Javascript must be enabled to continue!
PELESTARIAN “KUE MAYIT” SEBAGAI KUE TRADISIONAL GARUT
View through CrossRef
Hasil studi lapangan yang dilakukan penulis, ditemukan bahwa kue tradisional Garut, yaitu “Kue Mayit” sudah sulit ditemukan di pasar tradisional dan toko oleh-oleh, hal ini karena beberapa pembuat sudah tidak menjual “Kue Mayit”, ada pula yang telah meninggal dan tidak memiliki generasi penerus, sehingga dibutuhkan upaya pelestarian, agar kue ini tetap ada dan tidak punah. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran “Kue Mayit” mengenai sejarah, bahan, alat, proses pengolahan, dan upaya pelestariannya. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini yaitu “Kue Mayit” memiliki bentuk, warna yang putih seperti “mayit” , dalam agama islam berarti mayat yang dibungkus kain kafan berwarna putih. Kue ini diperkirakan ada sejak tahun 1962. Bahan yang digunakan yaitu tepung beras ketan, kelapa setengah tua, dan gula merah bojongloa. Perbandingan tepung ketan, gula merah, dan kelapa yaitu pembuat A menggunakan 2:1:1, B menggunakan 2:1.5:1 dan E menggunakan 1,4:0.5:1 dalam satuan kilogram. Alat yang digunakan, wajan, jubleg batu, halu, tampah, saringan tepung, gelas. Plastik, kap plastik, dus digunakan sebagai alat pengemasan, toples digunakan sebagai alat penyajian. Pengolahannya dimulai dengan menumbuk beras ketan yang sudah dicuci dan direndam, kemudian saring. Tepung dibibis menggunakan air garam sampai lembab, berbentuk kerikil. Panaskan wajan menggunakan api sedang, masukkan tepung yang sudah dibibis ke dalam wajan menggunakan saringan sampai membentuk bulatan, masukkan enten, kemudian gulung, tekan bagian kiri dan kanannya, gunting bagian yang kurang merata. Kue ini disajikan pada saat hari raya, syukuran, pesta, upacara adat pertanian. Upaya pelestarian melalui pendokumentasian melalui pembuatan, video dokumenter, video tutorial.
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
Title: PELESTARIAN “KUE MAYIT” SEBAGAI KUE TRADISIONAL GARUT
Description:
Hasil studi lapangan yang dilakukan penulis, ditemukan bahwa kue tradisional Garut, yaitu “Kue Mayit” sudah sulit ditemukan di pasar tradisional dan toko oleh-oleh, hal ini karena beberapa pembuat sudah tidak menjual “Kue Mayit”, ada pula yang telah meninggal dan tidak memiliki generasi penerus, sehingga dibutuhkan upaya pelestarian, agar kue ini tetap ada dan tidak punah.
Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran “Kue Mayit” mengenai sejarah, bahan, alat, proses pengolahan, dan upaya pelestariannya.
Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif kualitatif.
Hasil dari penelitian ini yaitu “Kue Mayit” memiliki bentuk, warna yang putih seperti “mayit” , dalam agama islam berarti mayat yang dibungkus kain kafan berwarna putih.
Kue ini diperkirakan ada sejak tahun 1962.
Bahan yang digunakan yaitu tepung beras ketan, kelapa setengah tua, dan gula merah bojongloa.
Perbandingan tepung ketan, gula merah, dan kelapa yaitu pembuat A menggunakan 2:1:1, B menggunakan 2:1.
5:1 dan E menggunakan 1,4:0.
5:1 dalam satuan kilogram.
Alat yang digunakan, wajan, jubleg batu, halu, tampah, saringan tepung, gelas.
Plastik, kap plastik, dus digunakan sebagai alat pengemasan, toples digunakan sebagai alat penyajian.
Pengolahannya dimulai dengan menumbuk beras ketan yang sudah dicuci dan direndam, kemudian saring.
Tepung dibibis menggunakan air garam sampai lembab, berbentuk kerikil.
Panaskan wajan menggunakan api sedang, masukkan tepung yang sudah dibibis ke dalam wajan menggunakan saringan sampai membentuk bulatan, masukkan enten, kemudian gulung, tekan bagian kiri dan kanannya, gunting bagian yang kurang merata.
Kue ini disajikan pada saat hari raya, syukuran, pesta, upacara adat pertanian.
Upaya pelestarian melalui pendokumentasian melalui pembuatan, video dokumenter, video tutorial.
Related Results
Upaya Pelestarian dan Pengembangan Kue Tradisional Betawi
Upaya Pelestarian dan Pengembangan Kue Tradisional Betawi
Kue tradisional Betawi mengalami kemunduran diakibatkan kurangnya peminat dan globalisasi yang masuk semakin membuat kue tradisional Betawi hampir hilang. Kue pancong, kue rangi, k...
Evaluation Of Nutritional Content And Antioxidant Activity In Ku Cake With Different Natural Colors
Evaluation Of Nutritional Content And Antioxidant Activity In Ku Cake With Different Natural Colors
Kue Ku produced with various natural colors will have their nutritional content and antioxidant activity tested in this research. Processing Kue Ku with a variety of natural dyes—i...
PERANCANGAN BOARD GAME SEBAGAI MEDIA UNTUK MELESTARIKAN KUE TRADISIONAL NUSANTARA KEPADA ANAK-ANAK
PERANCANGAN BOARD GAME SEBAGAI MEDIA UNTUK MELESTARIKAN KUE TRADISIONAL NUSANTARA KEPADA ANAK-ANAK
Indonesia memiliki beragam kue tradisional Nusantara yang tidak hanya unik, tetapi juga menggugah selera. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, kue tradisional Nusantara semaki...
GARUT ERA KEPEMIMPINAN BUPATI R.A.A. SOERIA KERTALEGAWA (1915-1929)
GARUT ERA KEPEMIMPINAN BUPATI R.A.A. SOERIA KERTALEGAWA (1915-1929)
Garut merupkan nama pengganti dari Kabupaten Limbangan, dan berdiri pada masa pemerintahan Hindia Belanda atas usul bupati Aria Wira Tanu Datar VIII. R.A.A. Soeria Kertalegawa meru...
PENGARUH KINERJA PEOPLE DAN PHYSICAL EVIDENCE TERHADAP KEPUTUSAN MENGINAP (Survei Terhadap Tamu Hotel Kampung Sumber Alam Garut)
PENGARUH KINERJA PEOPLE DAN PHYSICAL EVIDENCE TERHADAP KEPUTUSAN MENGINAP (Survei Terhadap Tamu Hotel Kampung Sumber Alam Garut)
Salah satu hotel yang ikut berperan dalam industri perhotelan di Kabupaten Garut adalah Hotel Kampung Sumber Alam. Hal tersebut membuat Hotel Kampung Sumber Alam Garut menciptakan ...
RANCANG BANGUN APLIKSI PENJUALAN DAN PEMESANAN KUE BERBASIS WEB (Studi Kasus : Toko Aneka Kue Irene Jayapura)
RANCANG BANGUN APLIKSI PENJUALAN DAN PEMESANAN KUE BERBASIS WEB (Studi Kasus : Toko Aneka Kue Irene Jayapura)
Toko Aneka Kue Irene Jayapura merupakan toko yang melayani masyarakat untuk penyediakan menu aneka kue. Untuk pemesanan dan pembelian kue di toko aneka kue, khususnya yang berdomis...
Hybrid Chelator-Based PSMA Radiopharmaceuticals: Translational Approach
Hybrid Chelator-Based PSMA Radiopharmaceuticals: Translational Approach
(1) Background: Prostate-specific membrane antigen (PSMA) has been extensively studied in the last decade. It became a promising biological target in the diagnosis and therapy of P...
HUBUNGAN BOBOT LAHIR DENGAN BOBOT SAPIH DOMBA GARUT JANTAN DAN BETINA PADA BERBAGAI TIPE KELAHIRAN DI UPTD-BPPTDK MARGAWATI GARUT Correlation Between Birth Weight With Weaning Weight Of Male And Female Garut Sheep In Various Birth Types At Uptd Bpptdk Ma
HUBUNGAN BOBOT LAHIR DENGAN BOBOT SAPIH DOMBA GARUT JANTAN DAN BETINA PADA BERBAGAI TIPE KELAHIRAN DI UPTD-BPPTDK MARGAWATI GARUT Correlation Between Birth Weight With Weaning Weight Of Male And Female Garut Sheep In Various Birth Types At Uptd Bpptdk Ma
Penelitian dilaksanakan di Unit Pelaksanaan Teknis Daerah Balai Pengembangan Perbibitan Ternak Domba dan Kambing (UPTD BPPTDK) Margawati Garut yang dilaksanakan pada Maret sampai S...

