Javascript must be enabled to continue!
Evaluasi Pengembangan Echinochloa polystachya sebagai Pakan Ternak Berkelanjutan
View through CrossRef
Rumput rawa Echinochloa polystachya berpotensi menjadi sumber pakan hijauan berkelanjutan untuk mendukung ketahanan pakan sapi potong di wilayah tropis basah. Kajian dilakukan pada April-Juli 2025 di Kota Samarinda dengan memadukan analisis kualitatif melalui Focus Group Discussion (FGD) berbasis Participatory Rural Appraisal bersama peternak dan pemangku kepentingan, serta analisis kuantitatif berupa pengukuran biomassa dan uji laboratorium kandungan nutrisi. Hasil pemetaan SWOT menempatkan E. polystachya pada kuadran agresif (Kuadran I), menunjukkan bahwa kekuatan dan peluang lebih dominan dibanding kelemahan serta ancaman. Kekuatan utama meliputi palatabilitas tinggi, pertumbuhan cepat, kemampuan adaptasi di lahan basah, serta kemudahan perawatan dan panen. Kelemahan mencakup umur simpan singkat, tajamnya daun, sifat mudah terbakar saat kering, dan keterbatasan ketersediaan lahan. Peluang terbuka melalui ketersediaan rumput yang melimpah, potensi pasar yang luas, dan dukungan pemanfaatan lahan rawa, sementara ancaman berasal dari risiko banjir dan lonjakan permintaan musiman. Produksi rata-rata mencapai 342,06 ton/ha/tahun atau 31,3 ton bahan kering dengan nilai ekonomi Rp146,6 juta/ha/tahun. Analisis proksimat menunjukkan kandungan bahan kering 9,15%, protein kasar 11,08%, serat kasar 33,83%, lemak kasar 3,06%, dan abu 4,62%, sesuai dengan kebutuhan pakan ruminansia. Temuan tersebut menegaskan posisi E. polystachya sebagai sumber hijauan strategis yang mampu mendukung produktivitas sapi potong, meningkatkan pendapatan peternak, serta memperkuat ketahanan pakan.
Universitas Mulawarman
Title: Evaluasi Pengembangan Echinochloa polystachya sebagai Pakan Ternak Berkelanjutan
Description:
Rumput rawa Echinochloa polystachya berpotensi menjadi sumber pakan hijauan berkelanjutan untuk mendukung ketahanan pakan sapi potong di wilayah tropis basah.
Kajian dilakukan pada April-Juli 2025 di Kota Samarinda dengan memadukan analisis kualitatif melalui Focus Group Discussion (FGD) berbasis Participatory Rural Appraisal bersama peternak dan pemangku kepentingan, serta analisis kuantitatif berupa pengukuran biomassa dan uji laboratorium kandungan nutrisi.
Hasil pemetaan SWOT menempatkan E.
polystachya pada kuadran agresif (Kuadran I), menunjukkan bahwa kekuatan dan peluang lebih dominan dibanding kelemahan serta ancaman.
Kekuatan utama meliputi palatabilitas tinggi, pertumbuhan cepat, kemampuan adaptasi di lahan basah, serta kemudahan perawatan dan panen.
Kelemahan mencakup umur simpan singkat, tajamnya daun, sifat mudah terbakar saat kering, dan keterbatasan ketersediaan lahan.
Peluang terbuka melalui ketersediaan rumput yang melimpah, potensi pasar yang luas, dan dukungan pemanfaatan lahan rawa, sementara ancaman berasal dari risiko banjir dan lonjakan permintaan musiman.
Produksi rata-rata mencapai 342,06 ton/ha/tahun atau 31,3 ton bahan kering dengan nilai ekonomi Rp146,6 juta/ha/tahun.
Analisis proksimat menunjukkan kandungan bahan kering 9,15%, protein kasar 11,08%, serat kasar 33,83%, lemak kasar 3,06%, dan abu 4,62%, sesuai dengan kebutuhan pakan ruminansia.
Temuan tersebut menegaskan posisi E.
polystachya sebagai sumber hijauan strategis yang mampu mendukung produktivitas sapi potong, meningkatkan pendapatan peternak, serta memperkuat ketahanan pakan.
Related Results
Pengelolaan Limbah Ternak
Pengelolaan Limbah Ternak
Limbah adalah sisa proses produksi atau bahan yang tak bernilai, tak berharga, atau tidak laku dijual. Limbah ternak dibentuk dari pakan yang tersisa dari proses pencernaan. Pakan ...
Pengawasan dan Pemberian Pakan pada Kolam Ikan di Pondok Pesantren Lintang Songo Menggunakan Telegram
Pengawasan dan Pemberian Pakan pada Kolam Ikan di Pondok Pesantren Lintang Songo Menggunakan Telegram
Budidaya ikan menjadi salah satu usaha mandiri yang dilakukan oleh masyarakat, salah satunya adalah Pondok Pesantren Lintang Songo. Pentingnya memperhatikan cara merawat dan memeli...
PROBIOTIK UBI JALAR (POBIJAR) SEBAGAI PAKAN ORGANIK ALTERNATIF IKAN LELE
PROBIOTIK UBI JALAR (POBIJAR) SEBAGAI PAKAN ORGANIK ALTERNATIF IKAN LELE
Pakan di dalam budidaya lele menjadi faktor utama yang mempengaruhi hasil dan produksi petani lele. Dominasi pelet sebagai pakan satu-satunya pakan yang diberikan petani lele menja...
REVIEW LITERATUR: BAHAN-BAHAN PAKAN TERNAK UNGGAS
REVIEW LITERATUR: BAHAN-BAHAN PAKAN TERNAK UNGGAS
Pakan unggas adalah campuran berbagai macam bahan organik yang diberikan kepada ternak unggas untuk memenuhi kebutuhan zat-zat makanan yang diperlukan bagi pertumbuhan, perkembanga...
Evaluasi Manajemen Pemberian Pakan Kambing Peranakan Etawa (PE) di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pembibitan Ternak dan Pakan di Wilayah Kabupaten Majene
Evaluasi Manajemen Pemberian Pakan Kambing Peranakan Etawa (PE) di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pembibitan Ternak dan Pakan di Wilayah Kabupaten Majene
Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Sulawesi Barat mengadakan pengusulan pembetukan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pembibitan Ternak dan Pakan pada tahun 2016 untuk dapat mengo...
EDUKASI PENTINGNYA PENANAMAN HIJAUAN PAKAN DAN MENJAGA PRODUKSI BANK PAKAN PADA PETERNAK DI KABUPATEN LOMBOK BARAT
EDUKASI PENTINGNYA PENANAMAN HIJAUAN PAKAN DAN MENJAGA PRODUKSI BANK PAKAN PADA PETERNAK DI KABUPATEN LOMBOK BARAT
Tujuan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah untuk melakukan edukasi penanaman hijauan pakan dan menjaga produksi bank pakan pada peternak di Kecamatan Kediri dan ...
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TERNAK POTO MELALUI PAKAN FERMENTASI BERBASIS GREEN ECONOMY
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TERNAK POTO MELALUI PAKAN FERMENTASI BERBASIS GREEN ECONOMY
Pemberdayaan kelompok ternak Poto melalui pakan fermentasi berbasis green economy merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan peternak sekaligus mendukung prinsip e...
Uji Kualitas Fisik Kukis Pakan Ternak Dengan Level Penggunaan Jerami Padi fermentasi Yang Berbeda
Uji Kualitas Fisik Kukis Pakan Ternak Dengan Level Penggunaan Jerami Padi fermentasi Yang Berbeda
Ketersediaan bahan pakan umumnya berfluktuasi sepanjang tahun, yaitu melimpah pada saat musim penghujan dan terbatas pada saat musim kemarau. Kondisi seperti itu adalah merupakan p...

