Javascript must be enabled to continue!
Keanekaragaman, Zonasi Serta Overlay Persebaran Bentos di Sungai Keyang, Ponorogo, Jawa Timur
View through CrossRef
Abstrak. Bentos merupakan organisme yang hidup sesil atau menetap di dasar sungai, dan dapat digunakan sebagai indikator pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan keanekaragaman bentos, untuk mengetahui zonasi serta overlay persebaran bentos di Sungai Keyang, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Oktober-November 2017 dengan metode plot/transek, penghitungan, dan analisis laboratorium. Terdapat 3 stasiun pengamatan, masing-masing stasiun terdiri dari 3 transek dan 9 plot. Pengukuran faktor lingkungan meliputi suhu, turbiditas, pH, kandungan bahan organik, DO, BOD, dan tekstur substrat. Hasil dari penelitian diperoleh 7 famili dan 14 spesies bentos. Hasil pengukuran indeks keanekaragaman (H’) yaitu 1,37-2,12 termasuk dalam kategori sedang, memiliki kemerataan yang tinggi (2,12-2,28), dan dominansi rendah (0,13-0,30). Kesimpulan dari penelitian ini adalah keanekaragaman bentos di Sungai Keyang termasuk dalam kategori sedang, zonasi dan overlay persebaran bentos pada bagian tepi dan tengah didominasi oleh Melanoides dan Tarebia, sedangkan pada bagian tergenang didominasi oleh Melanoides dan Cordulegaster.Kata kunci: bentos, keanekaragaman, Sungai Keyang, overlay persebaran, zonasi
Institute of Postgraduate Studies, Syiah Kuala University
Title: Keanekaragaman, Zonasi Serta Overlay Persebaran Bentos di Sungai Keyang, Ponorogo, Jawa Timur
Description:
Abstrak.
Bentos merupakan organisme yang hidup sesil atau menetap di dasar sungai, dan dapat digunakan sebagai indikator pencemaran lingkungan.
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan keanekaragaman bentos, untuk mengetahui zonasi serta overlay persebaran bentos di Sungai Keyang, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Oktober-November 2017 dengan metode plot/transek, penghitungan, dan analisis laboratorium.
Terdapat 3 stasiun pengamatan, masing-masing stasiun terdiri dari 3 transek dan 9 plot.
Pengukuran faktor lingkungan meliputi suhu, turbiditas, pH, kandungan bahan organik, DO, BOD, dan tekstur substrat.
Hasil dari penelitian diperoleh 7 famili dan 14 spesies bentos.
Hasil pengukuran indeks keanekaragaman (H’) yaitu 1,37-2,12 termasuk dalam kategori sedang, memiliki kemerataan yang tinggi (2,12-2,28), dan dominansi rendah (0,13-0,30).
Kesimpulan dari penelitian ini adalah keanekaragaman bentos di Sungai Keyang termasuk dalam kategori sedang, zonasi dan overlay persebaran bentos pada bagian tepi dan tengah didominasi oleh Melanoides dan Tarebia, sedangkan pada bagian tergenang didominasi oleh Melanoides dan Cordulegaster.
Kata kunci: bentos, keanekaragaman, Sungai Keyang, overlay persebaran, zonasi.
Related Results
Zonasi, Keanekaragaman, dan Pola Migrasi Ikan di Sungai Keyang, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur
Zonasi, Keanekaragaman, dan Pola Migrasi Ikan di Sungai Keyang, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur
Zonasi, Keanekaragaman dan Pola Migrasi Ikan di Sungai Keyang, Kabupaten Ponorogo, Jawa TimurVivin Alfyana Yulia Pratami1, Prabang Setyono2, Sunarto31Program Studi Biosain, Fakulta...
Forecast of post-overlay flexible pavement roughness progression: a random coefficient linear regression with autocorrelation model
Forecast of post-overlay flexible pavement roughness progression: a random coefficient linear regression with autocorrelation model
Abstract
A pavement roughness progression model is an essential component in a pavement management system. Asphalt overlay is a typical pavement maintenance and reha...
Implementasi Kebijakan Sistem Zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru bagi Lulusan Madrasah Ibtidaiyah di SMP Negeri 1 Bengkulu Selatan
Implementasi Kebijakan Sistem Zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru bagi Lulusan Madrasah Ibtidaiyah di SMP Negeri 1 Bengkulu Selatan
Penelitian ini dilatarbelakangi fenomena implementasi penerimaan peserta didik baru dalam penyesuaian kebijakan penerimaan peserta didik baru sistem zonasi, peneliti menyoroti sala...
PENGARUH SISTEM ZONASI TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMAN 1 AKABILURU
PENGARUH SISTEM ZONASI TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMAN 1 AKABILURU
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak kebijakan zonasi SMAN 1 Akabiluru terhadap motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan strategi random sampling untuk me...
PENATAAN KAWASAN TEPI SUNGAI DI KOTA SINTANG DARI PERSPEKTIF SENENTANG
PENATAAN KAWASAN TEPI SUNGAI DI KOTA SINTANG DARI PERSPEKTIF SENENTANG
Senentang merupakan sebutan bagi sebuah tempat, yang lama-kelamaan berubah menjadi Sintang, yaitu nama dari Ibu Kota Kabupaten Sintang di Kawasan Timur Kalimantan Barat. Arti kata ...
HUBUNGAN KEPATUHAN MENGKONSUMSI FE DENGAN KADAR HB PADA IBU HAMIL
HUBUNGAN KEPATUHAN MENGKONSUMSI FE DENGAN KADAR HB PADA IBU HAMIL
ABSTRAKBerdasarkan data Dinkes Kota Sungai Penuh Tahun 2017 kejadian anemia ibu hamil di Kota Sungai Penuh sebanyak 460 orang (6,5%), sedangkan di Wilayah Puskesmas Sungai Liuk Kot...
Penerapan Sistem Informasi Geografis pada Evaluasi Kondisi Fisik dan Fungsi pada Prasarana Sungai Serang
Penerapan Sistem Informasi Geografis pada Evaluasi Kondisi Fisik dan Fungsi pada Prasarana Sungai Serang
Pengelolaan sungai sangat diperlukan agar kebermanfaatan dan keamanannya dapat terjamin. Pengelolaan sungai bisa berwujud dalam monitoring kondisi fisik dan fungsi prasarana sungai...
PERENCANAAN PERATURAN ZONASI DI KAWASAN KONSERVASI (STUDI KASUS PECINAN SEMARANG)
PERENCANAAN PERATURAN ZONASI DI KAWASAN KONSERVASI (STUDI KASUS PECINAN SEMARANG)
ABSTRACTZoning regulations for spatial planning in Indonesia are an integral part of the Spatial Detail Plan. The zoning regulation serves as a technical reference for the utilizat...

