Javascript must be enabled to continue!
GEREJA METHODIST DAN PERSOALAN SOSIAL ORANG-ORANG TIONGHOA DI KOTA SURABAYA PADA ZAMAN HINDIA BELANDA, 1909-1928
View through CrossRef
Pada tahun 1909, Gereja Methodist Episkopal Konferensi Malaysia untuk pertama kalinya membuka sebuah jemaat di Pecinan Surabaya. Sejak itu dan terus selama dua puluh tahun kemudian, Gereja Methodist hadir untuk menjangkau dan melayani orang-orang Tionghoa yang berdomisili di wilayah itu. Sebagai pendatang yang mencari nafkah di negeri asing, orang-orang Tionghoa yang menjadi target Gereja Methodist ini menghadapi sejumlah persoalan: lingkungan pemukiman yang buruk, lingkungan sosial yang sakit, hidup tanpa pasangan dan pendidikan. Lewat teori-teori tentang keterlibatan gereja dalam isu-isu sosial yang dihadapi oleh masyarakatnya, dan khususnya pikiran Calvin Van Reken tentang peran gereja sebagai institusi dan gereja sebagai organisme, artikel ini mencoba secara kritis meneropong peran yang dimainkan Gereja Methodist dalam mengatasi masalah yang dihadapi orang-orang Tionghoa di Pecinan Surabaya. Dari kedua karakter itu, Gereja Methodist Episkopal di Surabaya telah coba menyelesaikan persoalan yang sedang dihadapi oleh orang-orang Tionghoa di Pecinan. Namun pendekatan yang dipakai masih pada menciptakan ruang alternatif di dalam kompleks gereja dan belum sampai menyentuh pada fundamen persoalan, yaitu kebijakan pemerintah kolonial Belanda untuk orang-orang Tionghoa kala itu. Kata kunci: Gereja Methodist, orang Tionghoa, Pecinan Surabaya, masalah-masalah sosial, gereja sebagai institusi, gereja sebagai organisme.
Sekolah Tinggi Teologi Aletheia
Title: GEREJA METHODIST DAN PERSOALAN SOSIAL ORANG-ORANG TIONGHOA DI KOTA SURABAYA PADA ZAMAN HINDIA BELANDA, 1909-1928
Description:
Pada tahun 1909, Gereja Methodist Episkopal Konferensi Malaysia untuk pertama kalinya membuka sebuah jemaat di Pecinan Surabaya.
Sejak itu dan terus selama dua puluh tahun kemudian, Gereja Methodist hadir untuk menjangkau dan melayani orang-orang Tionghoa yang berdomisili di wilayah itu.
Sebagai pendatang yang mencari nafkah di negeri asing, orang-orang Tionghoa yang menjadi target Gereja Methodist ini menghadapi sejumlah persoalan: lingkungan pemukiman yang buruk, lingkungan sosial yang sakit, hidup tanpa pasangan dan pendidikan.
Lewat teori-teori tentang keterlibatan gereja dalam isu-isu sosial yang dihadapi oleh masyarakatnya, dan khususnya pikiran Calvin Van Reken tentang peran gereja sebagai institusi dan gereja sebagai organisme, artikel ini mencoba secara kritis meneropong peran yang dimainkan Gereja Methodist dalam mengatasi masalah yang dihadapi orang-orang Tionghoa di Pecinan Surabaya.
Dari kedua karakter itu, Gereja Methodist Episkopal di Surabaya telah coba menyelesaikan persoalan yang sedang dihadapi oleh orang-orang Tionghoa di Pecinan.
Namun pendekatan yang dipakai masih pada menciptakan ruang alternatif di dalam kompleks gereja dan belum sampai menyentuh pada fundamen persoalan, yaitu kebijakan pemerintah kolonial Belanda untuk orang-orang Tionghoa kala itu.
Kata kunci: Gereja Methodist, orang Tionghoa, Pecinan Surabaya, masalah-masalah sosial, gereja sebagai institusi, gereja sebagai organisme.
Related Results
Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
MUSIK GEREJA DAN HYMNE A.Musik GerejaMusik gereja adalah penggunaan musik yang berkembang dan digunakan di gereja musik sangat penting dalam ibadah gereja, karena sebagian besar ke...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
ARSITEKTUR TRADISIONAL TIONGHOA: TINJAUAN TERHADAP IDENTITAS, KARAKTER BUDAYA DAN EKSISTENSINYA
ARSITEKTUR TRADISIONAL TIONGHOA: TINJAUAN TERHADAP IDENTITAS, KARAKTER BUDAYA DAN EKSISTENSINYA
Budaya merupakan sebuah proses perkembangan pola pikir yang terjadi secara bertahap dalam waktu yang lama. Proses ini terjadi selama manusia ada dan terus berkembang sesuai den...
Gereja Visioner Panggilan Memuridkan “Bangsa”
Gereja Visioner Panggilan Memuridkan “Bangsa”
A visionary church is the dream of every pastor and church congregation, but in the current reality the church is not doing what it wants and expected so that the visionary church...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
ETNIS TIONGHOA LANGSA
ETNIS TIONGHOA LANGSA
Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) merupakan salah satu organisasi masyarakat Tionghoa yang ada di Kota Langsa. Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) ini...
Dampak Tingkat Pendidikan Teologi Pelayanan di GKII Daerah Kayan
Dampak Tingkat Pendidikan Teologi Pelayanan di GKII Daerah Kayan
Tujuan penelitian yang terkait dengan tingkat pendidikan tergambarnya paradigma umum tentang tugas dan fungsi Pekerja Gereja dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas penatalayan ...

