Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Intergrasi Interkoneksi Dalam Studi Keislaman UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

View through CrossRef
Integrasi-interkoneksi dicetuskan oleh salah satu profesor di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yaitu Prof.  Dr.  M.  Amin Abdullah.  Paradigma integrasi-interkoneksi berasumsi bahwa fenomena kehidupan yang dihadapi dan dijalani manusia sangat kompleks.  Setiap bangunan keilmuan apapun baik keilmuan agama (termasuk agama Islam dan agama yang lain), keilmuan sosial, humaniora maupun kealaman tidak dapat berdiri sendiri. [1] Dalam studi Islam, diperlukan pendekatan integrasi-interkoneksi dengan tujuan agar dikotomi yang sudah terbentuk oleh sejarah, akan terpecahkan.  Memahami Islam tidak cukup dari salah satu pendekatan saja, akan tetapi membutuhkan pendekatan yang kompleks dan menyeluruh yaitu pendekatan integrasi-interkoneksi.  Adapun aplikasi pendekatan integrasi-interkoneksi yaitu UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.  Sebelum menjadi UIN, yaitu IAIN masih menggunakan pendekatan dikotomis –atomistik, kemudian menuju UIN berganti kepada pendekatan integratif-interkonektif.  Adapun konsep integrasi-interkoneksi tergambar dalam “Jaring Laba-Laba Keilmuan Teoantroposentrik-Integralistik dalam Universitas Negeri” yang sering disebut spiderweb. Maksud dari spiderweb tesebut pada intinya yaitu antar ilmu satu dengan yang lainnya saling tembus (integrasi-intrekoneksi).  Etos dan nafas reintegrasi epistemologi keilmuan era UIN yang dikembangkan ada tiga hal, antara lain Hadarah al-Nash (penyangga budaya teks bayani), Hadarah al-‘Ilm (teknik, komunikasi) dan Hadarah al-Falsafah (etik).  Ketiga nafas itulah yang dijadikan sebagai acuan bidang keilmuan UIN dan pijakan dalam mengembangkannya.
Institut Agama Islam Insan Prima Misbahul Ulum Gumawang OKU Timur Provinsi Sumatera Selatan
Title: Intergrasi Interkoneksi Dalam Studi Keislaman UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Description:
Integrasi-interkoneksi dicetuskan oleh salah satu profesor di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yaitu Prof.
 Dr.
 M.
 Amin Abdullah.
  Paradigma integrasi-interkoneksi berasumsi bahwa fenomena kehidupan yang dihadapi dan dijalani manusia sangat kompleks.
 Setiap bangunan keilmuan apapun baik keilmuan agama (termasuk agama Islam dan agama yang lain), keilmuan sosial, humaniora maupun kealaman tidak dapat berdiri sendiri.
[1] Dalam studi Islam, diperlukan pendekatan integrasi-interkoneksi dengan tujuan agar dikotomi yang sudah terbentuk oleh sejarah, akan terpecahkan.
 Memahami Islam tidak cukup dari salah satu pendekatan saja, akan tetapi membutuhkan pendekatan yang kompleks dan menyeluruh yaitu pendekatan integrasi-interkoneksi.
  Adapun aplikasi pendekatan integrasi-interkoneksi yaitu UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
 Sebelum menjadi UIN, yaitu IAIN masih menggunakan pendekatan dikotomis –atomistik, kemudian menuju UIN berganti kepada pendekatan integratif-interkonektif.
 Adapun konsep integrasi-interkoneksi tergambar dalam “Jaring Laba-Laba Keilmuan Teoantroposentrik-Integralistik dalam Universitas Negeri” yang sering disebut spiderweb.
Maksud dari spiderweb tesebut pada intinya yaitu antar ilmu satu dengan yang lainnya saling tembus (integrasi-intrekoneksi).
  Etos dan nafas reintegrasi epistemologi keilmuan era UIN yang dikembangkan ada tiga hal, antara lain Hadarah al-Nash (penyangga budaya teks bayani), Hadarah al-‘Ilm (teknik, komunikasi) dan Hadarah al-Falsafah (etik).
  Ketiga nafas itulah yang dijadikan sebagai acuan bidang keilmuan UIN dan pijakan dalam mengembangkannya.

Related Results

Kreativitas Wahyu Santosa Prabowo dalam Penggarapan Dramatari Sunan Kalijaga
Kreativitas Wahyu Santosa Prabowo dalam Penggarapan Dramatari Sunan Kalijaga
RINGKASANArtikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan kreativitas Wahyu Santosa Prabowo dalam menggarap dramatari Sunan Kalijaga. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan...
IMPLEMENTASI KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA SANTRI ODGJ DI PONDOK PESANTREN SUNAN KALIJAGA
IMPLEMENTASI KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA SANTRI ODGJ DI PONDOK PESANTREN SUNAN KALIJAGA
Abstrak: Komunikasi Terapeutik merupakan pendekatan komunikasi yang bertujuan menciptakan hubungan yang positif antara perawat dan pasien untuk mendukung proses penyembuhan Orang D...
Tahapan Pengembangan Koleksi Disabilitas Di Perpustakaan Perguruan Tinggi (Studi Kasus Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)
Tahapan Pengembangan Koleksi Disabilitas Di Perpustakaan Perguruan Tinggi (Studi Kasus Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)
<p>The core process of activities in a library is to develop collections for the advancement of knowledge sources. Collection development in this research is in the library o...
AKULTURASI BUDAYA JAWA DAN ISLAM MELALUI DAKWAH SUNAN KALIJAGA
AKULTURASI BUDAYA JAWA DAN ISLAM MELALUI DAKWAH SUNAN KALIJAGA
Kondisi kehidupan masyarakat di Nusantara khususnya yang berada di daerah Jawa sangat erat kaitannya dengan akulturasi budaya lokal mereka terhadap ajaran agama Islam. Keduanya itu...
Menolak Wabah dalam Serat Ronggo Sutrasno Karya Sunan Kalijaga
Menolak Wabah dalam Serat Ronggo Sutrasno Karya Sunan Kalijaga
 One of the Javanese texts with esoteric value is the Ronggasutrasna Kidungan Fiber which is kept by the Surakarta Sastra Lestari Foundation. Serat Kidungan Ronggasutasna is a Java...
Peran dan Periodisasi Wali Songo Dalam Pengembangan Budaya Islam di Nusantara
Peran dan Periodisasi Wali Songo Dalam Pengembangan Budaya Islam di Nusantara
Wali Songo sangat terkenal sebagai dewan dakwah dan berhasil menanamkan akidah dan syariat Islam di Nusantara khususnya di Pulau Jawa.  Wali Songo merupakan  orang yang senantiasa ...
Implementation of the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Towards Policies at UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Implementation of the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Towards Policies at UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
The Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) policy is a strategic initiative by Indonesia's Ministry of Education, Culture, Research, and Technology to create a more flexible, adapti...

Back to Top