Javascript must be enabled to continue!
Analisis Aksiologis Kebebasan Ekspresi Majalah Charlie Hebdo dalam Penerbitan Kartun Nabi Muhammad
View through CrossRef
AbstrakPenerbitan secara bebas kartun Nabi Muhammad oleh majalah satir Prancis, Charlie Hebdo, telah mengundang beberapa aksi penyerangan dan teror. Kebebasan berekspresi dan berpendapat menjadi alasan Charlie Hebdo secara berulang menerbitkan kartun Nabi Muhammad yang secara interpretatif dianggap menghina dan menodai agama Islam. Penelitian ini bertujuan mengkritisi alasan kebebasan ekspresi majalah Prancis Charlie Hebdo terkait penggambaran kartun Nabi Muhammad secara aksiologis.Penelitian bersifat deskriptif kualitatif rasionalistik dengan menggunakan metode observasi fenomenologis berdasarkan studi kepustakaan. Hasil analisis ditemukan bahwa akar kebebasan ekspresi tersebut berasal dari nilai humanisme sekular.Tindakan pennggambaran kartun Nabi Muhammad oleh majalah Charlie Hebdo diakui bertujuan untuk mengkritik kaum fundamentalis agama. Meskipun memiliki pesan humanis dan tidak bertujuan untuk menghina atau menistakan agama Islam, namun secara aksiologis Charlie Hebdo telah mencampuradukkan antara prinsip nilai adikodrati dari agama supernatural dengan nilai-nilai kodrati dari humanisme sekular. Basis moral agama supernatural berasal dari prinsip nilai kesucian, keagungan, dan ketaatan. Sedangkan basis moral humanisme sekular berasal dari nilai liberalisme yang antroposentris dan ateistik. Perbedaan prinsip aksiologis keduanya menciptakan benturan ideologis yang berpotensi pada konflik horizontal yang tidak berkesudahan yaitu konflik antara radikalisme agama dan radikalisme politik global. Kata kunci: Kebebasan Ekspresi, Charlie Hebdo, Humanisme Sekular; Kartun Nabi AbstractThe free publication of cartoons of the Prophet Muhammad by the French satirical magazine Charlie Hebdo has invited several acts of attack and terror. Freedom of expression and opinion is the reason Charlie Hebdo repeatedly publishes cartoons of the Prophet Muhammad which are interpretively considered to be insulting and desecrating Islam. This study aims to criticize the reasons for the freedom of expression of the French magazine Charlie Hebdo in relation to the axiological depiction of the Prophet Muhammad's cartoon. This research is descriptive qualitative rationalistic using phenomenological observation method based on literature study. The results of the analysis found that the roots of freedom of expression came from the values of secular humanism. Charlie Hebdo magazine's cartoon depiction of the Prophet Muhammad is purportedly aimed at criticizing religious fundamentalists. Even though it has a humanist message and does not aim to insult or insult Islam, Charlie Hebdo axiologically has confused the supernatural values of supernatural religion with the natural values of secular humanism. . Meanwhile, the moral basis of secular humanism comes from the values of liberalism which are anthropocentric and atheistic. The difference in the axiological principles of the two creates ideological clashes that have the potential for endless horizontal conflicts, namely the conflict between religious radicalism and global political radicalism. Keywords : Freedom of Expresion, Charlie Hebdo, Secular Humanism, Prophet Cartoons.
Title: Analisis Aksiologis Kebebasan Ekspresi Majalah Charlie Hebdo dalam Penerbitan Kartun Nabi Muhammad
Description:
AbstrakPenerbitan secara bebas kartun Nabi Muhammad oleh majalah satir Prancis, Charlie Hebdo, telah mengundang beberapa aksi penyerangan dan teror.
Kebebasan berekspresi dan berpendapat menjadi alasan Charlie Hebdo secara berulang menerbitkan kartun Nabi Muhammad yang secara interpretatif dianggap menghina dan menodai agama Islam.
Penelitian ini bertujuan mengkritisi alasan kebebasan ekspresi majalah Prancis Charlie Hebdo terkait penggambaran kartun Nabi Muhammad secara aksiologis.
Penelitian bersifat deskriptif kualitatif rasionalistik dengan menggunakan metode observasi fenomenologis berdasarkan studi kepustakaan.
Hasil analisis ditemukan bahwa akar kebebasan ekspresi tersebut berasal dari nilai humanisme sekular.
Tindakan pennggambaran kartun Nabi Muhammad oleh majalah Charlie Hebdo diakui bertujuan untuk mengkritik kaum fundamentalis agama.
Meskipun memiliki pesan humanis dan tidak bertujuan untuk menghina atau menistakan agama Islam, namun secara aksiologis Charlie Hebdo telah mencampuradukkan antara prinsip nilai adikodrati dari agama supernatural dengan nilai-nilai kodrati dari humanisme sekular.
Basis moral agama supernatural berasal dari prinsip nilai kesucian, keagungan, dan ketaatan.
Sedangkan basis moral humanisme sekular berasal dari nilai liberalisme yang antroposentris dan ateistik.
Perbedaan prinsip aksiologis keduanya menciptakan benturan ideologis yang berpotensi pada konflik horizontal yang tidak berkesudahan yaitu konflik antara radikalisme agama dan radikalisme politik global.
Kata kunci: Kebebasan Ekspresi, Charlie Hebdo, Humanisme Sekular; Kartun Nabi AbstractThe free publication of cartoons of the Prophet Muhammad by the French satirical magazine Charlie Hebdo has invited several acts of attack and terror.
Freedom of expression and opinion is the reason Charlie Hebdo repeatedly publishes cartoons of the Prophet Muhammad which are interpretively considered to be insulting and desecrating Islam.
This study aims to criticize the reasons for the freedom of expression of the French magazine Charlie Hebdo in relation to the axiological depiction of the Prophet Muhammad's cartoon.
This research is descriptive qualitative rationalistic using phenomenological observation method based on literature study.
The results of the analysis found that the roots of freedom of expression came from the values of secular humanism.
Charlie Hebdo magazine's cartoon depiction of the Prophet Muhammad is purportedly aimed at criticizing religious fundamentalists.
Even though it has a humanist message and does not aim to insult or insult Islam, Charlie Hebdo axiologically has confused the supernatural values of supernatural religion with the natural values of secular humanism.
.
Meanwhile, the moral basis of secular humanism comes from the values of liberalism which are anthropocentric and atheistic.
The difference in the axiological principles of the two creates ideological clashes that have the potential for endless horizontal conflicts, namely the conflict between religious radicalism and global political radicalism.
Keywords : Freedom of Expresion, Charlie Hebdo, Secular Humanism, Prophet Cartoons.
.
Related Results
Inti pati dan nilai kartun rejabhad dalam majalah gila-gila
Inti pati dan nilai kartun rejabhad dalam majalah gila-gila
ABSTRAK Majalah kartun tidak hanya dinilai melalui luaran sahaja namun mempunyai inti pati dan aspek nilai melalui pendekatan cerita yang di bawa sama ada daripada ekspresi watak k...
Charlie Hebdo: The French Right to Freedom of Expression
Charlie Hebdo: The French Right to Freedom of Expression
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan respons informan terhadap kebebasan media oleh Charlie Hebdo di Perancis. Tabloid satir Charlie Hebdo memicu gelombang protes yang me...
Pengenalan Kisah Nabi Dengan Augmented Reality Berbasis Buku Cerita Sebagai Metode Marker: Studi Kasus Nabi Idris, Nabi Saleh, Nabi Syuaib, Nabi Zulkifli, Nabi Ilyas Dan Nabi Ilyasa
Pengenalan Kisah Nabi Dengan Augmented Reality Berbasis Buku Cerita Sebagai Metode Marker: Studi Kasus Nabi Idris, Nabi Saleh, Nabi Syuaib, Nabi Zulkifli, Nabi Ilyas Dan Nabi Ilyasa
Mempelajari sejarah peradaban agama sangat penting bagi umat Islam, termasuk kisah-kisah Nabi. Terdapat beberapa kisah Nabi yang kurang dikenal, berdasarkan data yang diperoleh dar...
Pengembangan Media Pembelajaran Kartun Animasi Locart Berbasis Kearifan Lokal untuk Mengembangkan Toleransi Sosial di Sekolah Menengah Pertama
Pengembangan Media Pembelajaran Kartun Animasi Locart Berbasis Kearifan Lokal untuk Mengembangkan Toleransi Sosial di Sekolah Menengah Pertama
Berdasarkan kajian empiris diketahui bahwa pembelajaran PPKn dinyatakan membosankan bagi siswa karena PPKn membahas konsep abstrak dan kurangnya media pembelajaran yang menarik ser...
MENINGKATKAN RELIGIUS SEKALIGUS MEMPERINGATI MAULID NABI MUHAMMAD SAW MELALUI CERAMAH AGAMA TENTANG ILMU KEHIDUPAN NABI MUHAMMAD SAW DI AKADEMI MARITIM NUSANTARA BANJARMASIN
MENINGKATKAN RELIGIUS SEKALIGUS MEMPERINGATI MAULID NABI MUHAMMAD SAW MELALUI CERAMAH AGAMA TENTANG ILMU KEHIDUPAN NABI MUHAMMAD SAW DI AKADEMI MARITIM NUSANTARA BANJARMASIN
Abstract
Maulid Nabi is a commemoration of the birth of the Prophet Muhammad. namely on 12 Rabiul Awal. The Prophet Muhammad SAW was born to a mother named Aminah bint Wahb and a ...
IDENTITAS DAN KARAKTERISTIK NABI-NABI ISRAEL DALAM PERJANJIAN LAMA
IDENTITAS DAN KARAKTERISTIK NABI-NABI ISRAEL DALAM PERJANJIAN LAMA
Nabi-Nabi Israel banyak dikemukakan Kitab Suci Agama Kristen, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Artikel ini menguraikan konsep kenabian dalam perspektif agama Kristen, t...
Ragam Bahasa dalam Serial Kartun Adit Sopo Jarwo (Kajian Sosiolinguistik)
Ragam Bahasa dalam Serial Kartun Adit Sopo Jarwo (Kajian Sosiolinguistik)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya variasi bahasa dalam serial kartun asal Indonesia yang sangat populer dan banyak ditonton oleh masyarakat Indonesia dari berbagai kal...
Strategi Penerjemahan Film (Subtittling) dalam Serial Kartun Upin dan Ipin
Strategi Penerjemahan Film (Subtittling) dalam Serial Kartun Upin dan Ipin
Artikel ini membahas strategi penerjemahan film (subtitling) dari serial kartun Upin dan Ipin. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kata-kata frasa klausa dan kalimat...

