Javascript must be enabled to continue!
Lubang Kotak Fermentasi Meningkatkan Kualitas Biji Kakao (Theobroma cacao L.) dengan Kotak Styrofoam
View through CrossRef
Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah lubang pada kotak fermentasi dengan kotak styrofoam dalam memfermetasi 1 kg biji kakao basah. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap dengan satu faktor. Jumlah lubang dalam kotak styrofoam sebagai faktor perlakuan. Perlakuan L1 = 10 lubang, L2 = 20 lubang, L3 = 30 lubang, L4 = 40 lubang, L5 = 50 lubang. Ukuran kotak fermentasi 30 cm x 20 cm x 25 cm. Setiap sisi kotak mempunyai lubang berdiameter 1 cm, sisi kotak fermentasi yang dilubangi ada 5 sisi kecuali sisi bagian atas kotak fermentasi. Proses fermentasi berlangsung selama 5 hari, kemudian dikeringkan. Data pengamatan yang dikumpulkan antara lain : pH dalam dan luar biji, kadar gula, uji belah, biji cacat (berjamur dan berkecambah) dan rasa. Hasil penelitian yaitu jumlah 40 lubang menghasilkan jumlah biji paling banyak. Biji kakao basah sebanyk 1 kg masih layak untuk difermentasi dengan menggunakan kotak stayrofoam dengan lama waktu fermentasi > 5 hari.
Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim
Title: Lubang Kotak Fermentasi Meningkatkan Kualitas Biji Kakao (Theobroma cacao L.) dengan Kotak Styrofoam
Description:
Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah lubang pada kotak fermentasi dengan kotak styrofoam dalam memfermetasi 1 kg biji kakao basah.
Rancangan penelitian yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap dengan satu faktor.
Jumlah lubang dalam kotak styrofoam sebagai faktor perlakuan.
Perlakuan L1 = 10 lubang, L2 = 20 lubang, L3 = 30 lubang, L4 = 40 lubang, L5 = 50 lubang.
Ukuran kotak fermentasi 30 cm x 20 cm x 25 cm.
Setiap sisi kotak mempunyai lubang berdiameter 1 cm, sisi kotak fermentasi yang dilubangi ada 5 sisi kecuali sisi bagian atas kotak fermentasi.
Proses fermentasi berlangsung selama 5 hari, kemudian dikeringkan.
Data pengamatan yang dikumpulkan antara lain : pH dalam dan luar biji, kadar gula, uji belah, biji cacat (berjamur dan berkecambah) dan rasa.
Hasil penelitian yaitu jumlah 40 lubang menghasilkan jumlah biji paling banyak.
Biji kakao basah sebanyk 1 kg masih layak untuk difermentasi dengan menggunakan kotak stayrofoam dengan lama waktu fermentasi > 5 hari.
Related Results
DISERTASI (FERMENTASI BIJI KAKAO KERING TERKENDALI MENGGUNAKAN INOKULUM MIKROBIA)
DISERTASI (FERMENTASI BIJI KAKAO KERING TERKENDALI MENGGUNAKAN INOKULUM MIKROBIA)
Biji kakao kering ditingkat petani sebagian besar dihasilkan tanpa fermentasiyang mempunyai beberapa kelemahan diantaranya tidak menghasilkan prekursorflavour khas kakao. Upaya unt...
Analisis Pengaruh Produksi, Harga Dan Nilai Tukar Terhadap Ekspor Biji Kakao Indonesia Ke Belanda
Analisis Pengaruh Produksi, Harga Dan Nilai Tukar Terhadap Ekspor Biji Kakao Indonesia Ke Belanda
Indonesia adalah salah satu produsen biji kakao terbesar di dunia. Kakao menjadi salah satu komoditi unggulan Indonesia yang di ekspor ke pasar internasional. Belanda menjadi salah...
Karakteristik Kimia dan Fisika Biji Kakao (Theobroma cacao l.) Hasil Fermentasi Wadah Kotak Kayu dan Wadah Plastik
Karakteristik Kimia dan Fisika Biji Kakao (Theobroma cacao l.) Hasil Fermentasi Wadah Kotak Kayu dan Wadah Plastik
Kakao merupakan salah satu komoditas yang memegang peranan cukup penting di Indonesia saat ini, salah satunya sebagai sumber devisa Negara. Salah satu proses yang sangat berperan p...
<b>Karakteristik Fisik Biji Kakao (<i>Theobroma cacao</i> L.) Hasil Fermentasi dan Pengeringan di PT. Timor Mitra Niaga Malaka Nusa Tenggara Timur </b>
<b>Karakteristik Fisik Biji Kakao (<i>Theobroma cacao</i> L.) Hasil Fermentasi dan Pengeringan di PT. Timor Mitra Niaga Malaka Nusa Tenggara Timur </b>
Kualitas biji kakao sangat dipengaruhi oleh penerapan proses pascapanen, terutama fermentasi dan pengeringan. Fermentasi berperan dalam menurunkan kadar polifenol penyebab rasa sep...
PENGARUH LAMA PEMERAMAN BUAH KAKAO TERHADAP KANDUNGAN POLYPHENOL DAN KEASAMAN BIJI KAKAO KLON S2 (SULAWESI 2)
PENGARUH LAMA PEMERAMAN BUAH KAKAO TERHADAP KANDUNGAN POLYPHENOL DAN KEASAMAN BIJI KAKAO KLON S2 (SULAWESI 2)
Senyawa polyphenol dalam biji kakao paling berperan terhadap flavor dan warna khas kakao. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemeraman terhadap kandungan polypheno...
DAYA SAING EKSPOR KAKAO OLAHAN INDONESIA
DAYA SAING EKSPOR KAKAO OLAHAN INDONESIA
Indonesia merupakan penghasil kakao terbesar ketiga di dunia. Sebagian besar kakao diekspor keluar negeri. Maka pemerintah menerapkan peraturan yang membatasi ekspor kakao. Menurun...
Pengaruh Lama Waktu Fermentasi Akhir (Final Proofing) Terhadap Kualitas Japanese Milk Bread
Pengaruh Lama Waktu Fermentasi Akhir (Final Proofing) Terhadap Kualitas Japanese Milk Bread
Abstract
This study aims to study the effect of the length of the time of final fermentation (final proofing) in making Japanese Milk Bread. This research was conducted at th...
ANALISIS PEMASARAN KAKAO (Theobroma cacao, L) DI KECAMATAN RANTO PEUREULAK KABUPATEN ACEH TIMUR
ANALISIS PEMASARAN KAKAO (Theobroma cacao, L) DI KECAMATAN RANTO PEUREULAK KABUPATEN ACEH TIMUR
Analisis Pemasaran Kakao (Theobroma cacao, L) di Kecamatan Ranto Peureulak Kabupaten Aceh Timurâ€Â. Tujuan penelitian Untuk mengetahui pola saluran pemasaran, biaya pemasaran d...

