puskesmas Paliyan Gunung Kidul Yogyakarta
Latar Belakang: Masalah stunting di Indonesia adalah ancaman serius yang memerlukan penanganan yang tepat. Berdasarkan Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) pada tahun 2020, ...
Hubungan Pendapatan dan Asi Eksklusif dengan Kejadian Stunting pada Balita
Hubungan Pendapatan dan Asi Eksklusif dengan Kejadian Stunting pada Balita
ABSTRACT Stunting is the nutritional status of toddlers based on the height index for age. The maximum stunting standard according to World Health Organization (WHO) is 20% or one-...
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Kelurahan Tunjung Teja Kecamatan Tunjung Teja Kabupaten Serang Provinsi Banten
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Kelurahan Tunjung Teja Kecamatan Tunjung Teja Kabupaten Serang Provinsi Banten
ABSTRACT According to data from the toddler cohort at 4 Posyandu, Tunjung Teja District for the period January 2024 to June 2024, it was recorded that of the 172 toddlers aged 6-59...
Edukasi gizi dengan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan pencegahan stunting
Edukasi gizi dengan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan pencegahan stunting
Background: Stunting remains a significant public health problem in Indonesia. Data from the 2022 Indonesian Nutritional Status Survey (SSGI) shows that the national stunting preva...
HUBUNGAN STUNTING DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PADA BALITA
HUBUNGAN STUNTING DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PADA BALITA
Abstrak : Tuberkulosis (TB) dan stunting masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan stunting dengan kejadian TB pada anak usia 1-59 ...
Efektivitas Pemberian Makanan Tambahan (PMT) terhadap Kenaikan Tinggi Badan dan Berat Badan Balita Stunting di Puskesmas Gunung Kaler Tangerang
Efektivitas Pemberian Makanan Tambahan (PMT) terhadap Kenaikan Tinggi Badan dan Berat Badan Balita Stunting di Puskesmas Gunung Kaler Tangerang
ABSTRACT WHO in 2020 stated that the prevalence of stunting under five worldwide was 22 percent or as many as 149.2 million. The prevalence of stunting in Indonesia (24.4%) is bett...
Determinan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 6-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Titi Papan
Determinan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 6-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Titi Papan
Salah satu masalah gizi signifikan yang mempengaruhi balita dan belum terselasaikan hingga kini adalah stunting. Selain menjadi masalah di Indonesia, stunting kini menjadi isu glob...

