Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Kepok untuk Produksi Bioetanol dengan Proses Hidrolisis Asam Klorida

View through CrossRef
To reduce the environmental impact of petroleum-based materials, alternative materials such as bioethanol are used, although in small quantities. The second generation bioethanol is produced from biomass originating from hemicellulose-producing bacteria and bound by lignin, namely Kepok banana peel waste. The aim of this research is to find out whether Kepok banana peel waste can be an alternative raw material for making bioethanol using the hydrochloric acid hydrolysis method, which is a good method for the process of making bioethanol from banana peel waste. The process in this research uses two stages, namely the pretreatment stage and the hydrolysis process stage. Lignin is dried through a chemical delignification process, namely by soaking banana peel shells in 10% NaOH solution with a mass ratio of 1:6 (w/v) for 12 hours. After the raw materials are delignified, their contents are tested using the Chesson Datta method. The 10% NaOH delignification method was able to reduce lignin levels in Kepok bananas (36.6%), hemicellulose (11.1%), and cellulose levels (62.8%). The fermentation process uses a starter made from bread yeast with a concentration of 1.4%, urea nutrition with a concentration of 1%, and NPK nutritional variations of 0.6%, 0.8% and 1.0% for three days. The substrate has a volume of 150 ml and is then allowed to ferment until it is no longer thick. The best Kepok banana peel bioethanol (6.5%) in a volume of 17ml comes from NPK (0.8%), the final result is that Kepok banana peel waste can be an alternative to bioethanol.
Title: Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Kepok untuk Produksi Bioetanol dengan Proses Hidrolisis Asam Klorida
Description:
To reduce the environmental impact of petroleum-based materials, alternative materials such as bioethanol are used, although in small quantities.
The second generation bioethanol is produced from biomass originating from hemicellulose-producing bacteria and bound by lignin, namely Kepok banana peel waste.
The aim of this research is to find out whether Kepok banana peel waste can be an alternative raw material for making bioethanol using the hydrochloric acid hydrolysis method, which is a good method for the process of making bioethanol from banana peel waste.
The process in this research uses two stages, namely the pretreatment stage and the hydrolysis process stage.
Lignin is dried through a chemical delignification process, namely by soaking banana peel shells in 10% NaOH solution with a mass ratio of 1:6 (w/v) for 12 hours.
After the raw materials are delignified, their contents are tested using the Chesson Datta method.
The 10% NaOH delignification method was able to reduce lignin levels in Kepok bananas (36.
6%), hemicellulose (11.
1%), and cellulose levels (62.
8%).
The fermentation process uses a starter made from bread yeast with a concentration of 1.
4%, urea nutrition with a concentration of 1%, and NPK nutritional variations of 0.
6%, 0.
8% and 1.
0% for three days.
The substrate has a volume of 150 ml and is then allowed to ferment until it is no longer thick.
The best Kepok banana peel bioethanol (6.
5%) in a volume of 17ml comes from NPK (0.
8%), the final result is that Kepok banana peel waste can be an alternative to bioethanol.

Related Results

Pemanfaatan Kulit Pisang (Musa paradisiaca) Menjadi Donat Tinggi Kalsium
Pemanfaatan Kulit Pisang (Musa paradisiaca) Menjadi Donat Tinggi Kalsium
Tujuan dari penelitian ini adalah: memanfaatkan limbah kulit pisang menjadi salah satu produk pangan tinggi kalsium yaitu berupa donat dan mengetahui formulasi tepung terigu : kuli...
Daya Terima Panelis dan Karakterisasi Selai Kulit Pisang Kepok dengan Penambahan Pisang Ambon
Daya Terima Panelis dan Karakterisasi Selai Kulit Pisang Kepok dengan Penambahan Pisang Ambon
Kulit pisang kepok (Musa paradisiaca forma typical) merupakan hasil samping dari pisang kepok yang digunakan oleh industri pangan. Saat ini kulit pisang kepok belum banyak dimanfaa...
Keragaman Jenis Pisang dan Olahannya Pada Masyarakat Desa Togoliua Kecamatan Tobelo Barat
Keragaman Jenis Pisang dan Olahannya Pada Masyarakat Desa Togoliua Kecamatan Tobelo Barat
Penelitian yang berlokasi di Desa Togoliua Kecamatan Tobelo Barat ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis, cara dan bentuk olahan pisang  yang dibudidayakan oleh masyarakat di D...
Kualitas Karbon Aktif Kulit Pisang Kepok Menggunakan Aktivator Kimia dengan Variasi Konsentrasi dan Waktu Aktivasi
Kualitas Karbon Aktif Kulit Pisang Kepok Menggunakan Aktivator Kimia dengan Variasi Konsentrasi dan Waktu Aktivasi
Buah pisang adalah sumber pangan yang banyak dikonsumsi karena memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi. Bagian lain dari buah pisang yaitu bagian kulit dapat dimanfaatkan sebaga...
Pengaruh Penambahan Limbah Kulit Pisang kepok (Musa paradisiaca Linn) dalam Pembuatan Kerupuk
Pengaruh Penambahan Limbah Kulit Pisang kepok (Musa paradisiaca Linn) dalam Pembuatan Kerupuk
Pisang merupakan salah satu komoditas pangan nasional. Pisang pada umumnya hanya dikonsumsi buahnya saja, sedangkan kulit pisang masih menjadi limbah pertanian. Kulit pisang memili...
UJI EFEK ANTIDIARE INFUSA KULIT BUAH PISANG KEPOK (Musa paradisiaca L. forma typical) TERHADAP MENCIT JANTAN YANG DIINDUKSI OLEUM RICINI
UJI EFEK ANTIDIARE INFUSA KULIT BUAH PISANG KEPOK (Musa paradisiaca L. forma typical) TERHADAP MENCIT JANTAN YANG DIINDUKSI OLEUM RICINI
Penggunaan tanaman sebagai pengobatan diare merupakan sumber potensialsebagai alternatif obat tradisional.Kulit Pisang Kepok (Musa paradisiaca L.)merupakan salah satu tanaman yang ...
Kandungan nutrien kulit pisang kepok (Musa paradisiaca) yang difermentasi dengan cairan rumen kambing
Kandungan nutrien kulit pisang kepok (Musa paradisiaca) yang difermentasi dengan cairan rumen kambing
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji perubahan nutrien tepung kulit pisang kepok (Musa paradisiaca) yang difermentasi dengan cairan rumen kambing. Rancangan penelitian yang ...

Back to Top