Javascript must be enabled to continue!
PERFORMA AYAM BROILER YANG DIPELIHARA DENGAN PERBEDAAN KETINGGIAN KANDANG
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh ketinggian lantai kandang terhadap performa ayam broiler dalam sistem kandang closed house. Parameter yang diamati meliputi konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, Feed Conversion Ratio (FCR), indeks performa (IP), dan mortalitas. Penelitian ini menggunakan 90 ekor ayam broiler dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan (lantai 0 m, 2 m, dan 4 m) dan 6 ulangan, di mana masing-masing ulangan terdiri atas 15 ekor ayam broiler strain CP Charoen Phokpan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketinggian kandang berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, Feed Conversion Ratio (FCR), indeks performa (IP), dan mortalitas. Ketinggian 4 m memberikan hasil terbaik dengan nilai konsumsi ransum efisien (49,92 g), pertambahan bobot badan tertinggi (1,62 kg), FCR terendah (1,65), IP tertinggi (292,23), dan mortalitas terendah (3%). Kondisi lingkungan mikro seperti suhu dan kelembaban di lantai atas lebih stabil dan mendukung kenyamanan termal ayam, sehingga dapat meningkatkan efisiensi pertumbuhan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ketinggian kandang merupakan salah satu faktor penting dalam manajemen pemeliharaan ayam broiler pada sistem closed house.
Universitas Boyolali
Title: PERFORMA AYAM BROILER YANG DIPELIHARA DENGAN PERBEDAAN KETINGGIAN KANDANG
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh ketinggian lantai kandang terhadap performa ayam broiler dalam sistem kandang closed house.
Parameter yang diamati meliputi konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, Feed Conversion Ratio (FCR), indeks performa (IP), dan mortalitas.
Penelitian ini menggunakan 90 ekor ayam broiler dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan (lantai 0 m, 2 m, dan 4 m) dan 6 ulangan, di mana masing-masing ulangan terdiri atas 15 ekor ayam broiler strain CP Charoen Phokpan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketinggian kandang berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, Feed Conversion Ratio (FCR), indeks performa (IP), dan mortalitas.
Ketinggian 4 m memberikan hasil terbaik dengan nilai konsumsi ransum efisien (49,92 g), pertambahan bobot badan tertinggi (1,62 kg), FCR terendah (1,65), IP tertinggi (292,23), dan mortalitas terendah (3%).
Kondisi lingkungan mikro seperti suhu dan kelembaban di lantai atas lebih stabil dan mendukung kenyamanan termal ayam, sehingga dapat meningkatkan efisiensi pertumbuhan.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ketinggian kandang merupakan salah satu faktor penting dalam manajemen pemeliharaan ayam broiler pada sistem closed house.
Related Results
Performans Keturunan Ayam Arras dengan Ayam Arab (Ayam Ketarras) Umur 2-12 Minggu
Performans Keturunan Ayam Arras dengan Ayam Arab (Ayam Ketarras) Umur 2-12 Minggu
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performans keturunan ayam Arab dengan ayam Arras (Ayam Ketarras) umur 2-12 minggu. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 6 bulan, dim...
Evaluasi Ciri Fenotipe Turunan F2 Hasil Persilangan Ayam Brahman Jantan dengan Ayam Lokal Betina dan Ayam Cochin Betina pada Fase Starter
Evaluasi Ciri Fenotipe Turunan F2 Hasil Persilangan Ayam Brahman Jantan dengan Ayam Lokal Betina dan Ayam Cochin Betina pada Fase Starter
Permasalahan utama dalam pengembangan ayam Lokal sebagai ternak komersial adalah masih kurangnya varian dari turunan perkawinan silang dan masih rendahnya produktivitas baik sebaga...
Performa Fase Awal Produksi pada Ayam Ketarras dan Ayam Arab Betina
Performa Fase Awal Produksi pada Ayam Ketarras dan Ayam Arab Betina
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performa fase awal produksi pada ayam Ketarras dan ayam Arab betina. Penelitian terdiri 2 perlakuan dan 25 ulangan. Faktor jenis ayam di...
APLIKASI BUDIDAYA AYAM DOC (DAY OLD CHICKEN) BERBASIS WEB MOBILE
APLIKASI BUDIDAYA AYAM DOC (DAY OLD CHICKEN) BERBASIS WEB MOBILE
Bisnis ternak ayam memang menjadi salah satu bisnis yang tiada pernah habis bahkan menjadi salah satu bisnis yang cukup menguntungkan. Beternak ayam pun juga tidak terlalu sulit un...
Evaluasi Penggunaan Limbah Perkebunan sebagai Bahan Alas Lantai Kandang (Litter) terhadap Performan Produksi Ayam Broiler
Evaluasi Penggunaan Limbah Perkebunan sebagai Bahan Alas Lantai Kandang (Litter) terhadap Performan Produksi Ayam Broiler
Ayam pedaging saat ini berada di posisi teratas sebagai pemasok kebutuhan daging bagi masyarakat, selama proses produksi produsen atau peternak memelihara ayam broiler secara inten...
PENGARUH PUPUK HAYATI PGPR DAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI PADA TANAH PMK
PENGARUH PUPUK HAYATI PGPR DAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI PADA TANAH PMK
Peningkatan produksi kedelai di Kalimantan Barat dapat dilakukan melalui penggunaan tanah marjinal Podsolik Merah Kuning (PMK). Kendala sifat fisik tanah dapat diperbaiki dengan pe...
IKLIM MIKRO DAN RESPON HEMATOLOGI KELINCI LOKAL (Lepus nigricollis) PADA JENIS KANDANG BERBEDA
IKLIM MIKRO DAN RESPON HEMATOLOGI KELINCI LOKAL (Lepus nigricollis) PADA JENIS KANDANG BERBEDA
Salah satu kendala dalam pengembangan ternak kelinci adalah ternak ini sensitif terhadap perubahan faktor lingkungan. Pergeseran kondisi lingkungan (iklim mikro ) dari kebutuhan op...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...

