Javascript must be enabled to continue!
PEMBERDAYAAN KELOMPOK DHARMA LAKSANA (PENYANDANG CACAT) MELALUI PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN
View through CrossRef
ABSTRAKDesa Wisata Kamasan terletak di Kecamatan Klungkung. Masyarakat sekitar adalah pembuat kerajinan perak, ukiran selongsong peluru, emas dan lukisan wayang tradisional. Masyarakat disekitar desa Kamasan rata-rata bermata pencaharian sebagai seniman lukis dan ukir, salah satu kelompok pengerajin yang ada di Desa Kamasan adalah Kelompok Dharma Laksana yang beranggotakan penyandang cacat. Permasalahan yang dihadapi selama ini diantaranya (1) Minimnya akses pemasaran untuk memasarkan produknya, (2) Memerlukan sarana promosi profesional untuk pemasaran produksinya mengingat hingga saat ini mereka tidak memiliki sistem pemasaran dan hanya menunggu pembeli saja, (3) Kelompok usaha Dharma Laksana membutuhkan pendampingan dalam berbagai hal pengembangan kelompok yg lebih professional, (4) Pengembangan sarana modal usaha yg akan di kelola sebagai modal simpan pinjam dalam kelompok, (5) Memerlukan peningkatan ketrampilan usaha dibidangnya masing- masing tidak hanya teknis produksi tetapi juga manajemen produksi, (6)Mereka masih buta hukum perdaganganKata Kunci : Pengeraji, disabilitas, KamasanABSTRACTKamasan tourism village is located in klungkung district. The beauty village of its arts in making silver, carving bullet casings, gold and traditional puppet paintings. In addition to carving, puppet paintings are also developed as ornaments on cloth in the form of flags, banners, ider-ider and parba which are complementary decorations in holy places (temples). The people around the village of kamasan have an average income as artists of painting and carving, one of the groups of craftsmen in the village of kamasan is the dharma laksana group which has members with disabilities. The problems faced so far include (1) lack of access to marketing to market their products, (2) require professional promotional facilities for marketing their products, considering that until now they did not have a marketing system and only waited for buyers, (3) dharma laksana business group needed assistance (4) development of business capital facilities that will be managed as savings and loan capital in groups, (5) requiring an increase in business skills in their respective fields not only in technical production but also in production management, (6) they are still blind to trade law (do not understand the applicable laws or trade laws), so they need assistance if there are large transactions or contracts.Keywords: balinese curving, disability, kamasan, balinese carving
Title: PEMBERDAYAAN KELOMPOK DHARMA LAKSANA (PENYANDANG CACAT) MELALUI PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN
Description:
ABSTRAKDesa Wisata Kamasan terletak di Kecamatan Klungkung.
Masyarakat sekitar adalah pembuat kerajinan perak, ukiran selongsong peluru, emas dan lukisan wayang tradisional.
Masyarakat disekitar desa Kamasan rata-rata bermata pencaharian sebagai seniman lukis dan ukir, salah satu kelompok pengerajin yang ada di Desa Kamasan adalah Kelompok Dharma Laksana yang beranggotakan penyandang cacat.
Permasalahan yang dihadapi selama ini diantaranya (1) Minimnya akses pemasaran untuk memasarkan produknya, (2) Memerlukan sarana promosi profesional untuk pemasaran produksinya mengingat hingga saat ini mereka tidak memiliki sistem pemasaran dan hanya menunggu pembeli saja, (3) Kelompok usaha Dharma Laksana membutuhkan pendampingan dalam berbagai hal pengembangan kelompok yg lebih professional, (4) Pengembangan sarana modal usaha yg akan di kelola sebagai modal simpan pinjam dalam kelompok, (5) Memerlukan peningkatan ketrampilan usaha dibidangnya masing- masing tidak hanya teknis produksi tetapi juga manajemen produksi, (6)Mereka masih buta hukum perdaganganKata Kunci : Pengeraji, disabilitas, KamasanABSTRACTKamasan tourism village is located in klungkung district.
The beauty village of its arts in making silver, carving bullet casings, gold and traditional puppet paintings.
In addition to carving, puppet paintings are also developed as ornaments on cloth in the form of flags, banners, ider-ider and parba which are complementary decorations in holy places (temples).
The people around the village of kamasan have an average income as artists of painting and carving, one of the groups of craftsmen in the village of kamasan is the dharma laksana group which has members with disabilities.
The problems faced so far include (1) lack of access to marketing to market their products, (2) require professional promotional facilities for marketing their products, considering that until now they did not have a marketing system and only waited for buyers, (3) dharma laksana business group needed assistance (4) development of business capital facilities that will be managed as savings and loan capital in groups, (5) requiring an increase in business skills in their respective fields not only in technical production but also in production management, (6) they are still blind to trade law (do not understand the applicable laws or trade laws), so they need assistance if there are large transactions or contracts.
Keywords: balinese curving, disability, kamasan, balinese carving.
Related Results
Konsep Khiyar ‘Aib dan Relevansinya dengan Garansi
Konsep Khiyar ‘Aib dan Relevansinya dengan Garansi
Salah satu dari syarat sahnya melakukan akad jual beli yaitu adanya saling ridha keduanya (penjual dan pembeli), tidak sah bagi suatu jual beli apabila salah satu dari keduanya ada...
Perbedaan Derajat Ansietas antara Penyandang Hipertensi Belum Terkontrol dengan yang Terkontrol
Perbedaan Derajat Ansietas antara Penyandang Hipertensi Belum Terkontrol dengan yang Terkontrol
Abstract: Hypertension and anxiety are among the group of the most common chronic disease worldwide, and according to numerous studies they are oftentimes associated each other. Pa...
REPRESENTASI DISKRIMINASI TERHADAP PENYANDANG AUTISME SEBAGAI SAKSI DI PENGADILAN DALAM FILM INNOCENT WITNESS (Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce)
REPRESENTASI DISKRIMINASI TERHADAP PENYANDANG AUTISME SEBAGAI SAKSI DI PENGADILAN DALAM FILM INNOCENT WITNESS (Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce)
Film adalah fenomena sosial yang memiliki banyak pemaknaan. Salah satu fenomena yang sering diangkat ke dalam film adalah diskriminasi dan stigmatisasi yang juga dialami oleh penya...
LITERATUR REVIEW :EFEKTIFITAS MEDIA PERAGA PADA PENYANDANG DISABILITAS
LITERATUR REVIEW :EFEKTIFITAS MEDIA PERAGA PADA PENYANDANG DISABILITAS
Latar belakang : Masyarakat sering menyebut penyandang disabilitas sebagai penyandang cacat dan orang yang tidak bisa produktif atau bahkan mencapai apapun dalam hidupnya. Masyarak...
STUDI AKSESIBILITAS TRANSPORTASI BERKELANJUTAN UNTUK PENYANDANG CACAT (DISABILITAS) DI PUSAT KOTA MEDAN
STUDI AKSESIBILITAS TRANSPORTASI BERKELANJUTAN UNTUK PENYANDANG CACAT (DISABILITAS) DI PUSAT KOTA MEDAN
Transportasi berkelanjutan merupakan bagian dari konsep kota berkelanjutan (sustainable city), yaitu transportasi yang berbasis pada kelangsungan seluruh sistem transportasi dengan...
Naskah Kebijakan Pelayanan Kesehatan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas: Rekomendasi Kebijakan Komite Nasional MOST-UNESCO Indonesia
Naskah Kebijakan Pelayanan Kesehatan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas: Rekomendasi Kebijakan Komite Nasional MOST-UNESCO Indonesia
Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28H Ayat (1) dan UU Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan Pasal 5 menyatakan bahwa setiap orang berhak atas kesehatan. UU 1945 Pasal 28H Ayat (1) men...
MANAJEMEN KELOMPOK PEMBUDIDAYA IKAN CANDI MADANI KELURAHAN CANDIROTO KECAMATAN KENDAL KABUPATEN KENDAL
MANAJEMEN KELOMPOK PEMBUDIDAYA IKAN CANDI MADANI KELURAHAN CANDIROTO KECAMATAN KENDAL KABUPATEN KENDAL
Tujuan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk membantu mitra dalam pengelolaan kelompok pembudidaya ikan tawar. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Kel...
MODEL PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN ANTARGENERASI BERKELANJUTAN: MENINGKATKAN KOLABORASI DAN KEBERHASILAN USAHA
MODEL PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN ANTARGENERASI BERKELANJUTAN: MENINGKATKAN KOLABORASI DAN KEBERHASILAN USAHA
Pengabdian ini bertujuan untuk mengeksplorasi model pelatihan kewirausahaan yang efektif dalam menghubungkan generasi muda dengan generasi yang lebih tua, guna menciptakan kolabora...

