Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Menelusuri Jejak Kuliner Tembayat dalam Serat Centhini

View through CrossRef
This study aims to determine the kinds or variety of food that was in Tembayat listed in Serat Centhini. In explaining about the political atmosphere during the manufacture of Serat Centhini, researchers using the Theory of Soft Power by Joseph Nye. The resulting conclusion that there are around 48 the name of the food that is written in the serat Centhini. The condition of this culinary've rarely heard by the public, the bias is said to have been a rare occurrence in Tembayat. About the political atmosphere, Serat Centhini was written by the candidate Pakubuwana V, while the father that Pakubuwana IV still reigned in the Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Current conditions, Kraton Surakarta besieged by Pura Mangkunegaran, the Palace of the Sultanate Ngayogyakarta and the Netherlands, or better known as Pakepung. Then to raise the prestige or name Kraton Surakarta then this paper to be a form of resistance from Surakarta. Since that time, no paper work, as complete as that by loading all the potential of the Island of Java, it is often referred to as the Encyclopedia of Java. === Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui macam atau aneka ragam kuliner yang berada di Tembayat yang tercantum dalam Serat Centhini. Dalam menjelaskan tentang suasana politik saat pembuatan Serat Centhini, peneliti menggunakan Teori Soft Power dari Joseph Nye. Kesimpulan yang dihasilkan bahwa terdapat sekitar 48 nama kuliner yang ditulis di Serat Centhini. Kondisi kuliner ini sudah jarang didengar oleh masyarakat, bisa dikatakan sudah langka keberadaanya di Tembayat. Mengenai suasana politik, Serat Centhini ditulis oleh calon Pakubuwana V, saat ayahanda yaitu Pakubuwana IV masih bertahta di Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Kondisi saat itu, Kraton Surakarta dikepung oleh Pura Mangkunegaran, Kraton Kasultanan Ngayogyakarta dan Belanda atau lebih dikenal sebagai Pakepung. Maka untuk menaikkan pamor atau nama Kraton Surakarta maka karya tulis ini menjadi bentuk perlawanan dari Surakarta. Karena zaman itu, belum ada karya tulis yang selengkap itu dengan memuat semua potensi yang dimiliki Pulau Jawa, maka sering disebut sebagai Ensiklopedia Jawa.
Title: Menelusuri Jejak Kuliner Tembayat dalam Serat Centhini
Description:
This study aims to determine the kinds or variety of food that was in Tembayat listed in Serat Centhini.
In explaining about the political atmosphere during the manufacture of Serat Centhini, researchers using the Theory of Soft Power by Joseph Nye.
The resulting conclusion that there are around 48 the name of the food that is written in the serat Centhini.
The condition of this culinary've rarely heard by the public, the bias is said to have been a rare occurrence in Tembayat.
About the political atmosphere, Serat Centhini was written by the candidate Pakubuwana V, while the father that Pakubuwana IV still reigned in the Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Current conditions, Kraton Surakarta besieged by Pura Mangkunegaran, the Palace of the Sultanate Ngayogyakarta and the Netherlands, or better known as Pakepung.
Then to raise the prestige or name Kraton Surakarta then this paper to be a form of resistance from Surakarta.
Since that time, no paper work, as complete as that by loading all the potential of the Island of Java, it is often referred to as the Encyclopedia of Java.
=== Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui macam atau aneka ragam kuliner yang berada di Tembayat yang tercantum dalam Serat Centhini.
Dalam menjelaskan tentang suasana politik saat pembuatan Serat Centhini, peneliti menggunakan Teori Soft Power dari Joseph Nye.
Kesimpulan yang dihasilkan bahwa terdapat sekitar 48 nama kuliner yang ditulis di Serat Centhini.
Kondisi kuliner ini sudah jarang didengar oleh masyarakat, bisa dikatakan sudah langka keberadaanya di Tembayat.
Mengenai suasana politik, Serat Centhini ditulis oleh calon Pakubuwana V, saat ayahanda yaitu Pakubuwana IV masih bertahta di Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Kondisi saat itu, Kraton Surakarta dikepung oleh Pura Mangkunegaran, Kraton Kasultanan Ngayogyakarta dan Belanda atau lebih dikenal sebagai Pakepung.
Maka untuk menaikkan pamor atau nama Kraton Surakarta maka karya tulis ini menjadi bentuk perlawanan dari Surakarta.
Karena zaman itu, belum ada karya tulis yang selengkap itu dengan memuat semua potensi yang dimiliki Pulau Jawa, maka sering disebut sebagai Ensiklopedia Jawa.

Related Results

Erotika Syeh Amongraga: Kajian Teologi Mistik dan Seksualitas dalam Serat Centhini
Erotika Syeh Amongraga: Kajian Teologi Mistik dan Seksualitas dalam Serat Centhini
AbstractThis article attempts to explore the eroticism of Syeh Amongraga in Serat Centhini. The author uses Serat Centhini edited by Karkono Partokusumo (1985) and the latest conte...
SISTEM KEPENGARANGAN DALAM SERAT-SERAT WULANG PAKUBUWONO IX
SISTEM KEPENGARANGAN DALAM SERAT-SERAT WULANG PAKUBUWONO IX
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sistem kepengarangan dalam serat-serat wulang Pakubuwono (PB) IX. Data penelitian berupa kata dan kalimat yang menunjukkan sistem kepengara...
SERAT ALAM SEBAGAI BAHAN KOMPOSIT RAMAH LINGKUNGAN
SERAT ALAM SEBAGAI BAHAN KOMPOSIT RAMAH LINGKUNGAN
Serat dalam material diartikan sebagai penguat dimana serat memiliki ukuran yang kecil namun memiliki fleksibilitas yang baik serta kekuatan dalam pembebanan yang tinggi. Dalam seg...
DESAIN FASILITAS RUANG SERBA GUNA WISATA KULINER DELES SURABAYA
DESAIN FASILITAS RUANG SERBA GUNA WISATA KULINER DELES SURABAYA
Menu aneka makanan yang murah meriah serta enak adalah daya tarik utama sebuah tempat kuliner, khususnya tempat wisata kuliner di kota Surabaya. Tempat dan letak yang strategis sua...
Karakterisasi Mekanik Komposit Serat Hybrid Serat Lidah Mertua dan Serat Eceng Gondok
Karakterisasi Mekanik Komposit Serat Hybrid Serat Lidah Mertua dan Serat Eceng Gondok
Penggunaan dan pemanfaatan komposit serat alam sebagai pengganti serat sintesis merupakan langkah yang bijak dalam meningkatkan nilai ekonomis serat alam mengingat keterbatasan sum...
Serat Centhini: Ajaran Menjadi Manusia Sejati
Serat Centhini: Ajaran Menjadi Manusia Sejati
Penelitian tentang manusia memang selalu menarik untuk dibahas dan diteliti karena manusia selalu menjadi misteri bagi dirinya sendiri juga bagi orang lain. Manusia pada zaman seka...
Fabrikasi Papan Serat Tandan Kosong Kelapa Sawit dengan Penambahan Bahan Fluoresensi Fosfor
Fabrikasi Papan Serat Tandan Kosong Kelapa Sawit dengan Penambahan Bahan Fluoresensi Fosfor
Serat bahan alam dapat dijadikan pengganti material komposit yang ramah lingkungan. Serat tandan kosong kelapa sawit (TKKS) merupakan salah satu serat alam hasil pengolahan industr...
EDUKASI PEGELOLAAN BISNIS WISATA KULINER DI KOTA KENDARI
EDUKASI PEGELOLAAN BISNIS WISATA KULINER DI KOTA KENDARI
Berbagai keunggulan usaha kuliner perlu lebih dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan pengusaha kuliner, dan masyarakat. Perkembangan jumlah pengusaha kuliner ...

Back to Top