Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Sentimen Publik Debat Pilkada Pamekasan menggunakan BERT

View through CrossRef
Pemilihan kepala daerah merupakan momen penting dalam demokrasi yang memunculkan beragam opini publik di media sosial. Debat calon bupati dan wakil bupati Pamekasan tahun 2024 menjadi perhatian masyarakat dan menghasilkan banyak komentar daring. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sentimen publik terhadap debat tersebut menggunakan pendekatan deep learning berbasis transformer. Data penelitian berupa 818 komentar dari YouTube dan TikTok yang diperoleh melalui web scraping. Tahapan penelitian meliputi pembersihan data, case folding, tokenisasi, serta terjemahan. Proses pelabelan sentimen dilakukan dengan TextBlob, sedangkan klasifikasi menggunakan model DistilBERT yang telah di-fine-tune. Hasil penelitian menunjukkan model mampu mengklasifikasikan komentar menjadi tiga kategori, yaitu positif, netral, dan negatif, dengan akurasi 80% serta F1-score tertinggi 0,91 pada kelas positif. Sebagian besar komentar tergolong netral (44,03%), diikuti positif (37,03%) dan negatif (18,96%). Temuan ini menunjukkan bahwa respon publik cenderung biasa tanpa ekspresi emosional yang kuat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model berbasis transformer efektif untuk menganalisis opini publik dalam konteks politik lokal, sehingga dapat membantu pengambil kebijakan, pengamat politik, maupun tim kampanye memahami persepsi masyarakat secara lebih cepat dan akurat. Regional elections are a crucial moment in democracy that generate diverse public opinions on social media. The 2024 Pamekasan regent and deputy regent candidate debate attracted public attention and sparked many online comments. This study aims to analyze public sentiment toward the debate using a transformer-based deep learning approach. The dataset consists of 818 comments collected from YouTube and TikTok through web scraping. The research process included data cleaning, case folding, tokenization, and translation. Sentiment labeling was carried out using TextBlob, while classification employed a fine-tuned DistilBERT model. The results show that the model successfully categorized comments into three sentiment classes—positive, neutral, and negative—with an accuracy of 80% and the highest F1-score of 0.91 in the positive class. Most comments were classified as neutral (44.03%), followed by positive (37.03%) and negative (18.96%). These findings indicate that the majority of the public responded in a neutral manner without strong emotional bias. This study concludes that transformer-based models are effective in analyzing public opinion in local political contexts, providing valuable insights for policymakers, political observers, and campaign teams to better understand community perceptions quickly and accurately.
Title: Analisis Sentimen Publik Debat Pilkada Pamekasan menggunakan BERT
Description:
Pemilihan kepala daerah merupakan momen penting dalam demokrasi yang memunculkan beragam opini publik di media sosial.
Debat calon bupati dan wakil bupati Pamekasan tahun 2024 menjadi perhatian masyarakat dan menghasilkan banyak komentar daring.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sentimen publik terhadap debat tersebut menggunakan pendekatan deep learning berbasis transformer.
Data penelitian berupa 818 komentar dari YouTube dan TikTok yang diperoleh melalui web scraping.
Tahapan penelitian meliputi pembersihan data, case folding, tokenisasi, serta terjemahan.
Proses pelabelan sentimen dilakukan dengan TextBlob, sedangkan klasifikasi menggunakan model DistilBERT yang telah di-fine-tune.
Hasil penelitian menunjukkan model mampu mengklasifikasikan komentar menjadi tiga kategori, yaitu positif, netral, dan negatif, dengan akurasi 80% serta F1-score tertinggi 0,91 pada kelas positif.
Sebagian besar komentar tergolong netral (44,03%), diikuti positif (37,03%) dan negatif (18,96%).
Temuan ini menunjukkan bahwa respon publik cenderung biasa tanpa ekspresi emosional yang kuat.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa model berbasis transformer efektif untuk menganalisis opini publik dalam konteks politik lokal, sehingga dapat membantu pengambil kebijakan, pengamat politik, maupun tim kampanye memahami persepsi masyarakat secara lebih cepat dan akurat.
Regional elections are a crucial moment in democracy that generate diverse public opinions on social media.
The 2024 Pamekasan regent and deputy regent candidate debate attracted public attention and sparked many online comments.
This study aims to analyze public sentiment toward the debate using a transformer-based deep learning approach.
The dataset consists of 818 comments collected from YouTube and TikTok through web scraping.
The research process included data cleaning, case folding, tokenization, and translation.
Sentiment labeling was carried out using TextBlob, while classification employed a fine-tuned DistilBERT model.
The results show that the model successfully categorized comments into three sentiment classes—positive, neutral, and negative—with an accuracy of 80% and the highest F1-score of 0.
91 in the positive class.
Most comments were classified as neutral (44.
03%), followed by positive (37.
03%) and negative (18.
96%).
These findings indicate that the majority of the public responded in a neutral manner without strong emotional bias.
This study concludes that transformer-based models are effective in analyzing public opinion in local political contexts, providing valuable insights for policymakers, political observers, and campaign teams to better understand community perceptions quickly and accurately.

Related Results

PERANAN KOMISI INFORMASI DALAM MENSOSIALISASIKAN PERATURAN KOMISI INFORMASI UNTUK KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK DI PROVINSI BALI
PERANAN KOMISI INFORMASI DALAM MENSOSIALISASIKAN PERATURAN KOMISI INFORMASI UNTUK KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK DI PROVINSI BALI
Keterbukaan informasi ini harus dikawal secara serentak oleh publik dan badan publik, keterbukaan informasi mampu mensejahterakan masyarakat, menjadi alat menuju pada percepatan pe...
Analisis Sentimen Berdasarkan Hasil Review Lokasi Google Map Menggunakan Natural Language Toolkit TextBlob dan Naïve Bayes
Analisis Sentimen Berdasarkan Hasil Review Lokasi Google Map Menggunakan Natural Language Toolkit TextBlob dan Naïve Bayes
Metode analisa sentimen adalah metode yang digunakan untuk memberikan pemahaman tentang perasaan atau opini yang terkandung dalam suatu teks. Seiring dengan perkembangan teknologi ...
Analisis Sentimen Publik Terhadap Mayor Teddy Indra Wijaya dengan Pendekatan Logistic Regression
Analisis Sentimen Publik Terhadap Mayor Teddy Indra Wijaya dengan Pendekatan Logistic Regression
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sentimen masyarakat terhadap Mayor Teddy Indra Wijaya, ajudan Prabowo Subianto, dengan menggunakan algoritma Logistic Regression. Analis...
Analisis Sentimen Media Sosial Terhadap Calon Pilkada 2024 Dengan Metode Naïve Bayes
Analisis Sentimen Media Sosial Terhadap Calon Pilkada 2024 Dengan Metode Naïve Bayes
Menjelang Pilkada Indonesia 2024, polarisasi politik dan sentimen masyarakat menjadi isu penting yang dianalisis melalui media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi m...
DEKONSTRUKSI PENANGANAN PELANGGARAN ADMINISTRASI YANG TERSTRUKTUR, SISTEMATIS DAN MASIF DALAM PILKADA
DEKONSTRUKSI PENANGANAN PELANGGARAN ADMINISTRASI YANG TERSTRUKTUR, SISTEMATIS DAN MASIF DALAM PILKADA
Abstract Deconstruction is a thought based on the method of reading texts that are based on philosophical values, since the 2015-2020 regional elections there have been several pr...
Analisis Sentimen dan Pemodelan Topik pada Post tentang Merek Teknologi di X Menggunakan Fine-tuning IndoBERT dan BERTopic
Analisis Sentimen dan Pemodelan Topik pada Post tentang Merek Teknologi di X Menggunakan Fine-tuning IndoBERT dan BERTopic
Media sosial telah menjadi wadah bagi konsumen untuk menyampaikan persepsi dan opini. Opini yang beredar tersebut berpotensi menjadi sumber data yang berharga bagi brand, termasuk ...
MEWUJUDKAN GOOD GOVERNANCE MELALUI PELAYANAN PUBLIK DI DESA LISE
MEWUJUDKAN GOOD GOVERNANCE MELALUI PELAYANAN PUBLIK DI DESA LISE
pendahuluan Kepemerintahan yang baik (good governance) merupakan isu yang paling menemuka dalam pengelolaan administrasi publik saat ini. Prasetyantoko (2008) mengatakan bahwa untu...

Back to Top