Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Peranan Terapi Noninvasive Brain Stimulation rTMS (Repetitive Transmagnetic Stimulation) Pada Proses Pemulihan Pasien Stroke

View through CrossRef
Stroke merupakan penyakit neurologis yang sering dijumpai di masyarakat, penyebab disabilitas dan mortalitas kedua setelah penyakit jantung (Wang dkk, 2022). Berbagai defisit neurologis dapat dijumpai pada kejadian pasca stroke seperti kelemahan motorik, gangguan fungsi kognitif, gangguan fungsi berbahasa dan gangguan fungsi menelan Disabilitas yang terjadi disebabkan karena kerusakan sistem saraf pusat (SSP) terutama bagian korteks serebri yang sel neuronnya mengalami kematian/kerusakan. Hal  iniakan  mengakibatkan terjadinya ketidakseimbangan fungsi (atau elektrikal) di area sekitar lesi  maupun di area sekunder atau bahkan area homotopik kontralateral (berupa hipereksitasi atau hipoeksitasi Repetitive transmagnetic stimulation (rTMS) merupakan salah satu modalitas terapi stimulasi otak yang berkembang paling pesat sebagai terapi komplementer pemulihan fungsi pasca stroke karena keunggulannya mampu merubah keseimbangan atau memperbaiki keseimbangan fungsi otak yang berlebihan atau kekurangan dengan pemberian stimulasi langsung pada sel saraf di otak secara non-invasif dan lebih terfokus (terbatas) terhadap target area sesuai patofisologi yang terjadi seperti di daerah korteks motorik primer dan asosiasi, korteks prefronal, korteks dorsolateral prefrontal, girus frontal inferior, korteks mylohyoid dan bagian otak lainnya.  Beberapa studi metaanalisis stimulasi otak dengan rTMS pada pasien stroke menunjukan perbaikan signifikan terhadap fungsi motorik, kognitif, berbahasa dan menelan. Studi oleh Veldema dan  Gharabaghi (2022) menunjukan perbaikan fungsi motorik  dengan stimulasi bilateral rTMS, studi oleh Li dkk (2021) stimulasi LF-rTMS  di area DLPFC kontralateral memperbaiki fungsi visuospasial, memori dan atensi dan stimulasi DLPFC kiri dapat memperbaiki fungsi penamaan dan pengolahan kata-kata (Naeser dkk, 2020). Yang dkk (2021) menemukan terapi rTMS di korteks esofagus dan mylohyoid meningkatkan fungsi menelan.
Title: Peranan Terapi Noninvasive Brain Stimulation rTMS (Repetitive Transmagnetic Stimulation) Pada Proses Pemulihan Pasien Stroke
Description:
Stroke merupakan penyakit neurologis yang sering dijumpai di masyarakat, penyebab disabilitas dan mortalitas kedua setelah penyakit jantung (Wang dkk, 2022).
Berbagai defisit neurologis dapat dijumpai pada kejadian pasca stroke seperti kelemahan motorik, gangguan fungsi kognitif, gangguan fungsi berbahasa dan gangguan fungsi menelan Disabilitas yang terjadi disebabkan karena kerusakan sistem saraf pusat (SSP) terutama bagian korteks serebri yang sel neuronnya mengalami kematian/kerusakan.
Hal  iniakan  mengakibatkan terjadinya ketidakseimbangan fungsi (atau elektrikal) di area sekitar lesi  maupun di area sekunder atau bahkan area homotopik kontralateral (berupa hipereksitasi atau hipoeksitasi Repetitive transmagnetic stimulation (rTMS) merupakan salah satu modalitas terapi stimulasi otak yang berkembang paling pesat sebagai terapi komplementer pemulihan fungsi pasca stroke karena keunggulannya mampu merubah keseimbangan atau memperbaiki keseimbangan fungsi otak yang berlebihan atau kekurangan dengan pemberian stimulasi langsung pada sel saraf di otak secara non-invasif dan lebih terfokus (terbatas) terhadap target area sesuai patofisologi yang terjadi seperti di daerah korteks motorik primer dan asosiasi, korteks prefronal, korteks dorsolateral prefrontal, girus frontal inferior, korteks mylohyoid dan bagian otak lainnya.
  Beberapa studi metaanalisis stimulasi otak dengan rTMS pada pasien stroke menunjukan perbaikan signifikan terhadap fungsi motorik, kognitif, berbahasa dan menelan.
Studi oleh Veldema dan  Gharabaghi (2022) menunjukan perbaikan fungsi motorik  dengan stimulasi bilateral rTMS, studi oleh Li dkk (2021) stimulasi LF-rTMS  di area DLPFC kontralateral memperbaiki fungsi visuospasial, memori dan atensi dan stimulasi DLPFC kiri dapat memperbaiki fungsi penamaan dan pengolahan kata-kata (Naeser dkk, 2020).
Yang dkk (2021) menemukan terapi rTMS di korteks esofagus dan mylohyoid meningkatkan fungsi menelan.

Related Results

Brain Organoids, the Path Forward?
Brain Organoids, the Path Forward?
Photo by Maxim Berg on Unsplash INTRODUCTION The brain is one of the most foundational parts of being human, and we are still learning about what makes humans unique. Advancements ...
Iranian stroke model-how to involve health policymakers
Iranian stroke model-how to involve health policymakers
Stroke in Iran, with more than 83 million population, is a leading cause of disability and mortality in adults. Stroke has higher incidence in Iran comparing the global situation a...
Faktor Prediktor Kegagalan Virologis pada Pasien HIV yang Mendapat Terapi ARV Lini Pertama dengan Kepatuhan Berobat Baik
Faktor Prediktor Kegagalan Virologis pada Pasien HIV yang Mendapat Terapi ARV Lini Pertama dengan Kepatuhan Berobat Baik
Pendahuluan. Pada negara dengan keterbatasan sumber daya, pengukuran viral load (VL) sebagai prediktor efektivitas terapi antiretroviral (ARV) tidak selalu mudah untuk diakses oleh...
HIPERTENSI, USIA, JENIS KELAMIN DAN KEJADIAN STROKE DI RUANG RAWAT INAP STROKE RSUD dr. M. YUNUS BENGKULU
HIPERTENSI, USIA, JENIS KELAMIN DAN KEJADIAN STROKE DI RUANG RAWAT INAP STROKE RSUD dr. M. YUNUS BENGKULU
Hypertension, Age, Sex, and  Stroke  Incidence In Stroke Installation Room RSUD dr. M. Yunus BengkuluABSTRAKStroke adalah gejala-gejala defisit fungsi susunan saraf yang diakibatka...
[RETRACTED] Gro-X Brain Reviews - Is Gro-X Brain A Scam? v1
[RETRACTED] Gro-X Brain Reviews - Is Gro-X Brain A Scam? v1
[RETRACTED]➢Item Name - Gro-X Brain➢ Creation - Natural Organic Compound➢ Incidental Effects - NA➢ Accessibility - Online➢ Rating - ⭐⭐⭐⭐⭐➢ Click Here To Visit - Official Website - ...
Gambaran Motorik Kasar Pasien Stroke Iskemik Setelah Fisioterapi di RSAU Salamun
Gambaran Motorik Kasar Pasien Stroke Iskemik Setelah Fisioterapi di RSAU Salamun
Abstract. Stroke is the second leading cause of death worldwide, accounting for 11.13% of total deaths, and is the primary cause of disability globally. The most common type of str...

Back to Top