Javascript must be enabled to continue!
Karakteristik Pasien Amnesia Pasca Cedera Otak di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat
View through CrossRef
Latar belakang: Cedera otak adalah gangguan otak yang disebabkan oleh proses traumatik seperti benturan, pukulan, atau tusukan pada kepala sehingga menyebabkan gangguan fungsi otak. Beberapa penyebab eksternal mendasari terjadinya cedera otak seperti jatuh, kecelakaan lalu lintas, dan pemukulan/penyerangan. Gangguan fungsi memori merupakan salah satu bentuk gangguan neuropsikologis yang dapat terjadi pasca cedera. Amnesia pasca trauma merupakan kondisi pasca cedera yang ditandai dengan kesulitan dalam mengingat hal yang sudah terjadi sebelumnya atau menyimpan informasi yang baru saja terjadi.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Jumlah sampel penelitian adalah 40 orang dengan cedera otak. Pengambilan data berupa hasil CT-scan kepala dan wawancara menggunakan kuesioner Tes Orientasi dan Amnesia Galveston (TOAG). Pengambilan sampel menggunakan metode consecutive sampling. Analisis data dilakukan secara deskriptif.
Hasil: Dari 40 pasien cedera otak, 33 pasien mengalami amnesia pasca trauma (82,5%). Sebagian besar pasien dengan amnesia pasca trauma berusia antara 18 dan 30 tahun (45,46%), sebagian besar berjenis kelamin laki-laki (81,8%), dan sebagian besar pasien memiliki tigkat pendidikan SMA (42,43%). Berdasarkan tingkat keparahan cedera otak, sebagian besar pasien amnesia pasca trauma mengalami cedera otak ringan (57,58%). Berdasarkan hasil CT scan kepala, sebagian besar pasien amnesia pasca trauma memiliki lesi difus (51,52%).
Kesimpulan: Pasien amnesia pasca trauma pada cedera otak didominasi oleh laki-laki dengan kelompok usia 18 hingga 30 tahun dan tingkat pendidikan SMA. Selain itu, letak lesi yang difus sering didapatkan pada pasien amnesia pasca trauma pada cedera otak.
Title: Karakteristik Pasien Amnesia Pasca Cedera Otak di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat
Description:
Latar belakang: Cedera otak adalah gangguan otak yang disebabkan oleh proses traumatik seperti benturan, pukulan, atau tusukan pada kepala sehingga menyebabkan gangguan fungsi otak.
Beberapa penyebab eksternal mendasari terjadinya cedera otak seperti jatuh, kecelakaan lalu lintas, dan pemukulan/penyerangan.
Gangguan fungsi memori merupakan salah satu bentuk gangguan neuropsikologis yang dapat terjadi pasca cedera.
Amnesia pasca trauma merupakan kondisi pasca cedera yang ditandai dengan kesulitan dalam mengingat hal yang sudah terjadi sebelumnya atau menyimpan informasi yang baru saja terjadi.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Jumlah sampel penelitian adalah 40 orang dengan cedera otak.
Pengambilan data berupa hasil CT-scan kepala dan wawancara menggunakan kuesioner Tes Orientasi dan Amnesia Galveston (TOAG).
Pengambilan sampel menggunakan metode consecutive sampling.
Analisis data dilakukan secara deskriptif.
Hasil: Dari 40 pasien cedera otak, 33 pasien mengalami amnesia pasca trauma (82,5%).
Sebagian besar pasien dengan amnesia pasca trauma berusia antara 18 dan 30 tahun (45,46%), sebagian besar berjenis kelamin laki-laki (81,8%), dan sebagian besar pasien memiliki tigkat pendidikan SMA (42,43%).
Berdasarkan tingkat keparahan cedera otak, sebagian besar pasien amnesia pasca trauma mengalami cedera otak ringan (57,58%).
Berdasarkan hasil CT scan kepala, sebagian besar pasien amnesia pasca trauma memiliki lesi difus (51,52%).
Kesimpulan: Pasien amnesia pasca trauma pada cedera otak didominasi oleh laki-laki dengan kelompok usia 18 hingga 30 tahun dan tingkat pendidikan SMA.
Selain itu, letak lesi yang difus sering didapatkan pada pasien amnesia pasca trauma pada cedera otak.
Related Results
Hubungan Tingkat Keparahan Cedera Otak dengan Petanda Inflamasi pada Pasien Cedera Otak Traumatik di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat
Hubungan Tingkat Keparahan Cedera Otak dengan Petanda Inflamasi pada Pasien Cedera Otak Traumatik di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat
Latar Belakang: Cedera otak masih merupakan masalah kesehatan utama dengan konsekuensi sosial ekonomi yang serius. Di negara berkembang seperti Indonesia, perkembangan ekonomi dan ...
Pengaruh Waktu Tunggu Terhadap Kepuasanpasien Di Unit Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Doloksanggul Kecamatan Doloksanggul Kabupaten Humbang Hasundutan Tahun 2024
Pengaruh Waktu Tunggu Terhadap Kepuasanpasien Di Unit Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Doloksanggul Kecamatan Doloksanggul Kabupaten Humbang Hasundutan Tahun 2024
Latar Belakang: Rumah Sakit Umum Daerah Doloksanggul adalah salah satu rumah sakit tipe C di Doloksanggul. Rumah Sakit Umum Daerah Doloksanggul diketahui bahwa dari 10 responden ya...
Analisis Marketing Mix (Bauran Pemasaran) Dalam Meningkatkan Penggunaan Tempat Tidur Di Rumah Sakit Tandun Tahun 2019
Analisis Marketing Mix (Bauran Pemasaran) Dalam Meningkatkan Penggunaan Tempat Tidur Di Rumah Sakit Tandun Tahun 2019
Bauran pemasaran merupakan strategi mencampur kegiatan-kegiatan marketing yang meliputi product, price, place, dan promotion, agar dicari kombinasi maksimal sehingga mendatangkan h...
TINJAUAN PUSTAKA: DIAGNOSIS DAN TATALAKSANA CEDERA OTAK TRAUMATIK
TINJAUAN PUSTAKA: DIAGNOSIS DAN TATALAKSANA CEDERA OTAK TRAUMATIK
Abstrak: Tinjauan Pustaka: Diagnosis Dan Tatalaksana Cedera Otak Traumatik. Cedera otak traumatik (COT) merupakan gangguan fungsi otak yang diakibatkan oleh proses mekanik seperti ...
Analisis Pelaksanaan Standar Sasaran Keselamatan Pasien di Unit Gawat Darurat Ribka Saktiana Pasaribu
Analisis Pelaksanaan Standar Sasaran Keselamatan Pasien di Unit Gawat Darurat Ribka Saktiana Pasaribu
Latar belakang Keselamatan pasien adalah suatu sistem yang membuat asuhan pasien lebih aman, meliputi asesmen risiko, identifikasi dan pengelolaan risiko pasien, pelaporan dan anal...
ANALISA SIMRS DI RSI PURWOKERTO
ANALISA SIMRS DI RSI PURWOKERTO
RSI Purwokerto yang terletak di daerah barat Purwokerto merupakan rumah sakit rujukan swasta yang memfasilitasi pasien-pasien secara umum ataupun BPJS dan asuransi umum lainnya . S...
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA RUMAH SAKIT TERHADAP TINDAK PIDANA PEMALSUAN JUMLAH TAGIHAN UANG KEPADA BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS)
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA RUMAH SAKIT TERHADAP TINDAK PIDANA PEMALSUAN JUMLAH TAGIHAN UANG KEPADA BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS)
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA RUMAH SAKIT TERHADAP TINDAK PIDANA PEMALSUAN JUMLAH TAGIHAN UANG KEPADA BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS)
sonyaairinibatubara@unprim...

